winking (ilust seommotips.com)
Gara-gara mencari padanan bahasa Inggris ‘mengerdipkan mata’ saya menemukan beraneka rupa istilah bahasa tubuh yang justru tidak memiliki padanan istilah dalam bahasa kita sendiri. Mengerdipkan mata adalah gerakan menutup mata sebelah sisi dan di dalam seleksi penerimaan (recruitment) anggota TNI merupakan salah satu persyaratan yang harus dimiliki oleh para calon. Tujuannya agar supaya dia dapat membidikkan senjata api dengan lebih terfokus. Yang unik, pada umumnya manusia hanya mampu mengerdipkan mata sebelah kiri dan jarang sekali pada mata kanannya,apalagi kedua-duanya. Namun kemampuan mengejapkan mata sebelah kiri sudah cukup memadai, karena posisi senjata api (laras panjang atau pendek) berada di sisi kanan penembak.
Desain atau rancang senjata yang dibuat untuk ditembakkan dengan jari tangan kanan ini, menjadikan alasan mengapa ada persyaratan tambahan bagi calon anggota militer untuk tidak mempunyai tangan kidal (left handed). Mengapa? Karena pada saat melepaskan tembakan, maka selongsong peluru akan terlontar keluar dari ‘kamar’ (chamber)-nya ke arah kanan. Dapat dibayangkan apa akibatnya kalau si penembak memosisikan senjatanya pada sisi kiri untuk menarik pelatuk senjatanya. Selongsong peluru yang masih panas itu akan menghantam wajahnya sendiri, terutama apabila dia menggunakan senjata laras panjang.
Kembali ke persoalan ’mengerdipkan mata’ tadi dalam bahasa Inggris dinamakan winking. Kita melakukan winking bukan saja pada saat membidikkan senjata api untuk menembak. Kita juga membuat bahasa tubuh winking sebagai isyarat konspirasi (cuma kita berdua yang mengetahui rahasia ini). Atau yang lebih seru lagi, kita melakukan winking sebagai isyarat ajakan kencan kepada lawan jenis kita. Dalam idiom bahasa kita dinamakan dengan ’main mata’. Namun berhati-hatilah membalas winking ini, karena ini bisa menjadi awal dari flirting (bermain api asmara) yang bisa keterusan.
Gerakan mata yang lain adalah squinting yang kurang lebih dapat dipadani dengan ’mengernyitkan mata’. Squinting adalah gerakan setengah menutup mata yang secara otomatis kita lakukan apabila tiba-tiba datang sinar yang menyilaukan mata. Namun dari kajian bahasa tubuh, squinting bermakna kita menyangsikan apa yang diutarakan oleh lawan bicara kita. Atau dapat pula bermakna kita tidak sepenuhnya paham dengan apa yang dijelaskan oleh lawan bicara kita. Orang yang suka berbohong juga sering melakukan squinting ini, agar supaya tipu muslihatnya tidak mudah terbaca oleh lawan bicaranya.
Kalau bahasa tubuh di atas menggunakan isyarat mata, maka ada pula isyarat khas yang menggunakan tangan kita. Yang ingin saya tonjolkan disini adalah cup his hand atau cup her hand. Saya belum menemukan istilahnya dalam bahasa kita, namun dapat saya gambarkan gerakannya yaitu tangan kita dicekungkan membentuk seperti sebuah cawan (cup). Dalam posisi ini, tangan bisa kita letakkan di sebelah mulut kita (dalam ungkapan cup his hand to his mouth), di belakang daun telinga kita ( dalam ungkapan cup his hand over his ear), di seputar nyala lilin (cup her hand over the candle) dan juga di atas kepala gagang telepon kalau kita tidak menghendaki pembicara di seberang sana mendengar apa yang mau kita katakan kepada seseorang di dekat kita (dalam ungkapan cup his hand over the phone). Dalam hal ungkapan cup his hand to his mouth, gerakan ini kita lakukan manakala kita mau meneriakkan atau menyerukan sesuatu dengan harapan ucapan kita bisa lebih nyaring terdengar. Malahan kadang ada ungkapan cup his hands to his mouth, yang bermakna ‘dia mencungkupkan ke dua tangan di sisi kiri dan kanan mulutnya’ tentu dengan maksud agar seruannya lebih jelas didengar.
Cup his hand over his ear juga adalah bahasa tubuh yang menyatakan bahwa si pelaku kurang mendengar apa yang disampaikan oleh lawan bicaranya, biasa terjadi dalam suasana yang gaduh atau riuh rendah. Kita juga bisa menuliskan ungkapan cup his hand over the man’s ear (mencungkupkan tangan di dekat telinga orang lain), juga dengan maksud agar apa yang mau kita katakan dapat ditangkap lebih jelas di tengah suara-suara yang hingar bingar.
Kalau di atas ada gerakan tangan yang disebut dengan to cup, ada lagi gerakan tangan lainnya yang sangat lazim kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari yaitu to rub (makna harfiahnya ‘menyeka’). Apa saja yang bisa kita rub dengan tangan kita? Banyak sekali. Ada ungkapan rub her eyes (mengucek matanya), rub his nose (menggosok-gosok hidungnya), rub his unshaven face (mengusap-usap wajahnya yang belum dicukur), rub his knee (mengelus-elus lututnya) dan juga rub his chin (meraba-raba dagunya). Anda tentu kira-kira bisa menebak makna bahasa tubuh bila seseorang rub her eyes (=menyatakan kejemuan), rub his nose (=menyatakan ketak-berdayaan), rub his knee (=menyatakan kegelisahan), atau rub his chin (=menyatakan kebimbangan).
resting her chin on her hand
Tidak ada komentar:
Posting Komentar