Kendatipun pihak pemerintah belum juga mampu menurunkan harga eceran bahan bakar minyak (BBM) bensin dan solar, akan tetapi para nelayan di tempat pelelanmgan ikan (TPI) Tanjung Kamal, Kecamatan Mangaran, Situbondo, Jawa Timur (Jatim) masih saja/tetap melaut demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun kompasiana.com menyebutkan bahwa, sekelompok nelayan TPI Tanjung Kamal yang melaut tersebut adalah para nelayan setempat/lokal yakni kelompok nelayan/perahu “Rando Mando”, meskipun harus bewrsaing dengan para nelayan pendatang dari TPI Mimbo, namun mereka (nelayan Tanjung Kamal-red) masih saja bersemangat dengan daya saing yang sehat dan selalu menjauhi suasana-suasana rebutan wilayah.
Hingga hari ini, Selasa (30 Maret 2010) para nelayan TPI Tanjung Kamal meskipun tak pernah memperoleh bantuan kemudahan dari pemerintah, dalam hal ini yakni Dinas Perikanan & Kelautan Situbondo harus merogoh modal sendiri untuk membeli solar guna mencari ikan ke laut.
“Ya harus bagaimana lagi, mas, wong kita kan harus memenuhi kebutuhan hidup setiap harinya, berarti kita para nelayan kan harus tetap melaut mencari ikan meskipun harga solar melambung tinggi. Sekarang har ga solar per liter kan Rp 5 ribu, kami kalau mau melaut harus mengisi solar sebanyak 10 liter, sedangkan hal itupun kami belum tentu memperoleh ikan tangkapan yang kami harapkan, terkadang kami merugi, ya rugi tenag ya rugi uang jika kami tak mendapatkan ikan sama sekali. Sedangkan harga ikan layang hasil tangkapan kami itu per kilo-nya hanya berkisar Rp 6 ribu, untuk ikan tengiri pada musim hujan itu per kilonya Rp 25 ribu,” ujar nelayan TPI Tanjung kamal, Asmuri (48) yang dibenarkan oleh Masro (45) kepada kompasiana.com, Selasa, (30/03) di tepi pantai. (ANS)
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun kompasiana.com menyebutkan bahwa, sekelompok nelayan TPI Tanjung Kamal yang melaut tersebut adalah para nelayan setempat/lokal yakni kelompok nelayan/perahu “Rando Mando”, meskipun harus bewrsaing dengan para nelayan pendatang dari TPI Mimbo, namun mereka (nelayan Tanjung Kamal-red) masih saja bersemangat dengan daya saing yang sehat dan selalu menjauhi suasana-suasana rebutan wilayah.
Hingga hari ini, Selasa (30 Maret 2010) para nelayan TPI Tanjung Kamal meskipun tak pernah memperoleh bantuan kemudahan dari pemerintah, dalam hal ini yakni Dinas Perikanan & Kelautan Situbondo harus merogoh modal sendiri untuk membeli solar guna mencari ikan ke laut.
“Ya harus bagaimana lagi, mas, wong kita kan harus memenuhi kebutuhan hidup setiap harinya, berarti kita para nelayan kan harus tetap melaut mencari ikan meskipun harga solar melambung tinggi. Sekarang har ga solar per liter kan Rp 5 ribu, kami kalau mau melaut harus mengisi solar sebanyak 10 liter, sedangkan hal itupun kami belum tentu memperoleh ikan tangkapan yang kami harapkan, terkadang kami merugi, ya rugi tenag ya rugi uang jika kami tak mendapatkan ikan sama sekali. Sedangkan harga ikan layang hasil tangkapan kami itu per kilo-nya hanya berkisar Rp 6 ribu, untuk ikan tengiri pada musim hujan itu per kilonya Rp 25 ribu,” ujar nelayan TPI Tanjung kamal, Asmuri (48) yang dibenarkan oleh Masro (45) kepada kompasiana.com, Selasa, (30/03) di tepi pantai. (ANS)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar