Dan hal ini sungguh terasa bagi situasi dan kondisi yang memiriskan bagi pemerintahan desa Gelung karena pantai Patek berada dalam lokasi administrasi desa tersebut. Sebab, menurut kepala desa (Kades) Gelung yang enggan disebutkan namanya mengatakan,”Kami sudah berkali-kali memperingatkan kepada para pengunjung pantai Patek terutama kepada sejumlah pengunjung pasanagan remaja yang sering duduk-duduk di tepi pantai sering melakukan adegan mesum seperti pangku-pangkuan, berciuman dan bahkan lebih dari orang yangsedang hanya bercumbu, saya selaku kepala desa setiap memperingatkan mereka bahkabn mereka tambah beradegan mesra dan tanpa ada rasa sunghkan mereka berciuman di depan saya sebagai Kades Gelung, lantas di mana letak kesopanan dan adat ketimuran mereka, padahal mereka sering diberi arahan oleh para gurunya, maka dari itu saya ingin mengundang pejabat musyawarah pimpinan kecamatan (Muspika) yakni, Danramil, kapolsek, dan Camat untuk duduk bersama menyelesaikan permasalahan moral ini,” papar Kades Gelung kepada kompasiana, Rabu (31/03) di ruang kerjanya. (ANS)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar