Selasa, 14 Desember 2010

LSM SAR Sosialisasi HIV/AIDS di SMKN I Panji Situbondo

Foto JTC ; Sosialisasi
SITUBONDO-JTC-,-Dalam rangka menekan jumlah penderita HIV/AIDS dan pemakai NAPZA di Kabupaten Situbondo, Lembaga Swadaya Masyarakat Simphoni Akar Rumput (LSM SAR), melakukan sosialisasi atau memberikan wawasan tentang bahaya laten NAPZA dan HIV/AIDS kepada 100 orang siswa-siswi SMKN 1 Panji Situbondo, Jum’at (19-11-2010).
Sosialisasi yang berlangsung di aula SMKN 1 Panji ini, di buka oleh Waka Kesiswaan, Em. Muzammiel, M.MPd. Dalam pembukaan sosialisasi bahaya NAPZA dan HIV/AIDS tersebut, Em. Muzammiel berharap atau meminta kepada siswanya agar mengikuti sosialisasi dengan baik, dan hasil dari sosialisasi tersebut agar dapat ditularkan kepada siswa-siswi yang lain di SMKN 1 Panji.
Heru Nasution didampingi Tata Wulandari, Purwinanto dan Heru Hartanto ketika menyampaikan materi sosialisasi tentang bahaya laten NAPZA dan HIV/AIDS mendapat sambutan antusias dari 100 pelajar SMKN 1 Panji. Secara lantang siswa-siswi ini mempertanyakan tentang bahaya NAPZA dan HIV/AIDS kepada pemateri. “Pak bagaimana caranya menghindari agar kita tidak tertular HIV/AIDS dan mengetahui orang yang terinsfeksi atau penderita HIV/AIDS,” kata Susan tanya kepada pemateri.
Bukan hanya Susan saja yang melemparkan pertanyaan-pertanyaan bahaya laten HIV/AIDS kepada pemateri. Namun Afandi, Dwi Puspita Sari, Ahmad Faizal, Aji Saka, Lindah, Atika Selvi juga secara kritis mempertanyakan cara pengobatan dan memberikan perlindungan terhadap penderita HIV/AIDS.
Menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan siswa-siswi SMKN 1 Panji ini, Heru Nasution selaku pendiri LSM SAR sekaligus pemateri atau nara sumber sosialisasi tersebut, menjawab secara panjang lebar tentang bahaya NAPZA dan HIV/AIDS itu. “Jika orang sudah terinspeksi HIV/AIDS, maka kekebalan tubuhnya akan melemah dan hingga saat ini belum ditemukan obatnya. Maka itu, saya berharap kepada siswa-siswi SMKN 1 Panji, Kabupaten Situbondo harus mampu menghindari perbuatan maksiat yang melanggar hukum-hukum agama dan menghindari penggunaan NAPZA yang melanggar hukum pidana,” terang Heru Nasution kepada pelajar SMKN 1 Panji yang mengikuti sosialisasi tersebut.
Bukan hanya itu saja yang disampaikan Heru, kepada pelajar SMKN 1 Panji. Namun, mantan staf ahli bidang kesehatan ini, juga menjelaskan secara rinci tentang bahaya NAPZA dan HIV/AIDS. “Perlu saya sampaikan kepada siswa-siswi disini, bahwa penyakit HIV/AIDS bukan penyakit keturunan maupun kutukan. Namun, penyakit ini akibat perbuatan manusia yang sering melakukan hubungan seks bebas dengan gonta-ganti pasangan dan mengkomsumsi NAPZA dengan cara menggunakan jarum suntik secara bergantian serta ada juga orang yang tertular HIV/AIDS tanpa melakukan proses diatas,” papar Heru Nasution kepada para siswa-siswi.
Sementara itu, Tata Wulandari dihadapan siswa-siswi SMKN 1 Panji mengurai panjang lebar tentang Psikologi dan menceritakan mengenai isteri seorang petinju yang menderita HIV/AIDS. Secara lugas, Tata, memberikan pemahaman tentang bahaya NAPZA dan HIV/AIDS kepada mereka. “Mulai saat ini, mari kita peduli AIDS. Karena Peduli AIDS, Berarti Peduli Diri Sendiri dan Orang Lain,” ajak Tata kepada pelajar SMKN 1 Panji Situbondo. **
VN:F [1.9.6_1107]

Tidak ada komentar: