Realisasi anggaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) hingga 13 Desember lalu baru mencapai 67,23% dari pagu anggaran 2010 sebesar Rp17,87 triliun atau sekitar Rp12 triliun.
Menteri Perhubungan Freddy Numberi menyatakan, rendahnya penyerapan anggaran kementerian yang dipimpinnya itu disebabkan oleh beberapa keterlambatan sistem. Ia mencontohkan, keterlambatan turunnya Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2010 untuk Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemenhub.
"DIPA-nya baru turun Agustus lalu sehingga ini menyebabkan keterlambatan. Selain itu, ada beberapa proyek yang masih dalam proses penyelesaian pembayaran, sehingga belum kami masukkan dalam laporan," ujarnya dalam konferensi pers laporan akhir tahun kementerian di Jakarta, Selasa (14/12).
Kemenhub sendiri, lanjutnya, menargetkan pada akhir tahun nanti realisasi anggaran akan mencapai 88,72% atau sekitar Rp15,85 triliun dengan realisasi fisik sebesar 91,98%.
Ia memaparkan, pada 2010 Kementerian Perhubungan telah menetapkan 143 trayek angkutan jalan perintis di 22 provinsi, atau meningkat 3,65 dari 2009, yaitu sebanyak 138 trayek di 21 provinsi. Direktorat Perhubungan Darat, menurutnya, juga telah menambah sekitar 37 unit bus di 19 provinsi.
"Selain itu, juga dengan subsidi 49 kapal angkut perintis di 111 lintas penyeberangan. Upaya itu dilakukan untuk memberikan subsidi perintis untuk meningkatkan konektivitas di wilayah terpencil guna mendorong pengembangan aktivitas ekonomi setempat," jelasnya.
Sementara itu, pada subsektor perhubungan udara, pada 2010 Uni Eropa (UE) kembali mencabut larangan terbang terhadap dua maskapai Indonesia, yaitu Metro Batavia Air dan Air Asia. Dengan dikeluarkannya keputusan itu, lanjut Freddy, Indonesia dapat mengembangkan jalur dan lintasan baru angkutan udara ke Eropa.
"Di sektor kereta api, ada dua pengadaan sarana yang sudah dioperasikan sejakan 2010, yaitu KRDI Seminung untuk melayani lintas Tanjung Karang-Kota Bumi Lampung sepanjang 80 kilometer dan RDI Sri Lelawangsa untuk melayani Medan-Belawan-Binjai sepanjang 45 kilometer," imbuhnya. (OL-3)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar