Sabtu, 11 Desember 2010

Polres Larang Edar Pupuk Bersubsidi


wis/zonaberita.com)
Bondowoso,( onemediasty;e.com)– Aparat Kepolisian Resor (Polres) Bondowoso, berhasil menggagalkan upaya pengiriman pupuk urea bersubsidi ke luar daerah,pada minggu yang lalu tepatnya di Desa Selolembu, Kecamatan Curahdami.
Dalam penangkapan ini, selain mengamankan sebuah truk Nopol P 9992 EW yang bermuatan sedikitnya 145 sak atau sekitar 7,25 ton pupuk urea, polisi juga mengamankan pengemudi truk. Yakni  Sudarsono (50), warga Desa Derutimur dan Tabah Wijaya (23), warga Desa Sumuragung, keduanya di Kecamatan Sumberejo, Bojonegoro.
Kapolres Bondowoso AKBP Bonny Djianto saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, berdasarkan pengakuan sopir truk, pupuk urea bersubsidi ini rencananya bakal dikirim ke daerah Lamongan.
“Saat ini, truk beserta pupuk urea sudah diamankan di Mapolres. Sementara sopir beserta kernetnya masih diperiksa secara intensif sebagai saksi,” ungkap AKBP Bonny Djianto, Jumat (10/12/2010).
Dari keterangan sementara sopir truk, lanjutnya, pupuk urea bersubsidi itu adalah milik ER (48), warga Desa Penambangan, Kecamatan Curahdami. Sedangkan sopir beserta kernetnya hanya bertugas mengangkut urea bersubsidi ke Lamongan.
Jika memang terbukti memperjualbelikan pupuk urea bersubsidi, mereka melanggar Peraturan Mendag No.21/M-Dag/PER/2/2008 yang telah diubah Peraturan Mendag No.7/M-Dag/PER/2/2009, tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian.
“Mereka juga melanggar UU Darurat No.7 Tahun 1955 tentang pengusutan, penuntutan, dan peradilan tindak pidana ekonomi dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara,” pungkas AKBP Bonny Djianto. (zb )

HTML

<script>
/** Tabloid PROSA **/
var sitti_pub_id = "BC0003452";
var sitti_ad_width = "336";
var sitti_ad_height = "280";
var sitti_ad_type = "2";
var sitti_ad_number = "3";
var sitti_ad_name = "Tabloid PROSA";
var sitti_dep_id = "4109";
</script>
<script src="http://202.52.131.5/delivery/sittiad.b1.js"></script>

SMP Negeri I Situbondo Kirim 25 Siswanya Dalam Paket Pertukaran Pelajar

Untuk yang pertama kalinya, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri I Situbondo, Jawa Timur (Jatim) akan memberangkatkan/mengirim siswa-siswinya yang berprestasi ke negeri singa, yakni Singapura/Singapore pada pertengahanm Januari 2011 mendatang.
Berdasarkan informasi di lapangan yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa segudang prestasi SMP Negeri I Situbondo itu kini akan mengantarkan nama harum sekolah tersebut ke dunia internasional/ke mata dunia. Program yang bernama “Pertukaran Pelajar ” tersebut akan diwakili 25 siswa-siswi yang sebelumnya telah mengikuti proses seleksi awal bersama sejumlah 261 siswa lainnya. Dan adapun ke-25 siswa-siswi tersebut yang akan diberangkatkan ke Singapura tersebut yakni berasal dari kelas 7, kelas 8 dan juga kelas 9 yang akan didampingi oleh 2 orang guru yang terdiri dari seorang guru MIPA, Andy Yulianto, S.com dan guru lainnya, yakni Sri Rahayu Supandi.
Menurut Kepala Sekolah Menegah Pertama (SMP) Negeri I situbondo, Drs. Ibnu Hajar, Spd ketika ditemui di ruangan kerjanya mengatakan,”Adapun proses bagi para siswa yang mau diberangkatkan mengikuti program pertukaran pelajar tersebut yakni melalui berbagai seleksi dan proses seperti seleksi akademis dan juga seleksi wawancara dengan menggunakan bahasa Inggris dengan level TOEFL yang sempurna dan lancar. Dan mereka (ke-25 siswa-red) di Singapura itu selama 10 hari, yang terdiri dari 3 hari pertama yakni kegiatan proses pembelajaran pagi  hingga sore, sedangkan sore hingga malam yakni proses pembelajaran bidang seni dan budaya, kemudian ada juga persandingan semacam study banding mata pelajaran yang belum ada di sekolah Singapura akan di adopsi oleh siswa kita, demikian juga sebaliknya,” papar Drs.  Ibnu Hajar, Spd, Sabtu, (11/12) di ruang kerjanya. (ANS)
12920533851754674611
Kasek SMP Neegri I Situbondo

TK “Nurul Mansyur” Cetak Segudang Murid Berprestasi

Keberadaan sekolah taman kanak-kanak (TK) yangh bernaung di bawah sebuah Yayasan ini beridiri sejak tanggal 7 Juni 1991 berlokasi di Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Situbondo, Jawa Timur (Jatim). Dan pengasuhnya adalah KH. Miisbachul Munir . TK ini bernama TK “Nuruul Mansyur”
TK yang dipimpin oleh kepala sekolah bernama Zainiyah ini telah banyak mencetak para muridnya yang berprestasi. Dan yang paling mendominasi adalahh prestasi mewarnai. Selain prestasi mewarnai, TK Nurul Mansyur ini juga seringg mencetak murif berprestasi di bidang lompat jauh dan juga becak hias pada acara HUT Kemerdekaan tahun kemarin.TTK “Nurul Mansyur” termasuk berakreditasi B.
Menurut kepala sekolah TK “Nururl Mansyur” saat dihubungi di kantornya mengatakan,”Dan harapan saya terhadapp TK “Nuurul Mansyur” ini adalah agar lebih maju lagi dibandingg tahun-tahun kemarin,” ujarnya di ruang kerjanya, Rabu (03/11). (ANS)

Rumah & Keluarga Korban Banjir di Lingkungan Sukorojo Akan Direlokasi

Hujan deras yang mengguyur kota Banyuwangi pada malam Minggu (16/10) lalu telah menyisakan duka bagi sebagian warga masyarakat di Lingkungan Sukorojo, tepatnya di kawasan RT 01, RW II, Kelurahan Banjasari, Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim). Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur tepat pada 5.00 WIB sore, tanggal 16 Oktober lalu juga telah memporakporandakan hati seorang wanita bernama Sriwati dan keluarganya di lokasi bantaran sungai/Kali Mungo tersebut.
Pasalnya, ketika
Rumah & Keluarga Korban Banjir di Lingkungan Sukorojo Akan Direlokasi
Rumah & Keluarga Korban Banjir di Lingkungan Sukorojo Akan Direlokasi
kompasiana  mencoba mengikuti serombongan mobil tim dari Kesbanglinmas Banyuwangi beserta orang-orang Kelurahan Banjarsari tersebut, rumah Sriwati yang semi permanent dan bertengger di atas bantaran kali itu telah disapu bersih oleh luapan air sungai yang setinggi 1,5 meter.
Saat Sriwati ditanyakan salah satu orang dari Kelurahan Banjarsari, apakah mau rumahnya dipindahkan ke tempat yang lain yang lebih aman, wanita yang bersuamikan seorang pria pekerja di pabrik batu bata dan beranak satu ini mengaku bersedia direlokasi ke tempat lain yang lebih aman dari bencana banjir.
“Kalau saya sih iya-iya saja pak, asal tempat itu aman dari banjir dan saya beserta keluarga jadi aman dan tenang. Terus terang saya trauma atas kejadian alam ini, karena banjir yang datang pada malam hari itu datang tepat pukul setengah sembilan saat kami mau terlelap tidur, pak, jadi kami mau-mau saja dipindahkan ke tempat lain yang lebih aman, karena kami sekeluarga semuanya ada empat orang yang butuh ketenangan. Banjir yang datang pada malam hari itu telah menghanyutkan barang perabotan rumah tangga saya seperti kasur, dipan lemari dan banyak lag, kalau ditaksir kerugian kami sekitar kurang lebh lima jutaanlah pak,” papar Sriwati seolah bola matanya akan meneteskan cairan bening, Selasa (19/10) di tepi sungai yang telah menghempas masa depannya. (ANS)

Kondisi Gedung SDN Panji Kidul I Rapuh, Kian Terpuruk, Nyaris Ambruk

Rapuh, terpuruk, dan nyaris ambruk. Tiga kata yang tidak sedap didengar telinga itulah yang kini tampaknya sedang akrab dengan kondisi gedung sekolah dasar negeri (SDN) Panji Kidul I yang berlokasi  sekitar kurang lebih empat kilo meter dari pusat/jantung kota Kabupaten Situbondo, Jawa Timur (Jatim).
Saat kompasiana bertandang ke halaman sekolah tersebut, seorang pria paruh baya berseragam safari hitam keluar dari balik daun pintu bangunan tua SD tersebut, mendekat dan menyambut hangat dengan senyum atas kedatangan kompasiana. Pria paru baya itu adalah Kepala sekolah SDN I Panji Kidul, Nawi Dihardjo, Spd yang telah siap diwawancarai seputar keberadaan kondisi gedung sekolah tempat dia mengabdi sebagai insan pendidik.
Dan Kepala Sekolah SDN I Panji Kidul itupun langsung mengantar kompasiana ke tempat titik-titk kondisi gedung yang kritis di sebelah ruangan kerjanya. Benar saja, ternyata sebuah ruangan kelas yang telah lama tidak terpakai kini nyaris menjaadi sebuah gudang penyimpanan barang. Dan, atap-atap gentingnya sudah jebol. Kulit-kkulit tembok ruangannya juga telah mengelupas termakan waktu. Ya, maklum saja, SDN I Panji Kidul yang didirikan sejakk tanggal 7 September 1937 tersebut hingga saatt ini memang terkesan selalu luput dari perhatian pemerintah, khususnya perhatian dari pihak Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Situbondo.
Menurut Kasek SDN I Panji Kidul, Nawidihardjo, Spd, pada saat ini jumlah siswa-siswi keseluruhan adalah 37 orang dengan kapasitas 6 ruang kelas untuk kegiatan belajar-mengajar, serta jumlah guru tidak tetap (GTT) sebanyak 4 orang, PNS 4 orangg dan ditambah satu guru agama.
“SD ini adalah SD palingg tua yangg kondisinya seperti ini, jumlah siswa yang sedikit selaluu dijadikan kambing hitam untuk tidak memperoleh bantuan DAK, namun saya sebagai kepalaa sekolah tidak pernah berkecil hati. Meskipun kondisi SD kkami seperti ini, namun kami telah mendirikan sekolah gedung TK yang dibantu dengan dana ADD atas kebijakan kepala desa setempat, dan nama TK itu adalah TK “Dharma Wanita” dengan jumlah murid 25 anak. Dan meskipun saya baru tiga bulan memimpin SD ini, saya tak pernah patah semangat untuk membangun mental-mental dan jiwa anak didik saya,” papar Nawi Dihardjo, Spd dii ruangan kerjanya yang dulunya adalah ruangan kelas, Senin (01/11). (ANS)

Mencicipi Es Oyen, Menghapus Dahaga di Situbondo yang Panas

Kabupaten Situbondo, Jawa Timur (Jatim) adalah Kabupaten di tepi pantai utara (Pantura) yang dekat dengan pesisir dan praktis udaranya panas. Para pedagang es mungkin adalah solusi bagi para pengunjung Situbondo yang kepanasan dan merasakan haus dahaga. Salah satunya pedagang Es “OYEN” yang setiap hari mangkaldi alun-alun Situbondo.
Menurut kabar burung yang aku denger, Es “OYEN” itu pada mulanya yang berjualan adalah orang-orang Jawa Barat (Jabar) yang merantau di Situbondo. Dan akupun mulai mencicipinya di alun-alun Kabupaten Situbondo. Dengan merogoh kocek Rp 3 ribu, semangkuk es “OYEN” telah terhidangkan di depan mataku.
Adapun isi dari menu Es “OYEN” tersebut adalah terdiri dari irisan buah alpukat, butiran mutiara, agar-agar,ketan ijo, dan cairan susu plus pecahan es batu. Dan Es “OYEN pun siap diminum. Hmm…rasa dahagapun mulai terhapus. (ANS)

Sanggar Seni “Wahana Puspa Budaya” Sumbang Tarian Buat Festival Budaya

Acara pelaksanaan festival budaya tinggal menghitung hari, tepatnya pada tanggal 4 Desember 2010 di Pendopo Kabupaten Situbondo, Jawa Timur (Jatim).  Sedangkan salah satu persiapan yang ditunjukkan oleh sanggar seni “Wahana Puspa Budaya” pada hari Sabtu (27/11) lalu adalah persiapan-persiapan latihan tari di Pendopo Kecamatan Panji.  Dan sanggar seni “Wahana Puspa Budaya” yang dikomandani oleh P. Tutun menurut rencana akan menyumbangkan sejumlah tari-tarian daerah yang dimainkan anak binaan P. Tutun.
Saat Ketua sanggar seni “Wahana Puspa Budaya”, P. Tutun dihubungi di sela-sela melatih tari di Pendopo Kecamatan Panji, pria berkumis kelahiran Madura tersebut mengatakan,”Kami selaku pembina dan pengelola sanggar seni “Wahana Puspa Budaya” ini rencananya akan menyumbangkan sejumlah tari-tarian daerah seperti tari yang berjudul “Giring Angen”, “En Maenan Pelthong” “Lanjheng”,  “Amaen Nak-Anakan” dan “Mongkor”. Dan dari sejumlah judul tarian tersebut diberi tema “Arokat Mengkang”, papar pria yang telah 4 tahun mengkomandani sanggar seni “Wahana Puspa Budaya”tersebut kepada kompasiana.com di halaman kantor Kecamatan Panji, Sabtu (27/11) lalu. (ANIES SEPTIVIRAWAN)

Dermaga Pelabuhan Panarukan Menunggu Tahun Operasional, Ditempati Mancing

Hoby memancing tidak saja bisa disalurkan di danau ataupun di sungai, di dermaga pelabuhan yang menjorok di Pantai Laut Panarukanpun bisa jadi. Dan hal itu setiap hari dilakukan oleh warga masyarakat Situbondo, Jawa Timur. Salah satu warga masyarakat Situbondo ini adalah seorang pensiunan pegawai negeri sipil yang berkediaman di Perumahan Nasional/Perumnas Panji Permai yang enggan dituliskan namanya berkomentar kepada kompasiana.com,”Saya hoby memancing di mana saja termasuk di dermaga pelabuhan Panarukan ini, mas. Dan saya baru kali ini mencoba-coba memancing di sini, biasanya saya memancing di tambak, siapa tau di sini saya bisa memperoleh ikan yang kakap, sembari menunggu tahun beroperasionalnya dermaga ini dua tahun lagi,” ujarnya di tengah dermaga.

Yang Tercatat Pada Awal April 2010

Ketika hatiku lelah dan ingin kulabuhkan di hati Fitri
senjapun beranjak dan menyapaku dengan lunglai
merebut pelabuhan hatiku yang terakhir dan semuanya
tlah kutumpahkan seperti apa yang sebelumnya
terpendam di perut bromo
Kaki Bromo, April