Selasa, 21 Desember 2010

DATA PESERTA JAMKESMAS BONDOWOSO DISINYALIR AMBURADUL

Amburadulnya data peserta Jamkesmas Bondowoso terkuak pada saat sebuah peserta a/n Moh. Sopi warga Desa Taman, No: 0001875348369 Jamkesdanya di tolak oleh RSU Soebandi Jember, lantaran nama orang tua yang masuk di dalam database tidak sesuai, padahal sudah jelas nama yang bersangkutan tertulis dalam kartu peserta Jamkesmas sehngga persoalan inipun menjadi sumber terkuaknya keamburadulan data.
Dalam kartu Jamkesda tertulis Moh.Sopi dengan kepesertaan sebagai anak, dengan tanggal kelahiran 15/06/1998,,Dsn.Klabang Agung Desa Taman Kecamatan Taman Krocok dengan PPK:13320302-PKM Taman Krocok Bondowoso padahal Dusun  tersebut dalam kartu peserta tidak pernah ada di Desa Taman sehingga membuat orang tua dari Moh.Sopi sangat kecewa atas kinerja pendatanya.
Setelah diklarifikasikan kepada Bapeda Bondowoso, diperoleh jawabanbahwa kesalahan ini dari pihak pendata di desa masing- masing namun menurut Kepala Desa Taman, H. Budaeri justru kecewa dengan keamburadulan data Peserta Jamkesmas yang tidak mungkin Desa menyampaikan data yang tidak sesuai, karena ini demi kepentingan warga sambil menunjukkan Register peserta rata-rata yang mengalami kesalahan terutama dari alamat yang tertera dalam kartu peserta.
Kasi PMD menjelaskan jika itu milik warga Desa lain seperti peserta Desa Kretek tertukar alamatnya dengan warga Desa lainnya namun saat ditanyakan siapa yang harus bertanggung jawab atas kesalahan ini, kasi PMD menganngap jika penda di Kabupatenlah yang harus memperbaikinya
Hal yang diakui oleh salah satu pegawai di Lingkup Bapeda Bondowoso, bahwa semuanya tergantung kepada SDM yang melaksanakan pendataan namun dari pengkajian persoalan tersebut, mana mungkin akurasi data yang disampaikan oleh Desa tiba-tiba saat Kartu dikeluarkan mengalami perubahan alamat Desa maupun alamat Kecamatan, jadi dengan adanya persoalan ini jelas sudah terbukti bahwa ini adalah keteledoran Petugas.(cip)

Wartawan Senior Gedung Putih Pensiun karena Kecam Israel

Wartawati Helen Thomas, 89 tahun, dikecam minggu lalu karena mengatakan Israel harus “segera angkat kaki dari Palestina."

Seorang wartawati kawakan Gedung Putih, Helen Thomas, pada hari Senin secara mengejutkan pensiun setelah membuat pernyataan yang kontroversial tentang Israel.
Thomas yang berusia 89 tahun bertugas di Gedung Putih sejak tahun 1960 dan telah meliput pemerintahan 10 presiden Amerika. Perusahaan tempat Thomas bekerja, Hearst, mengumumkan hal itu hari Senin.
Minggu lalu, Thomas dikecam karena mengatakan Israel harus “segera angkat kaki dari Palestina” dan menambahkan warga Yahudi sebaiknya kembali ke kampung halaman mereka di Jerman, Polandia atau Amerika.
Juru Bicara Gedung Putih Robert Gibbs menyebut pernyataan Thomas itu sebagai “menghina dan tercela." Persatuan Wartawan Gedung Putih mengatakan pernyataan Thomas tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Thomas mengatakan ia menyesali komentarnya dan menambahkan keyakinan sanubarinya bahwa perdamaian akan terwujud di Timur Tengah, apabila semua pihak memahami perlunya saling menghormati dan toleransi satu sama lain.