Bondowoso,Prosa TV.
Program Bantuan Keuangan Desa 2010 Desa kabuaran Kecamatan Grujugan Kabupaten Bondowoso mendapat kecaman tajam dari warga desa setempat di karenakan pelaksanaan pekerjaan fisik berupa pengerasan jalan desa justru mempekerjakan tenaga dari luar kabupaten padahal seharusnya Kepala Desa ataupun pihak pelaksana kegiatan seharusnya megutamakan penyerapan tenaga kerja warga setempat sebab program tersebut lebih mengutamakan untuk pemberiaan lapangan pekerjaan di Desa setempat.
Bukti yang berhasil ditemukan yakni keterangan salah satu pekerja di lokasi pekerjaan yakni Pak Yayuk mengakui jika ia dan ke enam pekerja lainnya berasal dari Desa Cumedak Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember sedangkan diakuinya pula jika ia dipekerjakan karena atas suruhan kepala desa Kabuaran apalagi mereka sudah biasa menerima borongan kerja berupa Pengerasan jalan atau yang sejenisnya.
Menurut salah satu warga, Pak Rai yang mengaku masih orang terdekatnya Kepala Desa, juga masih kerabat saudara kepala desa sangat menyesalkan dengan tindakan Kepala desa yang dulu pernah diharapkan akan memeberikan contoh yang baik bagi warganya namun pada kenyataannya justru yang terjadi malah sebaliknya.
Selain itu pula Pak Rai juga menyinggung kekayaan tersembunyi Kepala Desa Kabuaran, sehingga sangat jelas jika hal tersebut cukup mendominasi jika perhatian kepada warga setempat tidak ada sama sekali karena di desa Kabuaran untuk pekerja tidak mungkin kekurangan.
Sementara ini hasil pekerjaan yang dilaksanakan sudah melewati batas anggaran tahun 2010, jadi ada indikasi jika Laporan Pertanggung Jawaban Pekerjaannya diduga kuat penuh dengan rekayasa, dari Desa Kabuaan Cip melaporkan.(Cip)
Sabtu, 22 Januari 2011
Review Film November 1828: Negeri Para Maling
Sepenggal kalimat Kromoludiro, “Sebuah pademangan jika terdiri dari banyak maling akan membuat sebuah kabupaten tidak bisa berdiri. Sebuah kabupaten jika terdiri dari banyak maling tidak bisa membuat sebuah kepatihan berdiri. Sebuah kepatihan jika terdiri dari banyak maling tidak bisa membuat sebuah kesultanan berdiri kokoh. Jika penduduk sebagian besar terdiri dari maling, maka lebih baik pulau Jawa ini tenggelam ke dasar laut.”
Kata-kata itu keluar dari seorang tokoh Kromoludiro dalam film November 1828 garapan Teguh Karya. Kata “maling” identik dengan penjahat, bajingan, bromocorah, dan lain sebagainya. Namun jika kita kaitkan dengan sistem pemerintahan (pademangan, dsb) adalah lebih tepat untuk sebutan para koruptor. “Maling” adalah koruptor. Jika dalam sebuah pemerintahan yang paling kecil aja terdiri atas “maling” maka tidak dapat membangun sistem pemerintahan tertingi.
Koruptor adalah sejahat-jahatnya penjahat. Kumpulan ini lah yang merongrong kemakmuran dan kesejahteraan negeri. Film November 1828 dibuat pada tahun 1978, yang mana atmosfer perpolitikan saat itu sangat Orba sekali. Untuk ketiga kalinya Soeharto menaiki tampuk kekuasaan. Kita tak dapat memungkiri sejarah. Bahwasannya pada tahun 1978 berhembus permsalahan korupsi yang sudah lama mengakar dalam pemerintahan Orba. Pun para “maling” bisa tersenyum dalam menjalankan aksinya. Kenapa? Karena semuanya adalah sama-sama maling, sudah ada kong-kalikong diantara sesama. Yang jadi korban tetap rakyat kecil, yang menjadi ajang eksploitasi para “maling”. Kata pademangan sendiri adalah bentuk pemerintahan terkecil dari sebuah pemerintahan. Apa jadinya, jika yang paling kecil aja sudah dikuasai para “maling” dapat dipastikan atasnya lebih dari pada “maling”.
Secara tidak langsung film ini menjadi kritik atas pemerintahan yang ada. Mulai dari jaman kolonial sampai jaman Orba pada saat itu. Sejak jaman kolonial, praktik korupsi sudah ada dan mengakar di kalangan pemerintahan. Banyak pejabat di daerah-daerah yang menarik upeti terlalu tinggi buat rakyat. Yang dinikmati hanya oleh segelintir orang. Rakyatpun tak dapat bernafas lega dalam kesehariannya. Sebab sistem kekuasaan yang ada menjadi harapan kemakmuran bersama sudah dikuasai para “maling”. Mau tidak mau rakyat juga akan mengikuti permainan si maling agar bisa tetap bertahan.
Dalam lingkup kekuasaan, godaan akan memakmurkan diri sendiri sangatlah besar. Aji mumpung adalah kesempatan yang langka. Jadi dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menumpuk kekayaan dan berusaha tetap memperthankan kekuasaan. Kita butuh loncatan besar, terobosan yang berani dan terstruktur dalam upaya pemberantasan “maling” (koruptor), agar negeri ini mampu “berdiri kokoh” dan tidak “tenggelam ke dasar laut” sebagaimana diisyaratkan tokoh Kromoludiro di atas. Pangkal tolaknya memang berada pada penguasa, tapi kita juga tak dapat menutup mata bahwa korupsi terjadi karena moralitas jahat yang bersemayam dalam tubuh masyarakat kita. Perubahan memang harus dilakukan. Jawabannya bisa dimulai dari mengurai dan memutus rantai mafia peradilan. Ungkapan Goenawan Mohamad dalam esai catatan pinggirnya tentang sandiwara di sebuah pengadilan mungkin bisa menggambarkan maksud istilah “mafia peradilan” itu: “Hakim berpura-pura tertib, tapi yang nongkrong adalah yang punya kekuatan. Peraturan dan hukum hanya sebuah kemasan. Selebih: para petugas uang, koneksi.”
Mafia peradilan adalah ujung tombak yang sebenarnya dalam permasalahan korupsi. Banyak kasus korupsi yang kandas setelah masuk meja peradilan. Karena saking malingnya, pengadilan yang seharusnya menjadi intitusi keadilan tertinggi sudah berisikan mafia-mafia penjual keadilan. Yang memiliki uang dan kekuasaanlah yang bisa membiayai mulusnya sebuah kasus. Maka wajar saja, jika Kromoludiro mengatakan lebih baik Pulau Jawa ini tenggelam. Seakan sudah tak ada tempat keadilan dan kebenaran di tanah ini. Ya, lebih baik tenggelamkan saja daripada semakin menambah mudhorot di semua bidang kemaslahatan.
Pulau Jawa adalah representasi pemerintahan Indonesia. Apa jadinya, jika Jawa sudah berisikan maling, bagaimana dengan pulau-pulau yang lain? Hampir sebagian besar pemerintahan di negeri ini dipegang oleh orang-orang Jawa atau paling tidak pernah ada di Jawa. Yang menjadi pertanyaan, kenapa bisa seperti ini? Bukankah Jawa sendiri sangat kental akan budayanya. Yang sangat menjunjung kemaslahatan bersama. Ternyata, godaan kekuasaan tak mengenal kata suku, ras, dan golongan. Semuanya bisa tergoda. Hanya saja dalam setting Indonesia, Jawa menjadi tolak ukur pemerintahan yang ada. Apalagi tahun 1978 saat dibuatnya film ini, untuk ketiga kalinya “orang jawa” memimpin kekuasaan bak raja-raja nusantara terdahulu.
Pesan yang disampaikan Kromoludiro ini tidak hanya menggambarkan praktek “maling” jaman dulu (setting film), tahun pembuatan film (KKN waktu Orba), akan tetapi juga penggambaran untuk pemerintahan mendatang (saat ini). Praktek KKN akan tetap tumbuh subur karena layaknya sudah mentradisi di setiap generasi pemerintahan.
Pademangan yang seharusnya menjadi basis dan pondasi kekuasaan pusat sudah bermasalah dengan “maling” dapat dipastikan tidak bisa menopang kekuasaan yang di atasnya. Begitu juga seterusnya. Film ini menjadi relevan dengan keadaan sekarang ini.Hampir separuh lebih provinsi di negeri ini dipimpin kepala daerah yang bermasalah (Kompas, 18 Januari 2011). Bahkan pada tahun 70-an, pada waktu itu Soeharto mengesahkan Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang pertama. namun kasus korupsi justru meningkat. Jaksa Agung Muda Bidang Operasi Sadili Sastrawijaya membeberkan pada 1978, kasus korupsi meningkat pesat dan uang negara hilang hingga Rp 29,8 miliar. Padahal pada 1977, uang negara yang hilang akibat kasus korupsi sebesar Rp 4,02 miliar. Kemudian Soeherto membentu Operasi Tertib yang dikepalai Sudomo. Akan tetapi, seperti usaha-usaha pemberantasan korupsi sebelumnya, hilang entah kemana.
Praktek KKN beserta mafia-mafianya adalah satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Mereka satu aksi, satu tujuan, yaitu “maling” di rumah rakyat. Penguasa yang seharusnya menjadi tauladan akan kepemimpinannya justru malah melukai hati rakyatnya. Tak heran, jika ketokohan Kromoludiro lebih dihormati kepemimpinannya dari pada Jayengwirono. Jayengwirono menjadi representasi bentuk pemimpin yang memanfaatkan kekuasaannya dengan “menjual” rakyatnya sendiri kepada penjajah.
Apalagi di era pemerintahan sekarang, yang katanya pro demokrasi. Justru biaya demokrasi yang berbentuk uang itu sangat mahal harganya. Sebut saja dalam membiayai pemilihan pilkada saja, butuh dana 60-100 milyar (Kompas, 18 Januari 2011). Darimanakah dana tersebut? Pastinya dari para sponsor yang ingin menikmati aji mumpung jika kekuasaan kelak diraih. Kekuasaan tidak dimaknai sebagai bentuk pengabdian kepada rakyat. Tapi sebagai lahan pengembalian modal selama masa kampanye. Sekaligus penambahan modal untuk waktu mendatang. Tak heran jiak praktek KKN begitu subur di negeri yang katanya gemah ripah loh jinawi ini. Tapi gemah ripah ini hanya milik para “maling”. Menonton film ini dengan memaknai kata-kata Kromoludiro seperti menonton opera layar lebar pola tingkah laku pemerintahan di negeri ini. Satu Gayus saja bisa merusak kepercayaan rakyat. Dan diyakini masih banyak “maling-maling” layaknya Gayus di luar sana. Lebih baik tenggelam saja “Pulau Jawa” (pemerintahan korup ini). Inilah negeri para maling. Dan saya sendiri adalah bagian dari maling.
Kamis, 13 Januari 2011
TIGA DESA LANGGAR RAB BANTUAN REHAB RUMAH, OKNUM PENDAMPING CATUT KECAMATAN
Bondowoso,ProsaTV.
Dana bantuan perbaikan rumah untuk warga miskin yang sumber Dananya berasal dari Pemerintah Pusat, jelas dan mutlak telah disalah gunakan oleh oknum pejabat di Desa termasuk pula oknum pendamping bahkan tidak tanggung tanggungnya nama Kecamatan dicatut catutkan oleh salah satu pendamping jika dana bantuan tersebut dibagi-bagi(Fifty-fifty-Red) dengan dengan Kecamatan dan pernyataan oknum pendamping terlontar di hadapan 3 orang saksi di rumah LPMD (Karyono) dan ke-tiga saksi tersebut, yakni Ketua Forum Pemuda Karang Melok (Holik), Pengawas Program Rehab Rumah (Sugeng), dan salah pengurus PNPM Desa Karang Melok (Dayat)
Sementara itu P.Mina selaku Bendahara kegiatan tersebut tidak sekalipun mengetahui sejauhmana dan bagaimana serta berapa Dana yang direalisasikan karena ia tidak pernah dilibatkan apalagi sampai menandatangani pencairan Dananya, sebab ia tidak bisa baca tulis selain itu selang wartawan usai menanyakannya, Ida yang bertugas sebagai pendamping mengatakan kepada P. Mina," kenapa memberitahu kepada wartawan, rumahnya direhab aja sudah untung ?" ujar P. Mina kepada wartawan.
Menurut Camat Tamanan di Pendopo Kecamatan Tamanan menjelaskan, bahwa ia berterima kasih atas informasi wartawan dan saat itu pula perintahkan sejumlah jajaran staff Kecamatan untuk menindak lanjutinya karena persoalan ini sudah masuk kepada Bupati Bondowoso termasuk pula telah tercium oleh Pihak POLRES BONDOWOSO, sebab Camat Tamanan masih beberapa hari menjabat menggantikan Camat lama, namun apapun alasannya Camat sangat menyanyangkan jika hal ini terjadi apalagi nyatut nama Kecamatan dan tidak dibenarkan jika RAB ada di Kecamatan.
Rata-rata penyimpangan yang terjadi di Tiga Desa yakni pada posisi material berupa Batu-bata ,batu kali,kayu usuk,semen,kapur,kaca dan lain sebagainya sehingga semua warga penerima merasa kecewa dan siap untuk dimintai keterangan jika diperlukan oleh pihak yang berwenang sebab hak-hak mereka telah dirampas, jadi Pantaskah apabila Program Bantuan seperti ini kembali diberikan jika masih saja diselewengkan? Dari Tamanan, Bonodowoso, Jawa Timur, Cipto melaporkan
Rabu, 05 Januari 2011
SDN CURAHDAMI II BONDOWOSO AMBRUK
Bondowoso.Prosa.com)
Gedung Sekolah Dasar Negeri Curahdami II Kecamatan Curahdami-Bondowoso hari Selasa (5/I/2011) sekitar pukul 07.30 WIB tanpa sebab tiba-tiba ambruk tepatnya pada posisi gedung kelas VI , untungnya pada saat kejadian sejumlah siswa-siswi sedang mengikuti acara JJS(Jalan Jalan Sehat) sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Informasi yang didapat bahwa sebenarnya Gedung tersebut sudah pernah direhab 5 tahun sebelumnya namun jka dilihat dari kondisi ambruknya gedung, diperkirakan jika bahan yang dipakai kurang berkwalitas dan kurang tepatnya teknik bangunan yang dikerjakan sehingga dengan ambruknya gedung tersebut diharapkan agar hal ini benar-benar menjadi pehatian khusus agar tidak akan lagi sehingga tidak akan menimbulkan korban.
Warga tetap merasa bersyukur karena insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa namun seandainya terjadi maka secara pasti mereka akan menuntut siapa yang harus bertanggung jawab.Dari Curahdami Bondowoso, Jawa Timur, Cipto Haryono melaporkan.
Tiap Tahun Baru Lalu Lintas di Pasir Putih Macet
Arus Laulu Lintas Sepanjang jalan Pemandangan PASIR-PUTIH Situbondo Jawa Timur mengalami kemacetan, hal itu disebabkan membludaknya masyarakat baik yang berasal dari Situbondo itu sendiri maupun dari luar situbondo yang akan dan sedang menikmati Tahun baru 2011.
Sementara itu beberapa personil yang dikerahkan untuk mengatur arus lalu lintas maupun untuk menjaga keamanan wilayah setempat bukan hanya dari pihak aparat Polri dan TNI namun terlihat pula sejumlah relawan dari Pramuka turut pula membantu pelaksanaan tersebut meskipun hujan terus mengguyur.
Dari Informasi yang diterima, bahwa sejauh ini tidak ada kecelakaan lalu-lintas yang terjadi mengingat beberapa Aparat telah bekerja dengan optimal. Dari Kawasan Wisata Pantai Pasir putih, Situbondo, Jawa Timur, Cipto Haryono melaporkan(Cip)
CLIQUERS UNGU BONDOWOSO BERIKAN BANTUAN BERAS DAN BAJU LAYAK PAKAI
Community CLIQUERS UNGU BONDOWOSO yang merupakan gabungan para pelajar tingkat SMP dan SMA di Bondowoso dengan 10 orang sebagai perwakilan,berikan bantuan beras dan baju layak pakai kepada warga sangat miskin dsn.Krajan desa Kladi Kecamatan Cerme kabupaten Bondowoso,pada hari Minggu tgl.2 Januari 2011 dan diterima langsung oleh Kepala dan Sekdes Kladi dimana kegiatan yang akan selalu dilakukan tersebut bisa menjadi bukti bahwa sebagai pelajar merekapun bisa berbuat yang lebih baik dan mau berbagi dengan sesama.
Pada waktu sebelumnya perwakilan CLIQUERS UNGU Bondowoso, telah menghadap dan bertemu langsung dengan Bapak Bupati Bondowoso di Pendopo, dimana Bupati sangat mendukung serta berharap agar Kegiatan seperti ini dapat lebih dikembangkan dan dapat menjadi contoh bagi yang lainnya, apalagi baru kali ini Gabungan Kelompok pelajar sudah mempunyai pola pikiran yang sangat berwawasan luas kedepan,dan Diharapkan para Guru bisa pula memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini.demikian Cip melaporkan dari Kladi Cerme.(Cip)
Selasa, 04 Januari 2011
SDN CURAHDAMI II BONDOWOSO AMBRUK
Gedung Sekolah Dasar Negeri Curahdami II Kecamatan Curahdami-Bondowoso hari Selasa (5/I/2011) sekitar pukul 07.30 WIB tanpa sebab tiba-tiba ambruk tepatnya pada posisi gedung kelas VI , untungnya pada saat kejadian sejumlah siswa-siswi sedang mengikuti acara JJS(Jalan Jalan Sehat) sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Informasi yang didapat bahwa sebenarnya Gedung tersebut sudah pernah direhab 5 tahun sebelumnya namun jka dilihat dari kondisi ambruknya gedung, diperkirakan jika bahan yang dipakai kurang berkwalitas dan kurang tepatnya teknik bangunan yang dikerjakan sehingga dengan ambruknya gedung tersebut diharapkan agar hal ini benar-benar menjadi pehatian khusus agar tidak akan lagi sehingga tidak akan menimbulkan korban.
Warga tetap merasa bersyukur karena insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa namun seandainya terjadi maka secara pasti mereka akan menuntut siapa yang harus bertanggung jawab.Dari SDN Curahdami II Cip melaporkan(Cip/onemedia/ans)
Minggu, 02 Januari 2011
JANGAN TAKUT IBU
Sajak WS Rendra
matahari musti terbit
matahari musti tenggelam
melewati hari hari yang panas
ada kanker payudara
ada encok dan uban
ada gubernur sarapan buruh pabrik
bupati mengunyah aspal
anak anak sekolah dijadikan bonsai
jangan takut ibu,kita harus bertahan
karena ketakutan akan meningkatkan penindasan
manusia musti lahir
manusia musti mati
diantara kelahiran dan kematian
bom atom dijatuhkan di hirosima dan nagasaki
serdadu serdadu jepang memenggal para patriot patriot asia
uskup membakar gereja gereja orang hitam amerika
teroris amerika meletakkan bom di oprahoma memanggang orang tua ibu ibu dan bayi bayi
di mayumi turis eropa dirampok dan dibunuh
serdadu inggris membantai pemuda irlandia
orang irlandia meledakkan bom di london yang tidak aman
jangan takut ibu !
jangan mau digertak
jangan mau diancam
karena ketakutan meningkatkan penjajahan
sungai waktu menghanyutkan keluh kesah yang meranggas
keringat bumi menyangga peradaban insan
menjadi uranium dan merkuri
tetapi jangan takut ibu
bulan bagai alis mata terbit di ulu hati
prasti bimasakti berdzikir di dahi
aku cium tanganmu ibu
rahim dan susumu adalah persemaian harapan
kekuatan ajaib insan
dari zamanmu ke zamanku
by WS Rendra
Haul Waliyullah Ahmad Mutamakkin
10 Muharram 1430 H
Perguruan Islam Salafiyah Kajen Pati
matahari musti terbit
matahari musti tenggelam
melewati hari hari yang panas
ada kanker payudara
ada encok dan uban
ada gubernur sarapan buruh pabrik
bupati mengunyah aspal
anak anak sekolah dijadikan bonsai
jangan takut ibu,kita harus bertahan
karena ketakutan akan meningkatkan penindasan
manusia musti lahir
manusia musti mati
diantara kelahiran dan kematian
bom atom dijatuhkan di hirosima dan nagasaki
serdadu serdadu jepang memenggal para patriot patriot asia
uskup membakar gereja gereja orang hitam amerika
teroris amerika meletakkan bom di oprahoma memanggang orang tua ibu ibu dan bayi bayi
di mayumi turis eropa dirampok dan dibunuh
serdadu inggris membantai pemuda irlandia
orang irlandia meledakkan bom di london yang tidak aman
jangan takut ibu !
jangan mau digertak
jangan mau diancam
karena ketakutan meningkatkan penjajahan
sungai waktu menghanyutkan keluh kesah yang meranggas
keringat bumi menyangga peradaban insan
menjadi uranium dan merkuri
tetapi jangan takut ibu
bulan bagai alis mata terbit di ulu hati
prasti bimasakti berdzikir di dahi
aku cium tanganmu ibu
rahim dan susumu adalah persemaian harapan
kekuatan ajaib insan
dari zamanmu ke zamanku
by WS Rendra
Haul Waliyullah Ahmad Mutamakkin
10 Muharram 1430 H
Perguruan Islam Salafiyah Kajen Pati
CLIQUERS UNGU BONDOWOSO BERIKAN BANTUAN BERAS DAN BAJU LAYAK PAKAI
Bondowoso.prosa.com)
Community CLIQUERS UNGU BONDOWOSO yang merupakan gabungan para pelajar tingkat SMP dan SMA di Bondowoso dengan 10 orang sebagai perwakilan,berikan bantuan beras dan baju layak pakai kepada warga sangat miskin dsn.Krajan desa Kladi Kecamatan Cerme kabupaten Bondowoso,pada hari Minggu tgl.2 Januari 2011 dan diterima langsung oleh Kepala dan Sekdes Kladi dimana kegiatan yang akan selalu dilakukan tersebut bisa menjadi bukti bahwa sebagai pelajar merekapun bisa berbuat yang lebih baik dan mau berbagi dengan sesama.
Pada waktu sebelumnya perwakilan CLIQUERS UNGU Bondowoso, telah menghadap dan bertemu langsung dengan Bapak Bupati Bondowoso di Pendopo, dimana Bupati sangat mendukung serta berharap agar Kegiatan seperti ini dapat lebih dikembangkan dan dapat menjadi contoh bagi yang lainnya, apalagi baru kali ini Gabungan Kelompok pelajar sudah mempunyai pola pikiran yang sangat berwawasan luas kedepan,dan Diharapkan para Guru bisa pula memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini.demikian Cip melaporkan dari Kladi Cerme.(Cip)
Sabtu, 01 Januari 2011
TAHUN BARU 2011 LALU LINTAS JALAN PASIR -PUTIH MACET
Arus Laulu Lintas Sepanjang jalan Pemandangan PASIR-PUTIH Situbondo Jawa Timur mengalami kemacetan, hal itu disebabkan membludaknya masyarakat baik yang berasal dari Situbondo itu sendiri maupun dari luar situbondo yang akan dan sedang menikmati Tahun baru 2011.
Sementara itu beberapa personil yang dikerahkan untuk mengatur arus lalu lintas maupun untuk menjaga keamanan wilayah setempat bukan hanya dari pihak aparat Polri dan TNI namun terlihat pula sejumlah relawan dari Pramuka turut pula membantu pelaksanaan tersebut meskipun hujan terus mengguyur.
Dari Informasi yang diterima, bahwa sejauh ini tidak ada kecelakaan lalu-lintas yang terjadi mengingat beberapa Aparat telah bekerja dengan optimal. Dari Kawasan Wisata Pantai Pasir putih, Cipto Haryono melaporkan(Cip)
KADES SUKODONO TABRAK UU NO.40'1999, HAMBAT PEKERJAAN WARTAWAN?
Bondowoso.Prosa.com)
Arogansinya seorang Kepala Desa Sukodono Kecamatan Pujer Kab Bondowoso kepada dua wartawan Mingguan, Kirmanto (Xpose) dan Azis (Surabaya Minggu) benar-benar merupakan tindakan yang tidak menunjukkan sikap seorang pemimpin dimana sikap yang ditunjukkan kepada ke-dua wartawan tersebut layaknya sikap seorang Preman kampungan, atau karena dangkalnya SDM yang dimiliki atau pula karena jabatannya sebagai kepala Desa yang dianggap segala-galanya meskipun merebak kabar burung jika Kepala Desa mengalami tekanan kejiwaan.
Kejadian tersebut bermula pada saat kedua wartawan tersebut melakukan liputan terkait dugaan penyimpangan Program BKD Desa Sukodono berupa pengerasan jalan poros tanpa adanya pasir serta buruknya bahan material yang sedang dikerjakan, bahkan beberapa warga setempat juga memberikan informasi kepada kepada ke-dua wartawan tersebut jika hasil yang sudah rampung dikerjakan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat,salah satu pemberi Informasi tersebut masih dari keluarga kepala Desa itu sendiri.
Tiba-tiba dari arah belakang dengan mengendarai Motor trill dan dengan kecepatan penuh Kepala Desa Sukodono, Fathor terkesan ada rencana untuk mencelakai ke dua wartawan tersebut namun berhasil menyelamatkan diri, saat itu juga dengan tetap bertutur kata santun Kepala Desa dikonfirmasi terkait informasi masyarakat serta hasil pekerjaan yang diduga kuat menyimpang namun dengan jawaban arogan bahwa jalan tersebut adalah urusannya bukan urusan wartawan sehingga jawaban layaknya anak TK dan mengejutkan tersebut tetap diterima dan dicatat dalam ingatan.
Menurut Camat Pujer bahwa ia sangat menyayangkan jika ini terjadi karena Wartawan adalah Mitra kerjanya juga Mitra Kepala Desa dan akan memberikan pembinaan khusus, selain itu Ketua SKAK, Napi dengan bijak meminta maaf atas kejadian tersebut, Namun ada pertanyaan yang masih belum terjawab " Jika sudah tidak mampu membina dirinya sendiri, apakah mampu membina masyarakatnya dan masih pantaskah Kepala Desa Sukodono menjabat sebagai Kepala Desa dalam jangka panjang?".(Cip)
Jalan Sucipto, Situbondo Banjir Lagi
Hujan yang mengguyur sejak sore kemarin hingga kini, Sabtu (01/01/2011) telah membuat sejumlah jalan-jalan di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur (Jatim) banjir akibat sistem saluran drainase buruk. Akibatnya, air hujan yang mengalir masuk ke seloka-selokan mampet yang akhirnya meluber ke jalan-jalan terutama di sepanjang jalan Sucipto (depan Kantor Catatan Sipil) hingga sebelah utara Kantor Dinas Koperasi & UKM. Dan ketika sepanjang jalan Sucipto banjir akibat air hujan yang tak menemukan jalan di selokan-selokan, banyak sepeda motor maupun mobil yang macet akibat mati mesin kemasukan air di jalan tersebut.
Hal itu terbukti dengan adanya dua pengendara sepeda motor yang mesinnya mati akibat kemasukan air karena jalan yang dilalluinya, tingginya air nyaris menyentuh mesin.
"Saya dari arah selatan mau ke Desa Olean, tapi berhubung sepeda motor saya macet, ya terpaksa saya mendorong sepeda saya ini, mas," ujarnya kepada PROSA ONLINE, Sabtu, (01/01/2011). (ANS)
Hal itu terbukti dengan adanya dua pengendara sepeda motor yang mesinnya mati akibat kemasukan air karena jalan yang dilalluinya, tingginya air nyaris menyentuh mesin.
"Saya dari arah selatan mau ke Desa Olean, tapi berhubung sepeda motor saya macet, ya terpaksa saya mendorong sepeda saya ini, mas," ujarnya kepada PROSA ONLINE, Sabtu, (01/01/2011). (ANS)
Langganan:
Postingan (Atom)


