Senin, 08 November 2010

Sajak-Sajak Susy Ayu

Tentang Makna yang Kucatat
Aku pernah berada di luar sejarah
ketika hidupku tak dimaknai sejenis tanaman merambat
ke arah mentari sesekali berbunga dan senang bersamamu,
di taman ini aku mampu mekar sederhana
tapi bagiku seindah nirwana sebagaimana waktu membuat kita mengenyam lupa,
tapi juga mendekatkan antara kelahiran dan kematian
dalam pada itu, tak bisa kutolak,
bahwa engkaulah yang menandai kehidupanku

Susy AyuJuli 2010


Seperti Makassar,
Kini Kuterenggut oleh Bisumu
di muara Jeneberang ku menunggu
sebelum kangen mengutukku
menjadi batu batu Sombaopu yang kau susun
untuk tak bercakap denganku apa yang kau saksikan, kekasih?
ketika tak lagi kau tiupkan angin yang menghangat
selain bandar-bandar karam dan legenda kakek moyangku
yang dicuri para pengembara: cinta-cinta yang kelu
surat-surat Galileo kepada Karaeng Patingaloan
yang entah sampai ke tangan siapa

Susy Ayu27 Juni 2010


Secangkir Lumpur
beratus ratus kilometer pencarianku setelah gaung
di dada-dada yang berlubang tangis
membusuk di tiang-tiang rumah
mengganjal katupan mataku sebab lelah sia-sia berteriak
sejak empat tahun lalu tak ada yg bisa kembalikan kampungmu
tempat si tole mengejar impian sambil kau merapal juntaian doa
tinggal selembar kerudung menyentuh adzan Magrib
di penghujung puasamu senjaku luruh,
dikdi berandaku yang masih kokoh aku berbuka dengan secangkir lumpurmu

Susy AyuAgustus 2010

Tidak ada komentar: