Selasa, 14 Desember 2010

Gaya Favorit American Music Awards 2010

Penulis : Yulia Permata Sari
 SUHU udara yang dingin menusuk tulang rupanya tidak menghentikan para bintang untuk memamerkan sedikit kulit, ketika menghadiri ajang American Music Awards yang digelar di Nokia Theatre, Los Angeles, Minggu malam (21/11). Para selebritas melangkah penuh percaya diri di atas red carpet dengan mengenakan tren mode terkini, mulai dari manik-manik, bulu, renda, kain tipis, sampai print.

Penyanyi Rihanna, misalnya, tampil seksi dan berani dalam balutan gaun panjang kirmizi dari koleksi Elie Saab Couture, dengan detail bunga lembut di atas kain tipis menerawang. Ada yang berbeda dengan tampilannya, yakni warna rambut yang dicat lebih gelap setelah sebelumnya diwarnai merah menyala.

Sementara itu, bintang muda Miley Cyrus tampil dalam gaun mini beraksen ruffles dari Marchesa, dengan ekor gaun yang panjang menyapu lantai. Gaun sifon strapless itu dibubuhi ilustrasi bunga-bungaan, dengan rincian manik-manik dan sebuah pita besar sebagai detail di bagian belakang. Sepasang sepatu pump dari Christian Louboutin dan gelang perak melengkapi tampilannya.

Jika Avril Lavigne bermain dengan motif geometris pada gaun mininya, maka Julie Benz tampil bersinar dalam balutan gaun strapless bernuansa hitam dan keemasan. Sedangkan si seksi Katy Perry tampil romantis dan feminin mengenakan gaun strapless dari koleksi Badgley Mischka--jauh dari kesan quirky dan penuh warna seperti yang selama ini ditampilkannya untuk membuat penyataan gaya. Detail kelopak-kelopak bunga yang indah membuat gaunnya terlihat kian mengagumkan, ditambah sepasang peep-toes dari Brian Antwood yang melengkapi tampilan.

Lain pula Jenny McCarthy, yang tampak sophisticated dalam balutan gaun one-shoulder dari Stella McCartney. Gaun dengan kombinasi warna perak dan pirus itu dihiasi payet-payet cantik, dan dikenakan bersama peep-toes serta clutch perak yang serasi.

Sementara itu, si cantik Taylor Swift seperti biasa tampil menawan mengenakan gaun Collette Dinnigan bertabur hiasan. Sedangkan rambutnya yang biasa bergelombang, kali ini ditata lurus dan panjang menjuntai. Sepasang sepatu hak tinggi dari Jimmy Choo melengkapi tampilan penyanyi pop country tersebut. (LI/OL-06)

Fun dan Elegan saat Natal dan Tahun Baru 2011

MOMEN spesial seperti Natal dan Tahun Baru, tentu membutuhkan tampilan yang tak kalah spesial pula. Bersiaplah memeriahkan akhir tahun ini dengan gaya pesta yang fun dan elegan.

Perhiasan glamour, aksesori yang eye-catching, serta make-up berkilauan adalah apa yang Anda butuhkan untuk tampil prima di pesta. Berikut ini adalah sejumlah ide yang boleh dicoba:

Hitam
Tak perlu bingung menentukan gaun pesta yang akan dikenakan. Kapan saja keraguan melanda, buka lemari pakaian Anda dan jatuhkan pilihan pada gaun hitam yang chic dan elegan. Cari gaun dengan detail menarik, misalnya manik-manik berkilau di bagian leher.

Meriah
Pulaskan cat kuku merah untuk mendapatkan kesan meriah tanpa terlalu berlebihan. Aplikasikan dulu base coat untuk mencegah warna cat menodai kuku.

Aksesori
Kenakan cincin cocktail sebagai pernyataan gaya dan memberi sentuhan beda pada tampilan pesta Anda. Perhiasan mengilat juga bisa menambah atmosfer ceria pada atasan atau gaun polos. Pertahankan tema tertentu ketika mengenakan perhiasan. Jangan mencampuradukkan banyak gaya.

Rambut
Tata rambut ke atas dengan gaya simpel dan elegan, misalnya ekor kuda tinggi yang rapi dan licin. Usapkan serum ke rambut untuk menjinakkan helaian yang susah diatur.

Kulit
Kulit cantik berseri adalah aksesori andalan bagi setiap perempuan. Sapukan highlighting powder dalam nuansa warna pink lembut di bawah mata dan sepanjang tulang pipi, untuk mencerahkan wajah. Aplikasikan body lotion dengan sedikit shimmer ke area bahu, dada, lengan dan kaki untuk mendapatkan kilap yang menarik. (LI/OL-06)

Sepeda Mahal, Lebih Berguna atau tidak?

Anda mungkin berpikir naik sepeda super ringan yang mahal bisa membuat anda lebih cepat sampai ke tujuan dibandingkan naik sepeda yang lebih berat dan lebih tua. Tunggu dulu, perkiraan anda itu dipastikan salah besar. Sebuah penelitian yang dilakukan Dokter Jeremy Groves menemukan bahwa sepeda mahal ternyata tidak bisa mengalahkan kemampuan sepeda yang lebih berat dan lebih tua.

Dalam studinya yang dimuat British Medical Journal, Groves yang seorang dokter anestesi di Chesterfield, Inggris, mendapati bahwa kemampuan sepeda tua sejajar dengan kemampuan sepeda baru yang jauh lebih mahal.

Hampir setiap hari Groves mengendarai sepeda ke tempat kerjanya. Dia punya dua sepeda, satu seberat 13,5 kg yang dibeli seharga 50 pound (sekitar Rp800 ribu) dan satu lagi sepeda rangka karbon seharga seribu pound (sekitar Rp16 juta) yang beratnya 9,5 kg.

Awalnya Groves membeli sepeda baru karena menyangka dia akan tiba di tempat kerja lebih cepat karena beranggapan sepedanya lebih ringan. Ternyata, setelah enam bulan pengukuran secara random, dia menyadari hal itu tak terjadi.

"Sepeda baruku terlihat indah tapi mungkin tak nyaman. Aku tak melihat penurunan dramatis dari waktu tempuhku, begitu juga komputer yang kupasang di sepeda, tak mencatat perubahan besar waktu tempuh," turur Groves.

"Pada suatu pagi yang cerah, aku bersepeda 43 menit ke tempat kerja, dan itu adalah waktu tercepat. Besoknya aku gunakan sepeda yang lama yang sudah tergeletak di garasi. Ternyata dengan sepeda lama aku bisa sampai ke tujuan dalam 44 menit. Kupikir, apakah perbedaan satu menit itu harganya sampai 950 pound? atau cuma kebetulan?," kata Groves.

Saat melakukan penelitian itu, Groves menggunakan komputer pengukur waktu dan jarak yang dipasang di sepeda serta satu koin yang dilempar untuk menentukan sepeda mana yang hari itu akan dia pakai ke tempat kerja. Penelitian berjalan selama enam bulan.

Jarak yang dia tempuh dari rumah ke kantor adalah 43,5 km. Berdasarkan data yang dia kumpulkan, selisih rata-rata waktu tempuh antara sepeda lama dan baru cuma 30 detik. Top speed 36 mil per jam adalah sama untuk dua sepeda tersebut.

"Berdasarkan temuan ini, jadi kenapa kita beli sepeda 'performances'?," tanya dia

"Membeli sepeda karbon membuat perasaan kita enak, meskipun sepedanya kurang nyaman dikendarai. Saya masih pakai sepeda baru itu karena kelihatannya remnya lebih bagus."

"Yang mana yang paling enak dikendarai? menurut saya yang sepeda baja. Lebih cepat, lebih nyaman, harganya lebih ringan di kantong dan punya 'karakter'," kata Groves.

"Kalau sepeda karbonku dicuri akankah saya membelinya lagi? sepertinya tidak. Lebih baik uangnya saya gunakan untuk lampu dan baju sepeda yang lebih bagus."

Kesimpulan Groves adalah " 30 persen pengurangan berat sepeda tak berarti mengurangi waktu tempuh dari jarak 43,5 km. Sepeda ringan dan baru mungkin menarik untuk dilirik. Tapi, jika digunakan untuk pergi-pulang kerja, lebih bermanfaat jika berat badan penggunanya yang dikurangi daripada membeli sepeda yang lebih ringan."(Ant/pj/OL-09)

Tekuk Hornets, Heat Catat Sembilan Kemenangan Beruntun

Miami Heat nampaknya telah menemukan formasi terbaik mereka musim ini. Menghadapi New Orleans Hornet dalam lanjutan kompetisi NBA, Selasa (14/12), Heat menang 96-84. Kemenangan ini menjadi sembilan kemenangan beruntun yang diraih LeBron James cs.

Sejak mengubah posisi pemain, Heat memang tampil sangat perkasa. Posisi playmaker yang biasanya dipegang oleh Carlos Arroyo kini diperankan dengan sangat baik oleh LeBron James. Meski posisi sebenarnya sebagai small forward James bisa memainkan posisinya sebagai pengatur serangan. Dan hasilnya, kombinasinya dengan Dwyne Wade membuat Heat menjadi lebih ganas.

Dan lawan terakhir yang menjadi korban dari skuat Erik Spoelstra ini adalah Hornets. Menjamu peringkat tujuh wilayah Barat tersebut, Heat tampil masih lebih unggul dan membuat para pendukung yang memadati American Airlines Arena puas.

Di babak pertama Hornets sempat memberi Heat perlawanan ketat. Kalah 23-25 di kuater pertama, Hornets mampu membalas di kuarter kedua dengan skor 31-28. Hingga turun minum, Hornets pun unggul tipis satu setengah bola, 54-51.

Tidak mau kalah di depan pendukungnya sendiri, Heat langsung menggebrak di babak kedua. Lewat aksi-aksi dari James dan Wade, juara 2006 ini mampu merebut kuarter tiga dengan skor 29-21, yang membuat kedudukan hingga akhir kuarter ini menjadi berbalik untuk keunggulan mereka 80-75.

Di kuarter terakhir kedua tim tidak mampu menampilkan permianan bagus dimana banyak sekali lemparan-lemparan yang melenceng dari kedua tim. Meski kedua tim tampil buruk, Heat masih lebih unggul dengan menang 14-9 dan membuat merka menutup laga dengan kemenangan.

Wade tampil menjadi penyumbang angka terbanyak bagi Heat dengan 32 poin, disusul Crish Bosh dengan 23 poin dan James dengan 20 poin. Sementara di kubu Hornets David West menjadi penyumbang angka terbanyak dengan 26 poin disusul Trevor Ariza dangan 13 poin.(NBA.com/pj/OL-08)

Yahoo akan PHK 600-700 Pekerja

Yahoo Inc tengah menghadapi persiapan pemberhentian 600-700 pekerja. Informasi PHK ini diberitahukan pada para karyawan, Selasa (14/12).

Seperti diungkapkan orang terdekat Yahoo, disinyalir keputusan ini dipicu oleh maraknya pertumbuhan perusahaan internet.

Pemutusan ini mewakili 5% dari total pekerja Yahoo sebanyak 14.100 karyawan. Hal ini menandakan masa keempat PHK yang terjadi di Yahoo dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

Putaran minggu ini pengurangan akan terkonsentrasi pada kelompok produk Yahoo Amerika Serikat yang telah mengalami perbaikan sejak mempekerjakan mantan eksekutif Microsoft Corp, Blake Irving.

Kabar PHK ini tidak tiba-tiba. Berita ini menjulang pertama kali bulan lalu dalam dua buah blog teknologi terpopuler, TechCrunch dan All Things Digital.

Lemahnya pertumbuhan keuangan Yahoo, harga saham yang stagnan dan kelemahan manajemen baru-baru ini menimbulkan pertanyaan apakah Blake Irving dan CEO baru, Carol Bartz mampu tampil sampai masa kontraknya berakhir di Januari 2013.

Pendapatan perusahaan naik tipis kurang dari 2% menjadi US$4,8 miliar pada sembilan bulan pertama tahun ini.

Harga saham Yahoo turun 31 sen ditutup pada Senin (13/12) sebesar US$16,70. Angka ini mencerminkan kesulitan Yahoo menjual iklan. Sementara perusahaan internet lainnya, seperti Google Inc dan Facebook makin berkembang. (Time/OL-9)

Kementerian Perhubungan Baru Serap 67,23 Persen Anggaran

Realisasi anggaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) hingga 13 Desember lalu baru mencapai 67,23% dari pagu anggaran 2010 sebesar Rp17,87 triliun atau sekitar Rp12 triliun.

Menteri Perhubungan Freddy Numberi menyatakan, rendahnya penyerapan anggaran kementerian yang dipimpinnya itu disebabkan oleh beberapa keterlambatan sistem. Ia mencontohkan, keterlambatan turunnya Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2010 untuk Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemenhub.

"DIPA-nya baru turun Agustus lalu sehingga ini menyebabkan keterlambatan. Selain itu, ada beberapa proyek yang masih dalam proses penyelesaian pembayaran, sehingga belum kami masukkan dalam laporan," ujarnya dalam konferensi pers laporan akhir tahun kementerian di Jakarta, Selasa (14/12).

Kemenhub sendiri, lanjutnya, menargetkan pada akhir tahun nanti realisasi anggaran akan mencapai 88,72% atau sekitar Rp15,85 triliun dengan realisasi fisik sebesar 91,98%.

Ia memaparkan, pada 2010 Kementerian Perhubungan telah menetapkan 143 trayek angkutan jalan perintis di 22 provinsi, atau meningkat 3,65 dari 2009, yaitu sebanyak 138 trayek di 21 provinsi. Direktorat Perhubungan Darat, menurutnya, juga telah menambah sekitar 37 unit bus di 19 provinsi.

"Selain itu, juga dengan subsidi 49 kapal angkut perintis di 111 lintas penyeberangan. Upaya itu dilakukan untuk memberikan subsidi perintis untuk meningkatkan konektivitas di wilayah terpencil guna mendorong pengembangan aktivitas ekonomi setempat," jelasnya.

Sementara itu, pada subsektor perhubungan udara, pada 2010 Uni Eropa (UE) kembali mencabut larangan terbang terhadap dua maskapai Indonesia, yaitu Metro Batavia Air dan Air Asia. Dengan dikeluarkannya keputusan itu, lanjut Freddy, Indonesia dapat mengembangkan jalur dan lintasan baru angkutan udara ke Eropa.

"Di sektor kereta api, ada dua pengadaan sarana yang sudah dioperasikan sejakan 2010, yaitu KRDI Seminung untuk melayani lintas Tanjung Karang-Kota Bumi Lampung sepanjang 80 kilometer dan RDI Sri Lelawangsa untuk melayani Medan-Belawan-Binjai sepanjang 45 kilometer," imbuhnya. (OL-3)

Lagi, TKI Ditemukan Menggelandang di Kolong Jembatan



 Puluhan tenaga kerja asal Indonesia (TKI) kembali ditemukan telantar di Arab Saudi. Kali ini kelompok TKI malang itu ditemukan menggelandang di kolong jembatan Sareh Mansyur, Kota Mekkah, Arab Saudi. Mereka berbaur dengan tenaga kerja asal negara lain. Sebelumnya ratusan TKI juga ditemukan hidup di kolong jembatan Kandara, Jeddah, Arab Saudi.

Para TKI di Mekkah itu memilih tinggal di bawah jembatan Sareh Mansyur dengan harapan ditangkap petugas kepolisian setempat. Dengan begitu mereka akan diserahkan ke Kedutaan Indonesia di Mekkah, dan bisa dipulangkan ke Tanah Air.

Para TKI itu pun bernasib serupa dengan para TKI yang telantar di jembatan Kandara. Mereka terpaksa lari atau kabur dari majikan lantaran tak tahan menerima dera siksa sang majikan dan perlakukan tak manusiawi lainnya. Sebagian besar dari para TKI yang perempuan paruh baya, ditemukan dalam kondisi sakit berat. Mereka telah tinggal berbulan-bulan di kolong jembatan Sareh Mansyur.(DSY)

Dipimpin Dua Pangeran, Rakyat Yogya Bergerak

Suasana Jalan Malioboro, Yogyakarta, tampak tak seperti biasa pada Senin 13 Desember 2010. Para pedagang kaki lima libur, dan toko di sepanjang jalan itu tutup. Pasar Beringharjo juga sepi. Hanya satu-dua kenderaan bermotor melintas.
Sejak pagi, jalan itu berubah menjadi tempat persiapan aksi massa. Sejumlah spanduk pro penetapan kepala daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dibentang di sejumlah lokasi. Aksi itu bertepatan Sidang Paripurna DPRD DIY menyikapi Rancangan Undang-undang Keistimewaan Yogyakarta.
Tak ketinggalan, janur kuning melambai di sepanjang jalan menuju Alun-alun Utara Keraton, dan Gedung DPRD Yogyakarta. “Janur kuning lambang saat serangan umum 1 Maret [1949]," ujar Kepala Humas Pemkab Bantul, Bambang Legowo, Senin 13 Desember.
Di Alun-alun Utara, ribuan orang berkumpul. Termasuk dari paguyuban kepala dukuh, perangkat desa, para abdi dalem, para PNS, ratusan siswa SMA Kolese De Britto, juga ada warga Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menyatakan dukungannya.

Mereka mengusung berbagai spanduk, di antaranya, 'Awas DPRD DIY Jangan Khianati Rakyat Kalau Tak Ingin 2014 Tamat' atau '100 Persen Dukung Penetapan Sultan dan Paku Alam, Siap Boikot Pilkada Sampai ke Akar-akarnya'.

Jelang tengah hari, iring-iringan ribuan orang melakukan long march dari Alun-alun Utara ke Jalan Malioboro, menuju ke Gedung DPRD.  Di barisan terdepan, tampak dua pangeran Yogya, Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Prabukusumo, adik Sri Sultan Hamengku Buwono X, dan Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Indrokusumo, adik Sri Paku Alam IX.

Keduanya dikawal petugas keamanan keraton berseragam hitam, dan berkain batik. Sementara di belakangnya, para abdi dalem sibuk membakar kemenyan.
Di depan Gedung DPRD , panggung orasi sudah disiapkan. “Saya di sini datang mengantar rakyat Yogyakarta yang punya hati nurani untuk mendukung penetapan [Gubernur dan Wakil Gubernur DIY]," kata GBPH Prabukusumo, di atas panggung itu.

Lalu, Probokusumo berseru, “Penetapan!”. Ribuan massa menyambut, "Yes!". "Hidup Yogya!," ujar Prabukusumo. Mewakili Paku Alaman, KPH Indrokusumo tak ketinggalan memberikan orasi. "Paku Alam dan Sultan Hamengku Buwono tidak bisa dipisahkan. Dan kita tetap harus istimewa," ujarnya.

Hingga aksi berakhir, Sri Sultan tak terlihat. Di mana Sultan? "Beliau sedang di kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Jalan Cokroaminoto, sedang makan siang," ujar Ajeng, ajudan Sultan.

Aksi rakyat di Yogyakarta tak lepas dari pengamanan aparat. Meski tak menyebut jelas berapa personel yang disiapkan, Kepala Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta, Brigadir Jenderal Ondang Sutarsa, mengatakan jumlahnya cukup besar karena polisi harus mengamankan 18 titik lokasi. Antara lain Alun-alun Utara, Benteng, Pasar Beringharjo, Kepatihan, Kompleks DPRD, dan Malioboro Mall.
Wakil Kepala Polda DIY, Brigadir Jenderal Sutjipto mengatakan, demi keselamatan warga yang ikut berdemonstrasi, polisi tak membawa tameng atau senjata. Tapi tampak polisi menyiagakan tiga kendaraan baja. "Untuk mengamankan anggota DPRD jika terjadi rusuh," kata Sutjipto.

Mendukung penetapan
Pada Sidang Paripurna di Gedung DPRD Yogyakarta, satu demi satu fraksi menyatakan pendapatnya. Mayoritas mendukung kebijakan penetapan bagi jabatan gubernur dan wakil gubernur di Yogyakarta.

Enam fraksi yang mendukung adalah fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan fraksi Partai Pembangunan Nurani Peduli Indonesia Raya (PPNPIR).

Sementara itu, Fraksi Demokrat dinilai masih mengambang. Meski mendukung keistimewaan Yogyakarta, namun Demokrat menyatakan akan mendukung Rancangan Undang-Undang (RUU) Keistimewaan Yogyakarta apapun isinya. Sikap Fraksi Demokrat DPRD DIY disampaikan Agung Prasetya. "Keistimewaan DIY adalah final," ujarnya.

Menurut Agung, tak ada keraguan dalam sejarah, bagaimana Kesultanan di bawah Hamengkubuwono XI dan Kepakualaman di bawah Paku Alam VIII berperan penting dalam berdirinya NKRI.  Sementara, untuk mekanisme suksesi kepemimpinan di DIY, kata Agung, sejak Indonesia merdeka sudah berlangsung dua model yang berjalan baik.

Agung lalu melanjutkan, bahwa bagi Sultan Hamengkubuwono IX dan Pakualam VIII, sejak awal punya jabatan politik seperti ditetapkan oleh Presiden Soekarno. Tapi Agung mengingatkan, pada 1998 dan 2001, baik Sultan Hamengkubuwono X dan Paku Alam IX, keduanya berkuasa dengan mekanisme lima tahunan, dan dipilih melalui DPRD.

Hal sama, kata Agung, terjadi pada 2003. Saat masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur sudah habis, lalu ditetapkan pemilihan ulang di DPRD dengan calon tunggal Hamengkubuwono X dan Paku Alam IX. Kemudian diperpanjang tiga tahun hingga 2011.  Berdasarkan alasan historis itu, Fraksi Partai Demokrat DPRD akan memperjuangkan aspirasi rakyat Yogyakarta secara lengkap. "Akan kami perjuangkan melalui fraksi di DPR RI," kata Agung.

Jika RUU itu nanti disahkan, apapun isinya, Fraksi Demokrat Yogyakarta akan patuh dengan UU dan seluruh aturan pelaksanaannya. Lebih lanjut, Fraksi menilai Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Paku Alam adalah sosok tepat memimpin DIY, sekarang dan masa depan. "Andai berkenan, menjadi gubernur dan wakil gubernur seumur hidup, Fraksi Demokrat DPRD DIY menyetujuinya," kata Agung.
Tergantung Jakarta
Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada AAGN Ari Dwipayana menilai apapun kesepakatan diambil DPRD, apa pun putusannya, Rancangan Undang-undang Keistimewaan Yogyakarta lebih ditentukan politik di pusat. “Proses sekarang di mana DPRD menggelar sidang paripurna terbuka adalah sebagai wujud penyampaian aspirasi ke pusat," kata Ari.

Bagi dia, justru yang akan sangat menentukan nasib RUUK adalah konfigurasi dan konsolidasi politik di tingkat pusat. “Perlu dilihat konfigurasi politik di DIY dan pusat jauh berbeda. Di pusat, mayoritas suaranya adalah Demokrat. Sedangkan di sini, masih didominasi oleh PDIP, “ ujar pengajar di Jurusan Politik dan Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM itu.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menegaskan pembahasan Rancangan Undang-undang Keistimewaan Yogyakarta dilakukan Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat. "(RUU Keistimewaan DIY) kan bukan perda (peraturan daerah). Jadi mekanismenya tidak lewat DPRD," ujar Gamawan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin 13 Desember 2010.
Dalam kesempatan berbeda, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Djoko Suyanto mengatakan hingga saat ini RUUK belum final. "Pemerintah masih mencari formulasi yang tepat," kata Djoko di Kantor Kemenpolhukam, Senin 13 Desember 2010.

Formulasi dimaksud Djoko adalah memadukan antara amanat undang-undang dan tidak mengingkari keistimewaan Yogyakarta. "Pemerintah pasti mencarikan formulasi yang terbaik," ujar Menkpolhukam.(np)

Fokus Keistimewaan Yogyakarta Penetapan atau Pemilihan, Sultan Pilih Mana?

Pada 2007, Sultan menolak melanjutkan jabatan gubernur, bahkan meminta pemilihan segera.


 enin, 13 Desember 2010, ribuan orang di Yogyakarta menyemuti pelataran Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Siang itu, anggota Dewan setempat membahas keistimewaan Yogyakarta. Mayoritas fraksi, kecuali Demokrat, menyatakan sikap: mendukung penetapan otomatis Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai gubernur DIY.

Namun sebuah pertanyaan masih menggantung. Raja Yogyakarta sendiri, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mendukung opsi yang mana? Pertanyaan itu pula yang dilontarkan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Sabtu kemarin di Yogyakarta.

Tiga tahun lampau, Sultan pernah lantang menyatakan memilih jalan demokrasi. Dia secara terbuka mengutarakan mendukung diadakannya pemilihan gubernur di DIY. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingat dengan baik pernyataan-pernyataan Sultan Hamengkubuwono X tiga tahun silam itu. Saat itu, kata SBY, dalam dua kali kesempatan berbeda Sultan secara eksplisit menyatakan ketidaksediaannya menjadi gubernur untuk periode ketiga.

Menjelang berakhirnya masa jabatan Sultan sebagai Gubernur DIY periode 2003-2008, masih kata SBY, terjadi dinamika politik. Di tahun 2007 muncul perdebatan, bagaimana kelanjutan DIY setelah habis masa jabatan kedua Sultan sebagai gubernur. "Ada yang bilang lanjut dan ada yang bilang harus ada aturan baru," kata SBY dalam siaran pers yang berlangsung di Kantor Presiden, 2 Desember 2010 lalu.

Tahun itu, saat Sultan berulang tahun ke-61 pada 7 April 2007, dalam orasi budaya di depan publik, SBY mengisahkan, Sultan menyatakan tak bersedia lagi menjadi gubernur setelah masa jabatannya selesai tahun 2008. "Beberapa saat kemudian, 18 April 2007, Sultan kembali menjelaskan tidak ingin menjadi gubernur lagi. Ini saya ikuti dengan seksama," kata SBY.

Bukan hanya tak menginginkan posisi gubernur lagi, Sultan juga mendesak agar pemilihan Gubernur DIY 2008-2013 dilakukan segera. "Tidak perlu ada penundaan, sesuaikan saja dengan berakhirnya masa jabatan gubernur pada Oktober 2008," kata Sultan di Kepatihan Yogyakarta, 8 Agustus 2007, seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Bahkan, Sultan HB X ketika itu menyatakan jika memang pemilihan gubernur dianggap mendesak, maka pelaksanaannya bisa ditetapkan melalui Keputusan Presiden, tidak perlu menunggu Rancangan Undang-Undang Keistimewaan (RUUK) DIY disahkan. "Kalau menunggu RUUK, belum jelas kapan akan disahkan, karena itu KPUD DIY hendaknya mulai melakukan persiapan untuk melaksanakan pemilihan gubernur," katanya saat itu.

Meski keinginan itu disampaikan secara eksplisit dan disampaikan di depan publik, Presiden Yudhoyono--yang mempertimbangkan situasi politik ketika itu--mengambil inisiatif memperpanjang masa jabatan Sultan sebagai gubernur pada 2008-2011. SBY tak menuruti keinginan Sultan saat itu agar segera digelar pemilihan kepala daerah.

"Alhamdullilah, Beliau bersedia diperpanjang selama tiga tahun. Dalam masa perpanjangan tiga tahun inilah kita ingin dengan jernih memikirkan dan merumuskan UU yang tengah kita godok bersama, yang tepat dan bisa menjawab semuanya," kata SBY.

Tentang keputusan perpanjangan masa jabatannya itu, usai bertemu Presiden di Kantor Kepresidenan pada 7 Oktober 2008, Sultan menyatakan, "Saya tidak keberatan atau mempersoalkan keputusan Presiden, baik melalui Keppres atau Perppu, asal tidak untuk lima tahun karena saya juga punya tanggung jawab lain."

Namun, belakangan, Sultan menjelaskan bahwa pernyataan dia pada 7 April 2007 itu semata merupakan manuver terhadap Pemerintah Pusat. Pada 3 Maret 2008, Sultan menjelaskan bahwa pernyataannya tak bersedia lagi menjadi gubernur itu dikarenakan undang-undang mengatur seseorang hanya boleh menjadi kepala daerah selama dua periode saja. Selain itu, tidak ada aturan hukum yang menyatakan secara eksplisit bahwa Gubernur DIY adalah Sri Sultan Hamengku Buwono X.

"Bunyi Undang-undang 22/1999 maupun Undang-undang 32/2004 adalah keluarga Keraton Yogyakarta dan keluarga Pakualaman. Tidak ada yang menyebut Sultan Yogyakarta sebagai Gubernur DIY," kata Sultan yang diangkat menjadi Gubernur sejak 1998 melalui Keputusan Presiden itu.

Supaya tidak melanggar konstitusi, kata Sultan, dia lebih baik menyatakan tidak bersedia. "Karena undang-undangnya tidak ada. Mana undang-undang yang menjamin saya bisa menjabat ketiga atau keempat kali?" kata dia seperti dilansir harian Kedaulatan Rakyat.

Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada, AAGN Ari Dwipayana, menyatakan, Sultan sebenarnya mendukung sistem di mana gubernur DIY ditentukan melalui penetapan--meski beberapa kali mengungkapkan perlu ada pemilihan. Pernyataan 2007 itu, kata Ari, harus dibedakan dengan pernyataan tahun 2008.

Di tahun 2007, terjadi kebuntuan karena belum ada kejelasan penyelesaian UU Keistimewaan Yogyakarta. Sultan lalu menyatakan tak ingin melanjutkan jabatan gubernur. "Padahal, aspirasi publik sebenarnya menginginkan penetapan," kata Ari.

Pada tahun 2008, Sultan lalu menyatakan pernyataan April 2007 itu sebagai manuver. Di mata Ari, ini membuktikan bahwa Sultan sebenarnya cenderung ingin agar Gubernur DIY ditetapkan. "Secara normatif terkesan berubah-ubah, namun secara ilmu politik, itu manuver," kata Ari saat diwawancara VIVAnews.com.

Saat UGM mengajukan naskah akademik yang menempatkan Sultan sebagai Parardhya (semacam kepala negara, bukan kepala pemerintahan), Sultan juga tidak pernah memberikan pernyataan tegas setuju atau tidak. Saat ditanyakan, apakah mendukung penetapan atau pemilihan, Sultan selalu memulangkan pertanyaan itu. "Tanyakan saja pada rakyat," kata Ari menirukan. (kd)

Badai Musim Dingin Landa Beberapa Wilayah AS

Badai musim dingin yang menerpa Amerika tengah-barat bergerak ke arah timur, menyebabkan suhu sangat dingin dan salju tebal di beberapa wilayah.

Sebuah badai musim dingin yang menerpa Amerika tengah-barat sedang bergerak kearah timur, setelah menyebabkan suhu sangat dingin dan salju tebal yang selanjutnya menghentikan lalu lintas, menyebabkan ribuan pelaku perjalanan terdampar dan memaksa sekolah-sekolah ditutup.
Badan Cuaca Nasional menerbitkan sebuah peringatan badai Senin untuk sebagian Michigan. Peringatan itu mengatakan akan ada angin kencang, jangkauan pandang nol, hujan salju berat dan putusnya hubungan listrik.
Warga di negara-negara bagian tengah barat dan timur laut bersiap-siap menghadapi angin dingin yang menusuk tulang, hujan dan salju.
Minggu sore, cuaca parah memaksa pembatalan lebih dari 1400 penerbangan di bandara O’Hare, Chicago. Jalan-jalan raya utama ditutup di lima negara bagian, Illinois, Iowa, Michigan, Minnesota dan Wisconsin.
Di Minnesota, beban salju yang tertimbun menyebabkan sebuah atap fiberglass dari stadion Metrodome Minneapolis ambruk. Sebuah pertandingan Liga Football NFL dipindah ke Detroit dan ditunda sampai Senin karena robohnya atap ini.
Sementara itu di Amerika barat laut curah hujan mencapai rekor. Jalan-jalan terendam air di bagian tertentu negara bagian Washington, di mana peringatan banjir masih berlaku.

 

http://www.voanews.com/indonesian/news/

Mahasiswa Unair Blokir Jalan



Mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya melakukan pemblokiran jalan Dharmawangsa, Selasa (14/12/2010). Aksi blokir dipicu oleh penangkapan 3 mahasiswa oleh aparat kepolisian saat demo menyambut kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Surabaya. Mahasiswa menghentikan aksi setelah 3 temannya dibebaskan dan Waka Polrestabes Surabaya AKBP Tomsi Tohir meminta maaf secara terbuka.

Jalan di Porong Macet Total


Puluhan kendaraan terjebak macet di jalur alternatif Porong Kabupaten Sidoarjo, Selasa (14/12/2010). Kemacetan terjadi akibat aksi blokir yang dilakukan korban lumpur Lapindo. Warga pemilik lahan menuntut tanah mereka seluas 17 ribu m2 yang diklaim tanah basah oleh Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), untuk diakui menjadi dan dibeli dengan harga tanah kering.

http://www.beritajatim.com/index.php

http://iklanwow.com/iklan-baris/sauna-room-portable-steam-sauna-room-murah-rp-1-250-000-hp-081384845038-2.html

http://multigrosir.blogspot.com/2010/07/portable-steam-sauna-room-sauna-steam.html

LSM SAR Sosialisasi HIV/AIDS di SMKN I Panji Situbondo

Foto JTC ; Sosialisasi
SITUBONDO-JTC-,-Dalam rangka menekan jumlah penderita HIV/AIDS dan pemakai NAPZA di Kabupaten Situbondo, Lembaga Swadaya Masyarakat Simphoni Akar Rumput (LSM SAR), melakukan sosialisasi atau memberikan wawasan tentang bahaya laten NAPZA dan HIV/AIDS kepada 100 orang siswa-siswi SMKN 1 Panji Situbondo, Jum’at (19-11-2010).
Sosialisasi yang berlangsung di aula SMKN 1 Panji ini, di buka oleh Waka Kesiswaan, Em. Muzammiel, M.MPd. Dalam pembukaan sosialisasi bahaya NAPZA dan HIV/AIDS tersebut, Em. Muzammiel berharap atau meminta kepada siswanya agar mengikuti sosialisasi dengan baik, dan hasil dari sosialisasi tersebut agar dapat ditularkan kepada siswa-siswi yang lain di SMKN 1 Panji.
Heru Nasution didampingi Tata Wulandari, Purwinanto dan Heru Hartanto ketika menyampaikan materi sosialisasi tentang bahaya laten NAPZA dan HIV/AIDS mendapat sambutan antusias dari 100 pelajar SMKN 1 Panji. Secara lantang siswa-siswi ini mempertanyakan tentang bahaya NAPZA dan HIV/AIDS kepada pemateri. “Pak bagaimana caranya menghindari agar kita tidak tertular HIV/AIDS dan mengetahui orang yang terinsfeksi atau penderita HIV/AIDS,” kata Susan tanya kepada pemateri.
Bukan hanya Susan saja yang melemparkan pertanyaan-pertanyaan bahaya laten HIV/AIDS kepada pemateri. Namun Afandi, Dwi Puspita Sari, Ahmad Faizal, Aji Saka, Lindah, Atika Selvi juga secara kritis mempertanyakan cara pengobatan dan memberikan perlindungan terhadap penderita HIV/AIDS.
Menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan siswa-siswi SMKN 1 Panji ini, Heru Nasution selaku pendiri LSM SAR sekaligus pemateri atau nara sumber sosialisasi tersebut, menjawab secara panjang lebar tentang bahaya NAPZA dan HIV/AIDS itu. “Jika orang sudah terinspeksi HIV/AIDS, maka kekebalan tubuhnya akan melemah dan hingga saat ini belum ditemukan obatnya. Maka itu, saya berharap kepada siswa-siswi SMKN 1 Panji, Kabupaten Situbondo harus mampu menghindari perbuatan maksiat yang melanggar hukum-hukum agama dan menghindari penggunaan NAPZA yang melanggar hukum pidana,” terang Heru Nasution kepada pelajar SMKN 1 Panji yang mengikuti sosialisasi tersebut.
Bukan hanya itu saja yang disampaikan Heru, kepada pelajar SMKN 1 Panji. Namun, mantan staf ahli bidang kesehatan ini, juga menjelaskan secara rinci tentang bahaya NAPZA dan HIV/AIDS. “Perlu saya sampaikan kepada siswa-siswi disini, bahwa penyakit HIV/AIDS bukan penyakit keturunan maupun kutukan. Namun, penyakit ini akibat perbuatan manusia yang sering melakukan hubungan seks bebas dengan gonta-ganti pasangan dan mengkomsumsi NAPZA dengan cara menggunakan jarum suntik secara bergantian serta ada juga orang yang tertular HIV/AIDS tanpa melakukan proses diatas,” papar Heru Nasution kepada para siswa-siswi.
Sementara itu, Tata Wulandari dihadapan siswa-siswi SMKN 1 Panji mengurai panjang lebar tentang Psikologi dan menceritakan mengenai isteri seorang petinju yang menderita HIV/AIDS. Secara lugas, Tata, memberikan pemahaman tentang bahaya NAPZA dan HIV/AIDS kepada mereka. “Mulai saat ini, mari kita peduli AIDS. Karena Peduli AIDS, Berarti Peduli Diri Sendiri dan Orang Lain,” ajak Tata kepada pelajar SMKN 1 Panji Situbondo. **
VN:F [1.9.6_1107]

Diambil dari : http://www.jurnaltimur.com/peringati-hari-aids-se-dunia-lsm-sar-talk-show-di-cafe-fm-radio.html#ixzz1834OgKD0 Baca dari sumbernya : Peringati Hari AIDS se Dunia LSM SAR Talk Show Di Café FM Radio



Foto JTC : LSM SAR Talk Show
SITUBONDO,-JTC-Dalam rangka memperingati Hari AIDS se dunia yang jatuh pada hari ini, Rabu 1 Desember 2010 sekaligus memberikan pengetahuan kepada masyarakat Situbondo tentang bahaya laten HIV/AIDS, Lembaga Swadaya Masyarakat Simphoni Akar Rumput menggelar talk show pada acara informasi dan Tip (INTIP) yang disiarakan oleh Café FM Radio, Rabu (1/12/2010).Talk Show yang dipandu oleh penyiar Café FM Radio, Nina Febri ini, membahas informasi seputar bahaya laten HIV/AIDS di Kabupaten Situbondo yang disampaikan oleh pendiri LSM SAR Heru Nasution. Dalam talk show tersebut, Heru Nasution secara panjang lebar menurai persoalan HIV/AIDS secara gamblang.
Menurut Heru, HIV/AIDS di Kabupaten Situbondo sudah mengkhawatirkan, kasusnya sudah mencapai 87 orang yang hidup denagn AIDS. “Jika hal ini dibiarkan serta tidak dicegah, maka 10 – 20 tahun mendatang, APBD Kabupaten Situbondo tidak akan cukup untuk membiayai penderita HIV/AIDS,” beber Heru pendiri LSM SAR.
Untuk itu, Heru Nasution memohon kepada masyarakat Situbondo agar mau peduli terhadap kasus HIV/AIDS dan mau mencegahnya dengan cara melakukan seks aman, setia pada pasangan, tidak menggunakan jarum suntik secara bergantian dan hindari pemakaian NAFZA serta jangan melakukan seks bebas.
Talk shaw yang berdorasi kurang lebih satu jam ini, ditutup Tema dan Sub tema Hari Aids se dunia tahun 2010. “Universal Akses dan Hak Asasi Manusia”. Sedangkan sub temanya adalah “Peningkatan Hak dan Akses Pendidikan untuk Semua, Guna Menekan Laju Epidemi HIV di Indonesia Menuju Tercapainya Tujuan Pembangunan Millenium (MDGs)”. **

www.kompasiana.com

http://www.jurnaltimur.com/

http://reguler5.blogspot.com/

http://www.butikangel.com/

Demo Tolak Bupati Tuban




Berbagai kalangan melakukan protes terhadap pencalonan Incumbent Haeny Relawati, dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Tuban 2011 nanti, sebagai wakil bupati yang berpasangan dengan Kristiawan, yang maju dari Partai Golongan Karya (Golkar). Setelah LSM melakukan penonalakan terhadap pendaftaran incumbent , kali ini sejumlah seniman yang tergabung dalam Teater Gombal Amoh dari Gerakan Pemuda Kutorejo (GPK) Art Comunity, menggelar aksi pantomin di depan kantor Panwas jalan Pramuka, Kabupetan Tuban, Senin (13/12/2010) sore.

http://www.etalasemuslim.com/dynamic_sitemap.php

Tingkatkan Iman dan Takwa, Kantor KB Gelar Pelatihan Shalat Khusyu’




Foto JTC ; Pelatihan shalat khusyu'
SITUBONDO-JTC,- Dalam rangka meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT, Kantor Kelurga Berencana Kabupaten Situbondo, menggelar pelatihan shalat khusyu’ yang dilaksanakan di aula lantai II Kantor Sekretariat Pemerintah Kabupaten Situbondo, Sabtu (20-11-2010).
Acara pelatihan shalat khusyu’ yang disampaikan oleh Ustadz Abdul Aziz dari Surabaya ini, dihadiri kurang lebih 300 peserta. Adapun tujuan dilaksankannya pelatihan shalat khusuk ini, tidak lain untuk mengetahui tata cara shalat yang benar, sehinga dapat menciptakan peningkatan shalat secara khusyu’ dan memberikan bimbingan tentang shalat khusyu’ kepada guru agama SMP maupun MA serta siswa-siswi yang tergabung dalam Osis.
“Tujuan dalam pelatihan shalat khusyu’ ini tidak lain untuk meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT, serta memberikan membimbing kepada guru agama agar mau mengembangkan pelatihan atau tata cara melakukan shalat khusyu’ kepada siswa-siswinya,” kata Drs. Syaifullah, Kepala Kantor Keluarga Berencana Kabupaten Situbondo.
Selain itu, Syaifullah juga berharap, kepada para peserta dapat menularkan ilmunya ke orang lain. “Mudah-mudahan dengan dilaksanakan pelatihan shalat khusyu’ ini, para peserta mau menularkan ilmunya kepada orang lain, sehingga pelatihan shalat khusuk tersebut berkembang dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat Situbondo, utamanya masyarakat muslim,” ujar Syaifullah.
Sementara itu, Bupati Situbondo H. Dadang Wigiarto didampingi Wakil Bupati Rachmat SH, M.Hum dalam sambutan singkatnya mengatakan, bahwa pelatihan shalat khusyu’ yang digelar Kantor Keluarga Berencana Kabupaten Situbondo, merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memberikan bimbingan agama terhadap para pejabat agar senantiasa ingat kepada Allah SWT. “Mudah mudahan pelatihan shalat khusyu’ ini benar-benar dihayati secara mendalam oleh para peserta, sehingga setelah pelatihan para peserta dapat melaksanakan shalat khusyu’ dengan benar,” ujar bupati.
Ustadz Abdul Aziz, mempraktekan secara rinci dan gamblang tentang tata cara melakukan shalat khusyu’ kepada 300 peserta. Dihadapan para peserta, Ustadz Abdul Aziz menjelaskan, bahwa melakukan shalat khusyu’ itu sangat mudah, apabila dilakukan secara sungguh-sungguh dan percaya dengan kebesaran atau ke Agungan Allah SWT, maka kita akan mendapatkan sesuatu dari kebesaran Allah SWT. Tapi sebaliknya, jika pelatihan shalat khusyu’ ini hanya sekedar diketahui dan tidak dijalani secara serius, maka tidak akan terasa manfaat dari shalat khusyu’ ini.
Bukan hanya itu saja yang disampaikan Ustadz Abdul Aziz dalam memberikan pelatihan shalat khusyu’ tersebut, namun secara panjang lebar beliau memjelaskan bab per bab pengenai tata cara shalat khusyu’ terserbut. **

Memasarkan Buah Mangga Dinas Pertanian Buka Show Room



Foto JTC ; Shawroom Mangga di Kec. Panarukan
SITUBONDO-JTC,- Dalam rangka lebih mengembangkan potensi produksi buah mangga sekaligus mencari trobosan pemasaran, Dinas Pertanian Kabupaten Situbondo membuka 2 show room buah mangga, di Jalur Pantura Situbondo.
Show Room buah mangga yang digagas oleh Dinas Pertanian Kabupaten Situbondo ini, salah satunya bertujuan agar para pembeli buah mangga berkualitas tinggi ini tidak kebingungan untuk memperoleh mangga hasil petani Situbondo.
Dua show room yang sudah berdiri di wilayah Kecamatan Panarukan dan Jangkar Jalur Pantura Situbondo ini, memiliki akses yang cukup startegis, karena lokasinya sangat mudah dijangkau dan dikenali. Sehingga konsumen atau pembeli buah mangga asli Situbondo tersebut tidak susahpayah lagi untuk mendapatkan buah mangga yang akan dijadikan oleh-oleh buat keluarganya.
Dibukanya 2 show room mangga yang di-produksi petani Situbondo, merupakan langkah awal untuk lebih memaksimalkan pemasaran buah mangga Situbondo. Paket buah mangga yang berkualitas ini di-kemas dalam karton atau duzz berukuran sedang, dengan tujuan agar konsumen pleksibel dalam membawa buah mangganya. “Buah mangga berkualitas itu, kita kemas dalam duzz.” Kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Situbondo Ir. M. Sifa.
Untuk lebih memaksimalkan pemasaran mangga yang diproduksi petani mangga Situbondo, sambung Sifa, pihaknya siap untuk mengikuti berbagai kegiatan atau even pameran produk dalam negeri yang bertujuan untuk lebih memperkenalkan buah mangga asal Kabupaten Situbondo. **
VN:F [1.9.6_1107]

Dinas Pertanian Malang kembangkan budi daya tembakau dengan merangkul Mitra kerja


  
Salah satu kegiatan Dinas pertanian untuk  menyalurkan dana alokasi cukai tembakau  2009 dan 2010 dengan cara merangkul mitra kerja dibidang pengolahan hasil tembakau, Dalam tahun pertamanya kerjasama dengan PT sadana mengembangankan jenis tembakau Virginia sistem panennya dengan cara (oven atau rajang) dan Berley (diperam) namun belum secara menyeluruh  dalam artian untuk pembinaan tehknis petani tembakau maupun sebagai pasar penerima Hasil petani.
 
 Dalam tahun pertama  belum bisa mengalokasikan DAC secara langsung kepada petani dalam bentuk sarana produksi, namun menurut  kabid Produksi tanaman perkebunan Ir. Meniel Wahyuningsih  dinas pertanian baru bisa memberikan bantuan berupa peralatan pertanian semacam  gentraktor,pompa air, cangkul baik juga dalam pembinaan, di tahun 2010 ini dinas pertanian secara langsung mendampingi petani baik dalam pengembangan lahan dan sarana produksi, sehingga bila di tahun pertama sinas pertanian melepas langsung petani untuk bekerja sama dengan PT. Sadana dengan sistem pinjam bayar panen namun setelah ditahun pertama  dinas pertanian bekerja sama dengan BALITAS (Balai penelitian tanaman serat dan tembakau)untuk pemetaan areal mencari lokasi mana yang berpotensi untuk lahan tembakau maka dari itu ditahun kedua ini menurut beliau pihaknya telah menyiapkan 25 ha untuk lahan tembakau jenis oven dan 50 ha jenis tembakau rajangan. Tentunya dengan survey terlebih dahulu  melalui sistem seleksi Calon petani dan calon lahan (CPTL)dengan wadah gabungan kelompok tani yang Tersebar di beberapa kecamatan dikabupaten malang yaitu kec. Donomulyo, kec. Sumberpucung, Kec. Wonosari, kec. Poncokusumo, Kec. Tumpang. Dengan adanya pengembangan lahan yang semakin bertambah menurut Kadis Pertanian kabupaten malang  Ir. Purwanto “ selain dengan PT. Sadana kita mengembangkan lagi  bekerjasama dengan mitra  kerja baru PT.IDS (indonsia Dwi Sembilan) “.  dalam kerjasamanya dengan PT. IDS menurut kabid....khusus wilayah tkec. Tumpang  mencoba sistem jenis tembakau diperam , kegiatan sosialisai dilaksanakan mulai awal april 2010. Ditahun 2010 ini Dinas pertanian mendapatkan kucuran DAC sebesar Rp. 1.513.789.000,- Milyar turun dari alokasi awal sebesar 2,5 Milyar dikarenakan  adanya revisi untuk kelengkapan alat citiscane RSUD Kanjuruhan. Dalam pelaksanaan dilapangan PT. Sadana dan IDS mempunyai kesepakatan dengan para petani tembakau dalam segi hasil panen nantinya hasil panen para petani dinilai dengan gread dan ada petugas lapanga di masing-masing lokasi baik dari IDS maupun Sadana. Sementara Kendala yang dihadapi dilapangan untuk saat ini adalah fakor hujan yang tak kunjung selesai.
 

Senin, 13 Desember 2010

Bermain Bola di Atas Tanah Bekas Terjangan Banjir

Anaka-anak yang bermain bola di atas tanaah bekas terjangan banjir ini selalu ceria melewati sore hari yang bergelayut mendung, dan hujan tengah mengintip para penghubi bantaran/stren kali Ardirejo yang pernah dua kali diterjang bencana alam banjir pada tahun 2002 dan 2008 lalu. /ANS

Minggu, 12 Desember 2010

Mencicipi Sate Tahu di Bantara Kali Ardirejo

Kalau makanan penyempurna rasa yang satu ini bukanlah sate kambeng ataupun sate ayam. Akan tetapi, makanan ini adalah sate tahu yang dijual di daerah pinggiran bantaran kali bekas terjangan banjir 2002 dan 2008 lalu. Yah. salah satu korban banjir yang masih mencoba bertahan menjadi penghuni di pinggiran bantaran kali ini juga bertahan dengan kehidupannya sehari-hari dengan cara berjualan sate tahu.
Satu tahu ini seperti sate-sate biasa lainnya, juga dilumuri bumbu kacang dan sedikit petis dan juga sedikit garam serta gula yang cukupo. Dan rasanya, woouw…menggoda di kerongkongan. Sedangkan satu porsi sate tahu tersebut adalah Rp 5.000,-. Mau coba beli sate tahu? Mampir aja di bantaran kali bekas tempat terjangan bencana alam banjir di Kelurahan Ardirejo, Situbondo, Jawa Timur ini. Selamat mencoba….. /ANS
1292145338926040260
Sate Tahu

Sabtu, 11 Desember 2010

Polres Larang Edar Pupuk Bersubsidi


wis/zonaberita.com)
Bondowoso,( onemediasty;e.com)– Aparat Kepolisian Resor (Polres) Bondowoso, berhasil menggagalkan upaya pengiriman pupuk urea bersubsidi ke luar daerah,pada minggu yang lalu tepatnya di Desa Selolembu, Kecamatan Curahdami.
Dalam penangkapan ini, selain mengamankan sebuah truk Nopol P 9992 EW yang bermuatan sedikitnya 145 sak atau sekitar 7,25 ton pupuk urea, polisi juga mengamankan pengemudi truk. Yakni  Sudarsono (50), warga Desa Derutimur dan Tabah Wijaya (23), warga Desa Sumuragung, keduanya di Kecamatan Sumberejo, Bojonegoro.
Kapolres Bondowoso AKBP Bonny Djianto saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, berdasarkan pengakuan sopir truk, pupuk urea bersubsidi ini rencananya bakal dikirim ke daerah Lamongan.
“Saat ini, truk beserta pupuk urea sudah diamankan di Mapolres. Sementara sopir beserta kernetnya masih diperiksa secara intensif sebagai saksi,” ungkap AKBP Bonny Djianto, Jumat (10/12/2010).
Dari keterangan sementara sopir truk, lanjutnya, pupuk urea bersubsidi itu adalah milik ER (48), warga Desa Penambangan, Kecamatan Curahdami. Sedangkan sopir beserta kernetnya hanya bertugas mengangkut urea bersubsidi ke Lamongan.
Jika memang terbukti memperjualbelikan pupuk urea bersubsidi, mereka melanggar Peraturan Mendag No.21/M-Dag/PER/2/2008 yang telah diubah Peraturan Mendag No.7/M-Dag/PER/2/2009, tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian.
“Mereka juga melanggar UU Darurat No.7 Tahun 1955 tentang pengusutan, penuntutan, dan peradilan tindak pidana ekonomi dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara,” pungkas AKBP Bonny Djianto. (zb )

HTML

<script>
/** Tabloid PROSA **/
var sitti_pub_id = "BC0003452";
var sitti_ad_width = "336";
var sitti_ad_height = "280";
var sitti_ad_type = "2";
var sitti_ad_number = "3";
var sitti_ad_name = "Tabloid PROSA";
var sitti_dep_id = "4109";
</script>
<script src="http://202.52.131.5/delivery/sittiad.b1.js"></script>

SMP Negeri I Situbondo Kirim 25 Siswanya Dalam Paket Pertukaran Pelajar

Untuk yang pertama kalinya, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri I Situbondo, Jawa Timur (Jatim) akan memberangkatkan/mengirim siswa-siswinya yang berprestasi ke negeri singa, yakni Singapura/Singapore pada pertengahanm Januari 2011 mendatang.
Berdasarkan informasi di lapangan yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa segudang prestasi SMP Negeri I Situbondo itu kini akan mengantarkan nama harum sekolah tersebut ke dunia internasional/ke mata dunia. Program yang bernama “Pertukaran Pelajar ” tersebut akan diwakili 25 siswa-siswi yang sebelumnya telah mengikuti proses seleksi awal bersama sejumlah 261 siswa lainnya. Dan adapun ke-25 siswa-siswi tersebut yang akan diberangkatkan ke Singapura tersebut yakni berasal dari kelas 7, kelas 8 dan juga kelas 9 yang akan didampingi oleh 2 orang guru yang terdiri dari seorang guru MIPA, Andy Yulianto, S.com dan guru lainnya, yakni Sri Rahayu Supandi.
Menurut Kepala Sekolah Menegah Pertama (SMP) Negeri I situbondo, Drs. Ibnu Hajar, Spd ketika ditemui di ruangan kerjanya mengatakan,”Adapun proses bagi para siswa yang mau diberangkatkan mengikuti program pertukaran pelajar tersebut yakni melalui berbagai seleksi dan proses seperti seleksi akademis dan juga seleksi wawancara dengan menggunakan bahasa Inggris dengan level TOEFL yang sempurna dan lancar. Dan mereka (ke-25 siswa-red) di Singapura itu selama 10 hari, yang terdiri dari 3 hari pertama yakni kegiatan proses pembelajaran pagi  hingga sore, sedangkan sore hingga malam yakni proses pembelajaran bidang seni dan budaya, kemudian ada juga persandingan semacam study banding mata pelajaran yang belum ada di sekolah Singapura akan di adopsi oleh siswa kita, demikian juga sebaliknya,” papar Drs.  Ibnu Hajar, Spd, Sabtu, (11/12) di ruang kerjanya. (ANS)
12920533851754674611
Kasek SMP Neegri I Situbondo

TK “Nurul Mansyur” Cetak Segudang Murid Berprestasi

Keberadaan sekolah taman kanak-kanak (TK) yangh bernaung di bawah sebuah Yayasan ini beridiri sejak tanggal 7 Juni 1991 berlokasi di Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Situbondo, Jawa Timur (Jatim). Dan pengasuhnya adalah KH. Miisbachul Munir . TK ini bernama TK “Nuruul Mansyur”
TK yang dipimpin oleh kepala sekolah bernama Zainiyah ini telah banyak mencetak para muridnya yang berprestasi. Dan yang paling mendominasi adalahh prestasi mewarnai. Selain prestasi mewarnai, TK Nurul Mansyur ini juga seringg mencetak murif berprestasi di bidang lompat jauh dan juga becak hias pada acara HUT Kemerdekaan tahun kemarin.TTK “Nurul Mansyur” termasuk berakreditasi B.
Menurut kepala sekolah TK “Nururl Mansyur” saat dihubungi di kantornya mengatakan,”Dan harapan saya terhadapp TK “Nuurul Mansyur” ini adalah agar lebih maju lagi dibandingg tahun-tahun kemarin,” ujarnya di ruang kerjanya, Rabu (03/11). (ANS)

Rumah & Keluarga Korban Banjir di Lingkungan Sukorojo Akan Direlokasi

Hujan deras yang mengguyur kota Banyuwangi pada malam Minggu (16/10) lalu telah menyisakan duka bagi sebagian warga masyarakat di Lingkungan Sukorojo, tepatnya di kawasan RT 01, RW II, Kelurahan Banjasari, Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim). Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur tepat pada 5.00 WIB sore, tanggal 16 Oktober lalu juga telah memporakporandakan hati seorang wanita bernama Sriwati dan keluarganya di lokasi bantaran sungai/Kali Mungo tersebut.
Pasalnya, ketika
Rumah & Keluarga Korban Banjir di Lingkungan Sukorojo Akan Direlokasi
Rumah & Keluarga Korban Banjir di Lingkungan Sukorojo Akan Direlokasi
kompasiana  mencoba mengikuti serombongan mobil tim dari Kesbanglinmas Banyuwangi beserta orang-orang Kelurahan Banjarsari tersebut, rumah Sriwati yang semi permanent dan bertengger di atas bantaran kali itu telah disapu bersih oleh luapan air sungai yang setinggi 1,5 meter.
Saat Sriwati ditanyakan salah satu orang dari Kelurahan Banjarsari, apakah mau rumahnya dipindahkan ke tempat yang lain yang lebih aman, wanita yang bersuamikan seorang pria pekerja di pabrik batu bata dan beranak satu ini mengaku bersedia direlokasi ke tempat lain yang lebih aman dari bencana banjir.
“Kalau saya sih iya-iya saja pak, asal tempat itu aman dari banjir dan saya beserta keluarga jadi aman dan tenang. Terus terang saya trauma atas kejadian alam ini, karena banjir yang datang pada malam hari itu datang tepat pukul setengah sembilan saat kami mau terlelap tidur, pak, jadi kami mau-mau saja dipindahkan ke tempat lain yang lebih aman, karena kami sekeluarga semuanya ada empat orang yang butuh ketenangan. Banjir yang datang pada malam hari itu telah menghanyutkan barang perabotan rumah tangga saya seperti kasur, dipan lemari dan banyak lag, kalau ditaksir kerugian kami sekitar kurang lebh lima jutaanlah pak,” papar Sriwati seolah bola matanya akan meneteskan cairan bening, Selasa (19/10) di tepi sungai yang telah menghempas masa depannya. (ANS)

Kondisi Gedung SDN Panji Kidul I Rapuh, Kian Terpuruk, Nyaris Ambruk

Rapuh, terpuruk, dan nyaris ambruk. Tiga kata yang tidak sedap didengar telinga itulah yang kini tampaknya sedang akrab dengan kondisi gedung sekolah dasar negeri (SDN) Panji Kidul I yang berlokasi  sekitar kurang lebih empat kilo meter dari pusat/jantung kota Kabupaten Situbondo, Jawa Timur (Jatim).
Saat kompasiana bertandang ke halaman sekolah tersebut, seorang pria paruh baya berseragam safari hitam keluar dari balik daun pintu bangunan tua SD tersebut, mendekat dan menyambut hangat dengan senyum atas kedatangan kompasiana. Pria paru baya itu adalah Kepala sekolah SDN I Panji Kidul, Nawi Dihardjo, Spd yang telah siap diwawancarai seputar keberadaan kondisi gedung sekolah tempat dia mengabdi sebagai insan pendidik.
Dan Kepala Sekolah SDN I Panji Kidul itupun langsung mengantar kompasiana ke tempat titik-titk kondisi gedung yang kritis di sebelah ruangan kerjanya. Benar saja, ternyata sebuah ruangan kelas yang telah lama tidak terpakai kini nyaris menjaadi sebuah gudang penyimpanan barang. Dan, atap-atap gentingnya sudah jebol. Kulit-kkulit tembok ruangannya juga telah mengelupas termakan waktu. Ya, maklum saja, SDN I Panji Kidul yang didirikan sejakk tanggal 7 September 1937 tersebut hingga saatt ini memang terkesan selalu luput dari perhatian pemerintah, khususnya perhatian dari pihak Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Situbondo.
Menurut Kasek SDN I Panji Kidul, Nawidihardjo, Spd, pada saat ini jumlah siswa-siswi keseluruhan adalah 37 orang dengan kapasitas 6 ruang kelas untuk kegiatan belajar-mengajar, serta jumlah guru tidak tetap (GTT) sebanyak 4 orang, PNS 4 orangg dan ditambah satu guru agama.
“SD ini adalah SD palingg tua yangg kondisinya seperti ini, jumlah siswa yang sedikit selaluu dijadikan kambing hitam untuk tidak memperoleh bantuan DAK, namun saya sebagai kepalaa sekolah tidak pernah berkecil hati. Meskipun kondisi SD kkami seperti ini, namun kami telah mendirikan sekolah gedung TK yang dibantu dengan dana ADD atas kebijakan kepala desa setempat, dan nama TK itu adalah TK “Dharma Wanita” dengan jumlah murid 25 anak. Dan meskipun saya baru tiga bulan memimpin SD ini, saya tak pernah patah semangat untuk membangun mental-mental dan jiwa anak didik saya,” papar Nawi Dihardjo, Spd dii ruangan kerjanya yang dulunya adalah ruangan kelas, Senin (01/11). (ANS)

Mencicipi Es Oyen, Menghapus Dahaga di Situbondo yang Panas

Kabupaten Situbondo, Jawa Timur (Jatim) adalah Kabupaten di tepi pantai utara (Pantura) yang dekat dengan pesisir dan praktis udaranya panas. Para pedagang es mungkin adalah solusi bagi para pengunjung Situbondo yang kepanasan dan merasakan haus dahaga. Salah satunya pedagang Es “OYEN” yang setiap hari mangkaldi alun-alun Situbondo.
Menurut kabar burung yang aku denger, Es “OYEN” itu pada mulanya yang berjualan adalah orang-orang Jawa Barat (Jabar) yang merantau di Situbondo. Dan akupun mulai mencicipinya di alun-alun Kabupaten Situbondo. Dengan merogoh kocek Rp 3 ribu, semangkuk es “OYEN” telah terhidangkan di depan mataku.
Adapun isi dari menu Es “OYEN” tersebut adalah terdiri dari irisan buah alpukat, butiran mutiara, agar-agar,ketan ijo, dan cairan susu plus pecahan es batu. Dan Es “OYEN pun siap diminum. Hmm…rasa dahagapun mulai terhapus. (ANS)

Sanggar Seni “Wahana Puspa Budaya” Sumbang Tarian Buat Festival Budaya

Acara pelaksanaan festival budaya tinggal menghitung hari, tepatnya pada tanggal 4 Desember 2010 di Pendopo Kabupaten Situbondo, Jawa Timur (Jatim).  Sedangkan salah satu persiapan yang ditunjukkan oleh sanggar seni “Wahana Puspa Budaya” pada hari Sabtu (27/11) lalu adalah persiapan-persiapan latihan tari di Pendopo Kecamatan Panji.  Dan sanggar seni “Wahana Puspa Budaya” yang dikomandani oleh P. Tutun menurut rencana akan menyumbangkan sejumlah tari-tarian daerah yang dimainkan anak binaan P. Tutun.
Saat Ketua sanggar seni “Wahana Puspa Budaya”, P. Tutun dihubungi di sela-sela melatih tari di Pendopo Kecamatan Panji, pria berkumis kelahiran Madura tersebut mengatakan,”Kami selaku pembina dan pengelola sanggar seni “Wahana Puspa Budaya” ini rencananya akan menyumbangkan sejumlah tari-tarian daerah seperti tari yang berjudul “Giring Angen”, “En Maenan Pelthong” “Lanjheng”,  “Amaen Nak-Anakan” dan “Mongkor”. Dan dari sejumlah judul tarian tersebut diberi tema “Arokat Mengkang”, papar pria yang telah 4 tahun mengkomandani sanggar seni “Wahana Puspa Budaya”tersebut kepada kompasiana.com di halaman kantor Kecamatan Panji, Sabtu (27/11) lalu. (ANIES SEPTIVIRAWAN)

Dermaga Pelabuhan Panarukan Menunggu Tahun Operasional, Ditempati Mancing

Hoby memancing tidak saja bisa disalurkan di danau ataupun di sungai, di dermaga pelabuhan yang menjorok di Pantai Laut Panarukanpun bisa jadi. Dan hal itu setiap hari dilakukan oleh warga masyarakat Situbondo, Jawa Timur. Salah satu warga masyarakat Situbondo ini adalah seorang pensiunan pegawai negeri sipil yang berkediaman di Perumahan Nasional/Perumnas Panji Permai yang enggan dituliskan namanya berkomentar kepada kompasiana.com,”Saya hoby memancing di mana saja termasuk di dermaga pelabuhan Panarukan ini, mas. Dan saya baru kali ini mencoba-coba memancing di sini, biasanya saya memancing di tambak, siapa tau di sini saya bisa memperoleh ikan yang kakap, sembari menunggu tahun beroperasionalnya dermaga ini dua tahun lagi,” ujarnya di tengah dermaga.

Yang Tercatat Pada Awal April 2010

Ketika hatiku lelah dan ingin kulabuhkan di hati Fitri
senjapun beranjak dan menyapaku dengan lunglai
merebut pelabuhan hatiku yang terakhir dan semuanya
tlah kutumpahkan seperti apa yang sebelumnya
terpendam di perut bromo
Kaki Bromo, April

Jumat, 10 Desember 2010

Mereka yang Dibungkam

1291925624696504458
(alm) Munir dan istrinya, Suciwati
First they ignore you, then they laugh at you, then they fight you, then you win. [Mahatma Gandhi]
Kemarin malam tayangan ‘Mata Najwa’ berbicara tentang orang-orang yang mati dalam usahanya mencari kebenaran. Marsinah, Udin, dan Munir. Mereka mati karena berani menentang kekuasaan yang lalim, yang tidak tahan kritikan, yang selalu menutupi kebenaran untuk berbagai macam kepentingan masing-masing.
Hal tersebut bukanlah cermin dari sebuah negara demokrasi. Kalau kata GIE puluhan tahun yang lalu: “kita seolah-olah merayakan demokrasi tetapi memotong lidah orang-orang yang berani menyatakan pendapat yang merugikan pemerintah. Mereka yang berani menyerang koruptor-koruptor mereka semua ditahan.
Memberitakan sebuah kebenaran, menyampaikan pendapat atau kritikan kepada para penguasa, memang mempunyai sejumlah resiko yang tidak bisa dibilang mudah. Itu bisa kita lihat dari sejarah. Padahal hanya pada kebenaran kita bisa berharap. Selama televisi dan radio masih berteriak-teriak menyebarkan kebohongan, kita yang ada di dunia harus berani melawan. Meskipun kebenaran cuma ada di langit dan dunia hanyalah palsu. Palsu! [GIE]
Tetapi biar bagaimana pun, kebenaran, seperti yang saya juga yakini, akan muncul “dengan sendirinya” meskipun banyak tangan yang berusaha menutupi. Ada yang waktunya singkat, tetapi ada pula kebenaran yang membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun untuk bisa mengapung ke permukaan dan dilihat semua orang.
Contoh saja bagaimana insiden pembantaian di Dili, Timor Timur, yang awalnya selalu ditutupi kebenarannya, tetapi pada akhirnya muncul ke permukaan juga.
Ketika pada suatu hari saya menerima skripsi berjudul Pemberitaan Peristiwa Santa Cruz, Timor Timur, dalam Majalah Jakarta Jakarta: Analisis Wacana Kritis Model Norman Fairclough atas rubrik “Gong!” pada majalah Jakarta Jakarta Edisi no. 282 (23-29 November 1991) dan Edisi no. 288 (4-10 Januari 1992), saya rasakan pada wajah saya terkembang suatu senyuman. Barangkali senyuman itu mempunyai suatu makna: “Begitulah, fakta yang semula maunya dibungkam, tak terbendung untuk terus menerus mengalami pembergandaan.
Mungkin saya lupa, justru karena dibungkam, fakta itu mendapatkan berbagai dimensi pembermaknaannya.

Saya tercekat, begitulah rupanya sejarah berlangsung. Bahkan pemberitaan tentang Insiden Dili di Jakarta Jakarta waktu itu sebetulnya juga belum mengungkap semuanya, tetapi 16 tahun kemudian penelitian atas bahasanya ternyata mampu membongkar yang tersembunyi–jejak sejarah itu terlacak melalui ilmu pengetahuan. Tentu melalui usaha keras untuk membongkarnya.
Pendapat yang pernah saya tulis … , bahwa “kebenaran” akan muncul “dengan sendirinya” harus saya akui keliru, karena ternyata apapun yang menjadi keyakinan haruslah diperjuangkan.
[Seno Gumira Ajidarma -Pengantar 'Trilogi Insiden']
Ya, kebenaran memang harus diperjuangkan. Fakta memang bisa dimanipulasi, tetapi kebenaran tidak akan pernah bisa ditutupi. Ia bagai emas yang terpendam jauh di dalam tanah, dan pada akhirnya menarik banyak orang yang berusaha menggalinya, berusaha menemukannya. Karena memang sebenarnya, kebenaran itu sangat berharga.
Walaupun dalam usaha mereka menggali untuk menemukan kebenaran, banyak hal yang harus dipertaruhkan, termasuk nyawa sang pencari kebenaran.
  • 11 Februari 2009, Anak Agung Gede Bagus Narendra Prabangsa, wartawan harian Radar Bali, dibunuh karena pemberitaannya yang kritis. Ia menulis tentang korupsi proyek Dinas Pendidikan, yang merugikan negara milyaran rupiah. Mayatnya dibuang ke pantai Padangbai, Karangasem, dan ditemukan lima hari kemudian di Teluk Bungsil. Otak pembunuhan berencana ini adalah I Nyoman Susrama, anggota DPRD II Bangli. I Nyoman Susrama dijatuhi hukuman seumur hidup.
  • Juli 2010, Ardiansyah, wartawan tabloid Jubi, dan Merauke TV ditemukan tewas dengan tubuh penuh luka di Sungai Gudang Arang. Sebelumnya korban pernah mendapat ancaman pembunuhan melalui pesan pendek. Aliansi Jurnalistik Independen (AJI) Jayapura menduga Ardiansyah dibunuh terkait pemberitaan Pilkada.
  • Natalia Estemirova, seorang aktivis asal Chechnya. Ia membuat dokumen tentang kasus pelanggaran yang dilakukan para penegak hukum. Natalia Estemirova juga melakukan penyelidikan terhadap pembunuhan ilegal dan eksekusi publik. Juli 2009, ia tewas dibunuh dengan dua (2) luka tembak di kepala.
  • Sali Grace, aktivis HAM asal Amerika Serikat. Aktif dalam gerakan protes terhadap gubernur Oaxaca, Meksiko: Ulises Ruiz, atas tuduhan korupsi. Pada 26 September 2008, Sali Grace diperkosa dan dibunuh.
  • Malcolm X, menteri muslim hitam Amerika. Aktif mendukung gerakan Black Power tahun 60 dan 70an, tewas dengan 16 peluru di tubuhnya pada 21 Februari 1965 saat berpidato.
  • Martin Luther King, aktif dalam penghapusan diskriminasi rasial Afrika-Amerika, ditembak saat berdiri di balkon kamar motel 4 April 1968. Pembunuhnya, James Earl Ray, akhirnya tertangkap. Dia adalah seorang rasis berkulit putih.
Menurut catatan Najwa juga, selama tahun 2010, ada 59 jurnalis di 25 negara menjadi korban pembunuhan. [Amerika Latin : 24 wartawan, Asia : 14 wartawan, Afrika : 9 wartawan]
Tetapi itulah resiko perjuangan mencari kebenaran. “…bahwa mereka mati itu bukan soal. Mereka telah memenuhi panggilan seorang pemikir. Tiada indahnya penghukuman mereka. Tetapi apa yang lebih puitis? Selain bicara tentang kebenaran.” [GIE]
********/*******
Mungkin penguasa tidak pernah bisa belajar dari sejarah. Bahwa kebenaran selalu akan dicari, dan tidak akan pernah bisa ditutupi tanpa diketahui. Mungkin juga penguasa lupa akan sejarah. Bahwa kritikan yang membangun adalah baik untuk perkembangan sebuah jaman.
Meskipun dari sisi psikologis, sebuah kritikan yang menyerang ego seseorang bisa membuat orang tersebut lupa diri. Hingga kemudian berusaha mengantipati sebuah kritikan yang tertuju padanya, karena kritikan itu sangat mengena, telak, menyerang kemapanannya, mengganggu kenyamanannya. Walau hati nuraninya mengakui kritikan itu sebagai sebuah hal yang benar, tapi seringkali rasa egois yang dimilikinya membuatnya mati rasa.
Itulah sebabnya ada ancaman. Ada pembunuhan. Ada penghilangan. Ada pelanggaran kemanusiaan. Hanya karena seseorang kalap kepada sebuah kritikan, atau pada sebuah usaha yang mempertanyakan dan mencari kebenaran.
Ada pernyataan lucu, unik, atau bisa juga disebut ironi, yang dituliskan oleh Seno Gumira Ajidarma, perihal ancaman yang pernah tertuju padanya. Ancaman akibat dia menuliskan kebenaran.
Saya hanya akan menceritakan bagaimana peristiwa itu terasa dekat-dekat saja, yakni bahwa saya masih bisa mengingat wajah-wajah para pejabat militer dan para pejabat perusahaan tempat saya bekerja,yang setelah sepuluh tahun masih juga menerbitkan rasa iba pada diri saya. Itulah wajah-wajah kekuasaan yang angkuh tapi rapuh, jumawa tapi ketakutan, marah tapi tak berdaya–dan untuk kebakaran jenggot semacam itu, kebersalahannya harus ditimpakan kepada saya. Wajah pejabat militer yang membentak-bentak saya sebetulnya kasihan sekali, karena tampak betul ketakutannya kepada ia punya atasan, yang kemungkinan besar juga takut kepada atasannya lagi,atas bocornya berita pembantaian di Jakarta Jakarta. Seluruh usahanya untuk menimbulkan ketakutan kepada diri saya kurang berhasil, karena kemarahannya ternyata tidak sepenuh hati, namun ia wajib memberikan kesan kepada saya betapa pemuatan berita itu adalah kesalahan besar.

Saya hanya bisa mengatakan, situasi ini sangat khas di masa Orde Baru. Kami, para pekerja pers masa itu, telah akrab dengan ketakutan. Sebagian bisa main-main dengan ketakutan, sebagian lagi memelihara ketakutan itu, juga setelah Orde Baru tumbang.
Wajah-wajah yang saya ingat sampai sekarang itu adalah wajah-wajah pencari keselamatan, dan hal itu tentu saja manusiawi. Namun sampai seberapa jauh keselamatan yang satu boleh mengorbankan yang lain? Seberapa jauh pembantaian orang-orang tidak bersenjata boleh didiamkan, demi kepentingan apa pun dari lembaga manapun? Saya ingin mendengar sebuah jawaban.
Hari-hari itu saya memikirkan harga jiwa manusia. Saya menulis cerita dengan semangat perlawanan, antara lain, untuk melawan ketakutan saya sendiri–dan saya sungguh bersyukur telah mendapat pilihan untuk melakukannya. Penguasa datang dan pergi. Cerita saya masih ada.
Seno Gumira Ajidarma [catatan penulis: Saksi Mata]
********/*******
Kemudian seperti biasa, tayangan ‘Mata Najwa’ berakhir dengan sebuah catatan:
Penghilangan paksa, adalah metode universal para penguasa dunia. Penculikan, penembakan gelap, teror dan penghilangan orang dari atas udara, merupakan modus perang terhadap mereka yang dianggap musuh negara. Di Amerika Latin, di Afrika, di Asia Tenggara, kekerasan tanpa perikemanusian itu melembaga ke dalam negara, yang dikendalikan oleh rejim penguasa. Indonesia, tanpa kecuali. Sejak masa perang revolusi, hingga tragedi G30S yang menghabisi ratusan ribu simpatisan kiri. Dari kasus tanjung priok, hingga tragedi Trisakti, tumpahnya darah kerap mengancam demokrasi. Mereka mati dibungkam, karena dituduh subversi. Dianggap mengancam keamanan dalam negeri. Mereka harus rela mati dibungkam, agar para preman berdasi, pelanggar HAM, dan penjahat korupsi aman terlindungi. Sadarlah, penguasa! Jaman sudah jauh berubah. Siapa bisa melawan keniscayaan sejarah? Kini bukan saatnya lagi demokrasi harus tunduk pada moncong senjata terarah.
Catatan saya: penguasa seringkali lupa, bahwa mereka hidup di dunia yang fana. Sementara. Mereka yang mati akibat dibunuh oleh mereka, bisa saja akan dipertemukan kembali di alam baka. Sang penguasa di lorong menuju neraka, dan para pencari kebenaran melihatnya dari jendela yang ada di dalam surga. Dan pada saat itu yang berkuasa adalah Sang Raja Manusia. Sang penguasa yang selama di dunia berlaku lalim akan disiksa selamanya. Saat itulah penguasa dunia bisa tahu siapa yang lebih berkuasa. Meskipun sudah terlambat menyadarinya.
Yogyakarta, 09 Desember 2010 [9:10 AM]

Senin, 06 Desember 2010

Arus Air di DAM Pintu Lima Kotakan Deras, Warga Panik & Berkemas-kemas Mengungsi

SITUBONDO-(onemediastyle.com) Bencana banjir tahun 2002 & 2008 sepertinya akan terulang kembali. Pasalnya, sejumlah warga masyarakat mulai tepat pukul 8.30 WIB tampak sudah panik ketika mendengar bunyi deru derasnya aliran air di DAM Pintu Lima Kotakan, Situbondo, Jawa Timur (Jatim).
Sejumlah warga masyarakat yang trauma tersebut memang sangat beralasan, sebab sejak siang dan sore tadi, Minggu (06/12) Kabupaten Bondowoso diguyur hujan deras tanpa henti, dan otomatis air hujan itu mengalir ke sungai sehingga meluapkan aliran derasnya di sekitar aliran sungai di DAM Pintu Lima Kotakan hingga ke bantaran sungai Kelurahan Ardirejo dan juga di jembatan PLN Sumber Kolak.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun onemediastyle.com di lapangan menyebutkan bahwa, kepanikan warga Kelurahan Ardirejo sudah dibarengi oleh sikap siaga dengan cara berkemas-kemas barang-barang dan perabotan rumah tangganya yang akan dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
"Seja tadi pukul 20.00 WIB, saya sedang asik menonton acara pertandingan tinju Chris John di televisi tiba-tiba saya mendengar suara gemuruh air yang menderu dan saya langsung mengkontak sanak sodara terdekat saya serta para tetangga untuk mengkemas barang-barang perabotannya yang dianggap perlu untuk diamankan dari bencana banjir seperti pada peristiwa banjir Oktober 2008 lalu," ujar warga Ardirejo, Muni (50) kepada www.onemediastyle.com di halaman rumahnya yang sudah digenangi air setinggi lutut orang dewasa. (ANS/Hari)

Rabu, 24 November 2010

Warga Tamansari Bondowoso Unjuk Rasa, Desak Bupati Tutup SPBE

Tepat pada pukul 11.30 WIB, Hari Selasa (24/11) siang tadi, puluhan warga Kelurahan Tamansari berunjuk rasa ke halaman gedung dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Bondowoso, Jawa Timur (Jatim). Adapun opsi atau tuntutan puluhan warga tersebut menginginkan/mendesak  Bupati Bondowoso, H. Amin Sa’id agar segera menutup stasiun pengisian bahan bakar elpiji (SPBE) di Kelurahan Tamansari.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun kompasiana.com di lapangan menyebutkan bahwa, setelah ngeluruk dan menyalurkan aspirasinya ke halaman kantor DPRD, puluhan warga tersebut meneruskan menyampaikan aspirasinya ke jalan depan kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso, Jawa Timur (Jatim).
Dan di jalan depan kantor tepat di depan pintu gerbang Pemkab tersebut, puluhan warga yang berjalan kaki/long march dari halaman Kantor DPRD ke depan kantor Pemkab tersebut akhirnya berorasi sembari meneriakkan yel-yel: “Tutup SPBE di Tamansari! Tutup SPBE di Tamansari…..!!!”
Dan wargapun  tetap ngotot berupaya akan menemui Bupati Bondowoso guna membicarakan kemudharatan SPBE di Kelurahan Tamansari tersebut. (ANS)
12905185971385305944
puluhan warga Tamansari Bondowoso Demo SPBE

Kamis, 18 November 2010

Harga BBM Bakal Naik, Konsumen SPBU di 3 Kabupaten Antre

Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin ditengarai bakal naik lagi. Hal itu terlihat dari hari ke hari konsumen bensin selalu antre di stasiun pengisian bahan bakar minyak (SPBU). Dan hal itu tidak hanya terjadi di satu Kabupaten, bahkan 3 Kabupaten di eks-Karesidenan Besuki, para konsumen sudah antre membeli bensin pada siang hingga sore hari.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Tabloid PROSA menyebutkan bahwa para konsumen yang antre di  3 Kabupaten tersebut yakni kabupaten Situbondo, Bondowoso dan juga Jember. Menurut pantauan Tabloid PROSA di lapangan, antrean konsumen yang terjadi di SPBU-SPBU Situbondo telah berlangsung 3 hari. Dan antrean konsumen yang terjadi di Kabupaten Bondowoso yakni mulai terlihat pada tanggal 15/11 tepat pukul 02.00 WIB hingga 05.00 WIB sore. Antrean konsumen bensin di Bondowoso tersebut berlangsung di SPBU Tamansari, dan juga di SPBU Maesan serta di SPBU Kecamatan Klabang. Sementara itu di SPBU Kecamatan Tenggarang dan di SPBU Kembang,  Bondowoso tampak sepi, bahkan tutup dan tampak terlihat papan bertuliskan : "BENSIN HABIS".

Menurut salah satu karyawan di  SPBU Maesan kepada PROSA mengatakan," Antrean konsumen bensin untuk kendaraan roda dua/sepeda motor sudah berlangsung mulai jam 2 siang hingga sekarang jam lima sore, namun harga bensin biasa masih belum naik, harganya tetap Rp 4.500 per liter," ujarnya, Rabu (15/11). (ANS/HAR/JHN/NUS)

Rabu, 10 November 2010

Pembinaan Anggota Linmas di Kecamatan Arjasa Situbondo

Sebuah acara pembinaan anggota lintas masyarakat (Linmas) se-Kecamatan Arjasa telah berlangsung beberapa waktu lalu di Pendopo Kecamatan Arjasa, Situbondo, Jawa Timur (Jatim). Adapun dalam acara tersebut juga dihadiri oleh para anggota koramil serta anggota Polsek Arjasa selaku pembina dan juga sebagai nara sumber langsung terhadap anggota Linmas seluruh Kecamatan Arjasa.
Sedangkan tujuan dari pada diselenggarakannya acara tersebut, menurut Sekretarsis Kecamatan (Sekcam) Arjasa, Syaiful Bari, S.sos, MM kepada kompasiana mengatakan bahwa,”Pembinaan untuk para anggota Linmas se-Kecamatan Arjasa ini adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) khususnya Linmas di tingkat desa agar bisa mengetahui cara menangani dan melumpuhkan penjahat atau perampok maupun pembuat  onar. Dan selain itu, agar linmas tahu prosedur pelaporan jika terjadi permasalahan keamanan yang ditimbulkan oleh manusia ataupun alam.  Dan juga mengetahui tata cara baris berbaris (PBB). Sedangkan yang terakhir adalah untuk mengaktifkan penjagaan pos-pos keamanan lingkungan (kamling) baik yang ada di desa-desa maupun yang ada  di dusun-dusun, sedangkan harapan saya ke depan yakni agar pembinaan linmas ini agar berkesinambungan sehingga ke depannya, pelatihan ataupun diklat terhadap anggota linmas secara kontinyu itu harus dilaksanakan,” pungkas Syaiful Bari, S.sos, MM kepada kompasiana di ruang kerjanya, Rabu (10/11). (ANS)12894034251096639000

Selasa, 09 November 2010

Three In One Media At Situbondo

Keberadaan media cetak dan elektronika di Kabupaten Situbondo dalam setahun terakhir semakin marak saja. Bak tumbuhnya jamur di musim penghujan. Dan hal itu terbukti dngan bertambahnya tiga media cetak berupa dua tabloid dan satu majalah yakni Tabloid X-POSE STYLE, Tabloid PROSA dan Majalah Edukasi. Ketiga media cetak tersebut terbit di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur (Jatim). Dan ketiga media cetak itu bekerja sama dengan media online yang beralamat di www.onemediastyle.com. Pendiri masing-masing media cetak tersebut yakni Tabloid PROSA didirikan Anies Septivirawan/latiful Djamal, Tabloid XPOSE STYLE didirikan oleh Ari Syamsul Arifin serta majalah Edukasi didirikan oleh Hari Atmoko. Sedangkan berita-berita yang ada di ketiga media cetak tersebut juga bisa dibaca di situs www.onemediastyle.com yang beralamat kantor di Jalan Sunan Giri No 26 Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim) yang dikomandani oleh Mas’ari Hidayat. (ANS)

Senin, 08 November 2010

Sajak-Sajak Susy Ayu

Tentang Makna yang Kucatat
Aku pernah berada di luar sejarah
ketika hidupku tak dimaknai sejenis tanaman merambat
ke arah mentari sesekali berbunga dan senang bersamamu,
di taman ini aku mampu mekar sederhana
tapi bagiku seindah nirwana sebagaimana waktu membuat kita mengenyam lupa,
tapi juga mendekatkan antara kelahiran dan kematian
dalam pada itu, tak bisa kutolak,
bahwa engkaulah yang menandai kehidupanku

Susy AyuJuli 2010


Seperti Makassar,
Kini Kuterenggut oleh Bisumu
di muara Jeneberang ku menunggu
sebelum kangen mengutukku
menjadi batu batu Sombaopu yang kau susun
untuk tak bercakap denganku apa yang kau saksikan, kekasih?
ketika tak lagi kau tiupkan angin yang menghangat
selain bandar-bandar karam dan legenda kakek moyangku
yang dicuri para pengembara: cinta-cinta yang kelu
surat-surat Galileo kepada Karaeng Patingaloan
yang entah sampai ke tangan siapa

Susy Ayu27 Juni 2010


Secangkir Lumpur
beratus ratus kilometer pencarianku setelah gaung
di dada-dada yang berlubang tangis
membusuk di tiang-tiang rumah
mengganjal katupan mataku sebab lelah sia-sia berteriak
sejak empat tahun lalu tak ada yg bisa kembalikan kampungmu
tempat si tole mengejar impian sambil kau merapal juntaian doa
tinggal selembar kerudung menyentuh adzan Magrib
di penghujung puasamu senjaku luruh,
dikdi berandaku yang masih kokoh aku berbuka dengan secangkir lumpurmu

Susy AyuAgustus 2010

MAN II Situbondo, Sekolah Masa Depan Berbasis IT

Saat ini adalah abad informasi dan tekhnologi (IT) yang banyak orang menyebutnya dengan abad digital. Dan IT itu sendiri telah memasuki berbagai lini kehidupan. Tidak terkecuali dengan lini edukasi (pendidikan) yang dalam hal ini sekolah madrasah aliyah negeri (MAN) II Situbondo yang berlokasi di Jalan Argopuro tersebut telah menyesuaikan diri dengan jaman mutakhir sekarang.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Tabloid PROSA  menyebutkan bahwa, di sekolah tersebut juga menyediakan sekolah unggulan yang bernama D-II setara dengan Diploma yang bekerja sama dengan Institut Tekhnologi Surabaya (ITS).
Selain sekolah unggulan D-II, di sana juga ada sekolah Bilingual dan boarding School.       (ANS)