Jumat, 05 November 2010

Kondisi Gedung SDN Panji Kidul I Rapuh, Kian Terpuruk, Nyaris Ambruk

Rapuh, terpuruk, dan nyaris ambruk. Tiga kata yang tidak sedap didengar telinga itulah yang kini tampaknya sedang akrab dengan kondisi gedung sekolah dasar negeri (SDN) Panji Kidul I yang berlokasi  sekitar kurang lebih empat kilo meter dari pusat/jantung kota Kabupaten Situbondo, Jawa Timur (Jatim).
Saat kompasiana bertandang ke halaman sekolah tersebut, seorang pria paruh baya berseragam safari hitam keluar dari balik daun pintu bangunan tua SD tersebut, mendekat dan menyambut hangat dengan senyum atas kedatangan kompasiana. Pria paru baya itu adalah Kepala sekolah SDN I Panji Kidul, Nawi Dihardjo, Spd yang telah siap diwawancarai seputar keberadaan kondisi gedung sekolah tempat dia mengabdi sebagai insan pendidik.
Dan Kepala Sekolah SDN I Panji Kidul itupun langsung mengantar kompasiana ke tempat titik-titk kondisi gedung yang kritis di sebelah ruangan kerjanya. Benar saja, ternyata sebuah ruangan kelas yang telah lama tidak terpakai kini nyaris menjaadi sebuah gudang penyimpanan barang. Dan, atap-atap gentingnya sudah jebol. Kulit-kkulit tembok ruangannya juga telah mengelupas termakan waktu. Ya, maklum saja, SDN I Panji Kidul yang didirikan sejakk tanggal 7 September 1937 tersebut hingga saatt ini memang terkesan selalu luput dari perhatian pemerintah, khususnya perhatian dari pihak Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Situbondo.
Menurut Kasek SDN I Panji Kidul, Nawidihardjo, Spd, pada saat ini jumlah siswa-siswi keseluruhan adalah 37 orang dengan kapasitas 6 ruang kelas untuk kegiatan belajar-mengajar, serta jumlah guru tidak tetap (GTT) sebanyak 4 orang, PNS 4 orangg dan ditambah satu guru agama.
“SD ini adalah SD palingg tua yangg kondisinya seperti ini, jumlah siswa yang sedikit selaluu dijadikan kambing hitam untuk tidak memperoleh bantuan DAK, namun saya sebagai kepalaa sekolah tidak pernah berkecil hati. Meskipun kondisi SD kkami seperti ini, namun kami telah mendirikan sekolah gedung TK yang dibantu dengan dana ADD atas kebijakan kepala desa setempat, dan nama TK itu adalah TK “Dharma Wanita” dengan jumlah murid 25 anak. Dan meskipun saya baru tiga bulan memimpin SD ini, saya tak pernah patah semangat untuk membangun mental-mental dan jiwa anak didik saya,” papar Nawi Dihardjo, Spd dii ruangan kerjanya yang dulunya adalah ruangan kelas, Senin (01/11). (ANS)
kondisi sdn memprihatinkan

Tidak ada komentar: