Selasa, 14 Desember 2010

Fokus Keistimewaan Yogyakarta Penetapan atau Pemilihan, Sultan Pilih Mana?

Pada 2007, Sultan menolak melanjutkan jabatan gubernur, bahkan meminta pemilihan segera.


 enin, 13 Desember 2010, ribuan orang di Yogyakarta menyemuti pelataran Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Siang itu, anggota Dewan setempat membahas keistimewaan Yogyakarta. Mayoritas fraksi, kecuali Demokrat, menyatakan sikap: mendukung penetapan otomatis Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai gubernur DIY.

Namun sebuah pertanyaan masih menggantung. Raja Yogyakarta sendiri, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mendukung opsi yang mana? Pertanyaan itu pula yang dilontarkan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Sabtu kemarin di Yogyakarta.

Tiga tahun lampau, Sultan pernah lantang menyatakan memilih jalan demokrasi. Dia secara terbuka mengutarakan mendukung diadakannya pemilihan gubernur di DIY. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingat dengan baik pernyataan-pernyataan Sultan Hamengkubuwono X tiga tahun silam itu. Saat itu, kata SBY, dalam dua kali kesempatan berbeda Sultan secara eksplisit menyatakan ketidaksediaannya menjadi gubernur untuk periode ketiga.

Menjelang berakhirnya masa jabatan Sultan sebagai Gubernur DIY periode 2003-2008, masih kata SBY, terjadi dinamika politik. Di tahun 2007 muncul perdebatan, bagaimana kelanjutan DIY setelah habis masa jabatan kedua Sultan sebagai gubernur. "Ada yang bilang lanjut dan ada yang bilang harus ada aturan baru," kata SBY dalam siaran pers yang berlangsung di Kantor Presiden, 2 Desember 2010 lalu.

Tahun itu, saat Sultan berulang tahun ke-61 pada 7 April 2007, dalam orasi budaya di depan publik, SBY mengisahkan, Sultan menyatakan tak bersedia lagi menjadi gubernur setelah masa jabatannya selesai tahun 2008. "Beberapa saat kemudian, 18 April 2007, Sultan kembali menjelaskan tidak ingin menjadi gubernur lagi. Ini saya ikuti dengan seksama," kata SBY.

Bukan hanya tak menginginkan posisi gubernur lagi, Sultan juga mendesak agar pemilihan Gubernur DIY 2008-2013 dilakukan segera. "Tidak perlu ada penundaan, sesuaikan saja dengan berakhirnya masa jabatan gubernur pada Oktober 2008," kata Sultan di Kepatihan Yogyakarta, 8 Agustus 2007, seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Bahkan, Sultan HB X ketika itu menyatakan jika memang pemilihan gubernur dianggap mendesak, maka pelaksanaannya bisa ditetapkan melalui Keputusan Presiden, tidak perlu menunggu Rancangan Undang-Undang Keistimewaan (RUUK) DIY disahkan. "Kalau menunggu RUUK, belum jelas kapan akan disahkan, karena itu KPUD DIY hendaknya mulai melakukan persiapan untuk melaksanakan pemilihan gubernur," katanya saat itu.

Meski keinginan itu disampaikan secara eksplisit dan disampaikan di depan publik, Presiden Yudhoyono--yang mempertimbangkan situasi politik ketika itu--mengambil inisiatif memperpanjang masa jabatan Sultan sebagai gubernur pada 2008-2011. SBY tak menuruti keinginan Sultan saat itu agar segera digelar pemilihan kepala daerah.

"Alhamdullilah, Beliau bersedia diperpanjang selama tiga tahun. Dalam masa perpanjangan tiga tahun inilah kita ingin dengan jernih memikirkan dan merumuskan UU yang tengah kita godok bersama, yang tepat dan bisa menjawab semuanya," kata SBY.

Tentang keputusan perpanjangan masa jabatannya itu, usai bertemu Presiden di Kantor Kepresidenan pada 7 Oktober 2008, Sultan menyatakan, "Saya tidak keberatan atau mempersoalkan keputusan Presiden, baik melalui Keppres atau Perppu, asal tidak untuk lima tahun karena saya juga punya tanggung jawab lain."

Namun, belakangan, Sultan menjelaskan bahwa pernyataan dia pada 7 April 2007 itu semata merupakan manuver terhadap Pemerintah Pusat. Pada 3 Maret 2008, Sultan menjelaskan bahwa pernyataannya tak bersedia lagi menjadi gubernur itu dikarenakan undang-undang mengatur seseorang hanya boleh menjadi kepala daerah selama dua periode saja. Selain itu, tidak ada aturan hukum yang menyatakan secara eksplisit bahwa Gubernur DIY adalah Sri Sultan Hamengku Buwono X.

"Bunyi Undang-undang 22/1999 maupun Undang-undang 32/2004 adalah keluarga Keraton Yogyakarta dan keluarga Pakualaman. Tidak ada yang menyebut Sultan Yogyakarta sebagai Gubernur DIY," kata Sultan yang diangkat menjadi Gubernur sejak 1998 melalui Keputusan Presiden itu.

Supaya tidak melanggar konstitusi, kata Sultan, dia lebih baik menyatakan tidak bersedia. "Karena undang-undangnya tidak ada. Mana undang-undang yang menjamin saya bisa menjabat ketiga atau keempat kali?" kata dia seperti dilansir harian Kedaulatan Rakyat.

Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada, AAGN Ari Dwipayana, menyatakan, Sultan sebenarnya mendukung sistem di mana gubernur DIY ditentukan melalui penetapan--meski beberapa kali mengungkapkan perlu ada pemilihan. Pernyataan 2007 itu, kata Ari, harus dibedakan dengan pernyataan tahun 2008.

Di tahun 2007, terjadi kebuntuan karena belum ada kejelasan penyelesaian UU Keistimewaan Yogyakarta. Sultan lalu menyatakan tak ingin melanjutkan jabatan gubernur. "Padahal, aspirasi publik sebenarnya menginginkan penetapan," kata Ari.

Pada tahun 2008, Sultan lalu menyatakan pernyataan April 2007 itu sebagai manuver. Di mata Ari, ini membuktikan bahwa Sultan sebenarnya cenderung ingin agar Gubernur DIY ditetapkan. "Secara normatif terkesan berubah-ubah, namun secara ilmu politik, itu manuver," kata Ari saat diwawancara VIVAnews.com.

Saat UGM mengajukan naskah akademik yang menempatkan Sultan sebagai Parardhya (semacam kepala negara, bukan kepala pemerintahan), Sultan juga tidak pernah memberikan pernyataan tegas setuju atau tidak. Saat ditanyakan, apakah mendukung penetapan atau pemilihan, Sultan selalu memulangkan pertanyaan itu. "Tanyakan saja pada rakyat," kata Ari menirukan. (kd)

Badai Musim Dingin Landa Beberapa Wilayah AS

Badai musim dingin yang menerpa Amerika tengah-barat bergerak ke arah timur, menyebabkan suhu sangat dingin dan salju tebal di beberapa wilayah.

Sebuah badai musim dingin yang menerpa Amerika tengah-barat sedang bergerak kearah timur, setelah menyebabkan suhu sangat dingin dan salju tebal yang selanjutnya menghentikan lalu lintas, menyebabkan ribuan pelaku perjalanan terdampar dan memaksa sekolah-sekolah ditutup.
Badan Cuaca Nasional menerbitkan sebuah peringatan badai Senin untuk sebagian Michigan. Peringatan itu mengatakan akan ada angin kencang, jangkauan pandang nol, hujan salju berat dan putusnya hubungan listrik.
Warga di negara-negara bagian tengah barat dan timur laut bersiap-siap menghadapi angin dingin yang menusuk tulang, hujan dan salju.
Minggu sore, cuaca parah memaksa pembatalan lebih dari 1400 penerbangan di bandara O’Hare, Chicago. Jalan-jalan raya utama ditutup di lima negara bagian, Illinois, Iowa, Michigan, Minnesota dan Wisconsin.
Di Minnesota, beban salju yang tertimbun menyebabkan sebuah atap fiberglass dari stadion Metrodome Minneapolis ambruk. Sebuah pertandingan Liga Football NFL dipindah ke Detroit dan ditunda sampai Senin karena robohnya atap ini.
Sementara itu di Amerika barat laut curah hujan mencapai rekor. Jalan-jalan terendam air di bagian tertentu negara bagian Washington, di mana peringatan banjir masih berlaku.

 

http://www.voanews.com/indonesian/news/

Mahasiswa Unair Blokir Jalan



Mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya melakukan pemblokiran jalan Dharmawangsa, Selasa (14/12/2010). Aksi blokir dipicu oleh penangkapan 3 mahasiswa oleh aparat kepolisian saat demo menyambut kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Surabaya. Mahasiswa menghentikan aksi setelah 3 temannya dibebaskan dan Waka Polrestabes Surabaya AKBP Tomsi Tohir meminta maaf secara terbuka.

Jalan di Porong Macet Total


Puluhan kendaraan terjebak macet di jalur alternatif Porong Kabupaten Sidoarjo, Selasa (14/12/2010). Kemacetan terjadi akibat aksi blokir yang dilakukan korban lumpur Lapindo. Warga pemilik lahan menuntut tanah mereka seluas 17 ribu m2 yang diklaim tanah basah oleh Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), untuk diakui menjadi dan dibeli dengan harga tanah kering.

http://www.beritajatim.com/index.php

http://iklanwow.com/iklan-baris/sauna-room-portable-steam-sauna-room-murah-rp-1-250-000-hp-081384845038-2.html

http://multigrosir.blogspot.com/2010/07/portable-steam-sauna-room-sauna-steam.html

LSM SAR Sosialisasi HIV/AIDS di SMKN I Panji Situbondo

Foto JTC ; Sosialisasi
SITUBONDO-JTC-,-Dalam rangka menekan jumlah penderita HIV/AIDS dan pemakai NAPZA di Kabupaten Situbondo, Lembaga Swadaya Masyarakat Simphoni Akar Rumput (LSM SAR), melakukan sosialisasi atau memberikan wawasan tentang bahaya laten NAPZA dan HIV/AIDS kepada 100 orang siswa-siswi SMKN 1 Panji Situbondo, Jum’at (19-11-2010).
Sosialisasi yang berlangsung di aula SMKN 1 Panji ini, di buka oleh Waka Kesiswaan, Em. Muzammiel, M.MPd. Dalam pembukaan sosialisasi bahaya NAPZA dan HIV/AIDS tersebut, Em. Muzammiel berharap atau meminta kepada siswanya agar mengikuti sosialisasi dengan baik, dan hasil dari sosialisasi tersebut agar dapat ditularkan kepada siswa-siswi yang lain di SMKN 1 Panji.
Heru Nasution didampingi Tata Wulandari, Purwinanto dan Heru Hartanto ketika menyampaikan materi sosialisasi tentang bahaya laten NAPZA dan HIV/AIDS mendapat sambutan antusias dari 100 pelajar SMKN 1 Panji. Secara lantang siswa-siswi ini mempertanyakan tentang bahaya NAPZA dan HIV/AIDS kepada pemateri. “Pak bagaimana caranya menghindari agar kita tidak tertular HIV/AIDS dan mengetahui orang yang terinsfeksi atau penderita HIV/AIDS,” kata Susan tanya kepada pemateri.
Bukan hanya Susan saja yang melemparkan pertanyaan-pertanyaan bahaya laten HIV/AIDS kepada pemateri. Namun Afandi, Dwi Puspita Sari, Ahmad Faizal, Aji Saka, Lindah, Atika Selvi juga secara kritis mempertanyakan cara pengobatan dan memberikan perlindungan terhadap penderita HIV/AIDS.
Menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan siswa-siswi SMKN 1 Panji ini, Heru Nasution selaku pendiri LSM SAR sekaligus pemateri atau nara sumber sosialisasi tersebut, menjawab secara panjang lebar tentang bahaya NAPZA dan HIV/AIDS itu. “Jika orang sudah terinspeksi HIV/AIDS, maka kekebalan tubuhnya akan melemah dan hingga saat ini belum ditemukan obatnya. Maka itu, saya berharap kepada siswa-siswi SMKN 1 Panji, Kabupaten Situbondo harus mampu menghindari perbuatan maksiat yang melanggar hukum-hukum agama dan menghindari penggunaan NAPZA yang melanggar hukum pidana,” terang Heru Nasution kepada pelajar SMKN 1 Panji yang mengikuti sosialisasi tersebut.
Bukan hanya itu saja yang disampaikan Heru, kepada pelajar SMKN 1 Panji. Namun, mantan staf ahli bidang kesehatan ini, juga menjelaskan secara rinci tentang bahaya NAPZA dan HIV/AIDS. “Perlu saya sampaikan kepada siswa-siswi disini, bahwa penyakit HIV/AIDS bukan penyakit keturunan maupun kutukan. Namun, penyakit ini akibat perbuatan manusia yang sering melakukan hubungan seks bebas dengan gonta-ganti pasangan dan mengkomsumsi NAPZA dengan cara menggunakan jarum suntik secara bergantian serta ada juga orang yang tertular HIV/AIDS tanpa melakukan proses diatas,” papar Heru Nasution kepada para siswa-siswi.
Sementara itu, Tata Wulandari dihadapan siswa-siswi SMKN 1 Panji mengurai panjang lebar tentang Psikologi dan menceritakan mengenai isteri seorang petinju yang menderita HIV/AIDS. Secara lugas, Tata, memberikan pemahaman tentang bahaya NAPZA dan HIV/AIDS kepada mereka. “Mulai saat ini, mari kita peduli AIDS. Karena Peduli AIDS, Berarti Peduli Diri Sendiri dan Orang Lain,” ajak Tata kepada pelajar SMKN 1 Panji Situbondo. **
VN:F [1.9.6_1107]

Diambil dari : http://www.jurnaltimur.com/peringati-hari-aids-se-dunia-lsm-sar-talk-show-di-cafe-fm-radio.html#ixzz1834OgKD0 Baca dari sumbernya : Peringati Hari AIDS se Dunia LSM SAR Talk Show Di Café FM Radio



Foto JTC : LSM SAR Talk Show
SITUBONDO,-JTC-Dalam rangka memperingati Hari AIDS se dunia yang jatuh pada hari ini, Rabu 1 Desember 2010 sekaligus memberikan pengetahuan kepada masyarakat Situbondo tentang bahaya laten HIV/AIDS, Lembaga Swadaya Masyarakat Simphoni Akar Rumput menggelar talk show pada acara informasi dan Tip (INTIP) yang disiarakan oleh Café FM Radio, Rabu (1/12/2010).Talk Show yang dipandu oleh penyiar Café FM Radio, Nina Febri ini, membahas informasi seputar bahaya laten HIV/AIDS di Kabupaten Situbondo yang disampaikan oleh pendiri LSM SAR Heru Nasution. Dalam talk show tersebut, Heru Nasution secara panjang lebar menurai persoalan HIV/AIDS secara gamblang.
Menurut Heru, HIV/AIDS di Kabupaten Situbondo sudah mengkhawatirkan, kasusnya sudah mencapai 87 orang yang hidup denagn AIDS. “Jika hal ini dibiarkan serta tidak dicegah, maka 10 – 20 tahun mendatang, APBD Kabupaten Situbondo tidak akan cukup untuk membiayai penderita HIV/AIDS,” beber Heru pendiri LSM SAR.
Untuk itu, Heru Nasution memohon kepada masyarakat Situbondo agar mau peduli terhadap kasus HIV/AIDS dan mau mencegahnya dengan cara melakukan seks aman, setia pada pasangan, tidak menggunakan jarum suntik secara bergantian dan hindari pemakaian NAFZA serta jangan melakukan seks bebas.
Talk shaw yang berdorasi kurang lebih satu jam ini, ditutup Tema dan Sub tema Hari Aids se dunia tahun 2010. “Universal Akses dan Hak Asasi Manusia”. Sedangkan sub temanya adalah “Peningkatan Hak dan Akses Pendidikan untuk Semua, Guna Menekan Laju Epidemi HIV di Indonesia Menuju Tercapainya Tujuan Pembangunan Millenium (MDGs)”. **

www.kompasiana.com

http://www.jurnaltimur.com/

http://reguler5.blogspot.com/

http://www.butikangel.com/

Demo Tolak Bupati Tuban




Berbagai kalangan melakukan protes terhadap pencalonan Incumbent Haeny Relawati, dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Tuban 2011 nanti, sebagai wakil bupati yang berpasangan dengan Kristiawan, yang maju dari Partai Golongan Karya (Golkar). Setelah LSM melakukan penonalakan terhadap pendaftaran incumbent , kali ini sejumlah seniman yang tergabung dalam Teater Gombal Amoh dari Gerakan Pemuda Kutorejo (GPK) Art Comunity, menggelar aksi pantomin di depan kantor Panwas jalan Pramuka, Kabupetan Tuban, Senin (13/12/2010) sore.

http://www.etalasemuslim.com/dynamic_sitemap.php

Tingkatkan Iman dan Takwa, Kantor KB Gelar Pelatihan Shalat Khusyu’




Foto JTC ; Pelatihan shalat khusyu'
SITUBONDO-JTC,- Dalam rangka meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT, Kantor Kelurga Berencana Kabupaten Situbondo, menggelar pelatihan shalat khusyu’ yang dilaksanakan di aula lantai II Kantor Sekretariat Pemerintah Kabupaten Situbondo, Sabtu (20-11-2010).
Acara pelatihan shalat khusyu’ yang disampaikan oleh Ustadz Abdul Aziz dari Surabaya ini, dihadiri kurang lebih 300 peserta. Adapun tujuan dilaksankannya pelatihan shalat khusuk ini, tidak lain untuk mengetahui tata cara shalat yang benar, sehinga dapat menciptakan peningkatan shalat secara khusyu’ dan memberikan bimbingan tentang shalat khusyu’ kepada guru agama SMP maupun MA serta siswa-siswi yang tergabung dalam Osis.
“Tujuan dalam pelatihan shalat khusyu’ ini tidak lain untuk meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT, serta memberikan membimbing kepada guru agama agar mau mengembangkan pelatihan atau tata cara melakukan shalat khusyu’ kepada siswa-siswinya,” kata Drs. Syaifullah, Kepala Kantor Keluarga Berencana Kabupaten Situbondo.
Selain itu, Syaifullah juga berharap, kepada para peserta dapat menularkan ilmunya ke orang lain. “Mudah-mudahan dengan dilaksanakan pelatihan shalat khusyu’ ini, para peserta mau menularkan ilmunya kepada orang lain, sehingga pelatihan shalat khusuk tersebut berkembang dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat Situbondo, utamanya masyarakat muslim,” ujar Syaifullah.
Sementara itu, Bupati Situbondo H. Dadang Wigiarto didampingi Wakil Bupati Rachmat SH, M.Hum dalam sambutan singkatnya mengatakan, bahwa pelatihan shalat khusyu’ yang digelar Kantor Keluarga Berencana Kabupaten Situbondo, merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memberikan bimbingan agama terhadap para pejabat agar senantiasa ingat kepada Allah SWT. “Mudah mudahan pelatihan shalat khusyu’ ini benar-benar dihayati secara mendalam oleh para peserta, sehingga setelah pelatihan para peserta dapat melaksanakan shalat khusyu’ dengan benar,” ujar bupati.
Ustadz Abdul Aziz, mempraktekan secara rinci dan gamblang tentang tata cara melakukan shalat khusyu’ kepada 300 peserta. Dihadapan para peserta, Ustadz Abdul Aziz menjelaskan, bahwa melakukan shalat khusyu’ itu sangat mudah, apabila dilakukan secara sungguh-sungguh dan percaya dengan kebesaran atau ke Agungan Allah SWT, maka kita akan mendapatkan sesuatu dari kebesaran Allah SWT. Tapi sebaliknya, jika pelatihan shalat khusyu’ ini hanya sekedar diketahui dan tidak dijalani secara serius, maka tidak akan terasa manfaat dari shalat khusyu’ ini.
Bukan hanya itu saja yang disampaikan Ustadz Abdul Aziz dalam memberikan pelatihan shalat khusyu’ tersebut, namun secara panjang lebar beliau memjelaskan bab per bab pengenai tata cara shalat khusyu’ terserbut. **

Memasarkan Buah Mangga Dinas Pertanian Buka Show Room



Foto JTC ; Shawroom Mangga di Kec. Panarukan
SITUBONDO-JTC,- Dalam rangka lebih mengembangkan potensi produksi buah mangga sekaligus mencari trobosan pemasaran, Dinas Pertanian Kabupaten Situbondo membuka 2 show room buah mangga, di Jalur Pantura Situbondo.
Show Room buah mangga yang digagas oleh Dinas Pertanian Kabupaten Situbondo ini, salah satunya bertujuan agar para pembeli buah mangga berkualitas tinggi ini tidak kebingungan untuk memperoleh mangga hasil petani Situbondo.
Dua show room yang sudah berdiri di wilayah Kecamatan Panarukan dan Jangkar Jalur Pantura Situbondo ini, memiliki akses yang cukup startegis, karena lokasinya sangat mudah dijangkau dan dikenali. Sehingga konsumen atau pembeli buah mangga asli Situbondo tersebut tidak susahpayah lagi untuk mendapatkan buah mangga yang akan dijadikan oleh-oleh buat keluarganya.
Dibukanya 2 show room mangga yang di-produksi petani Situbondo, merupakan langkah awal untuk lebih memaksimalkan pemasaran buah mangga Situbondo. Paket buah mangga yang berkualitas ini di-kemas dalam karton atau duzz berukuran sedang, dengan tujuan agar konsumen pleksibel dalam membawa buah mangganya. “Buah mangga berkualitas itu, kita kemas dalam duzz.” Kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Situbondo Ir. M. Sifa.
Untuk lebih memaksimalkan pemasaran mangga yang diproduksi petani mangga Situbondo, sambung Sifa, pihaknya siap untuk mengikuti berbagai kegiatan atau even pameran produk dalam negeri yang bertujuan untuk lebih memperkenalkan buah mangga asal Kabupaten Situbondo. **
VN:F [1.9.6_1107]

Dinas Pertanian Malang kembangkan budi daya tembakau dengan merangkul Mitra kerja


  
Salah satu kegiatan Dinas pertanian untuk  menyalurkan dana alokasi cukai tembakau  2009 dan 2010 dengan cara merangkul mitra kerja dibidang pengolahan hasil tembakau, Dalam tahun pertamanya kerjasama dengan PT sadana mengembangankan jenis tembakau Virginia sistem panennya dengan cara (oven atau rajang) dan Berley (diperam) namun belum secara menyeluruh  dalam artian untuk pembinaan tehknis petani tembakau maupun sebagai pasar penerima Hasil petani.
 
 Dalam tahun pertama  belum bisa mengalokasikan DAC secara langsung kepada petani dalam bentuk sarana produksi, namun menurut  kabid Produksi tanaman perkebunan Ir. Meniel Wahyuningsih  dinas pertanian baru bisa memberikan bantuan berupa peralatan pertanian semacam  gentraktor,pompa air, cangkul baik juga dalam pembinaan, di tahun 2010 ini dinas pertanian secara langsung mendampingi petani baik dalam pengembangan lahan dan sarana produksi, sehingga bila di tahun pertama sinas pertanian melepas langsung petani untuk bekerja sama dengan PT. Sadana dengan sistem pinjam bayar panen namun setelah ditahun pertama  dinas pertanian bekerja sama dengan BALITAS (Balai penelitian tanaman serat dan tembakau)untuk pemetaan areal mencari lokasi mana yang berpotensi untuk lahan tembakau maka dari itu ditahun kedua ini menurut beliau pihaknya telah menyiapkan 25 ha untuk lahan tembakau jenis oven dan 50 ha jenis tembakau rajangan. Tentunya dengan survey terlebih dahulu  melalui sistem seleksi Calon petani dan calon lahan (CPTL)dengan wadah gabungan kelompok tani yang Tersebar di beberapa kecamatan dikabupaten malang yaitu kec. Donomulyo, kec. Sumberpucung, Kec. Wonosari, kec. Poncokusumo, Kec. Tumpang. Dengan adanya pengembangan lahan yang semakin bertambah menurut Kadis Pertanian kabupaten malang  Ir. Purwanto “ selain dengan PT. Sadana kita mengembangkan lagi  bekerjasama dengan mitra  kerja baru PT.IDS (indonsia Dwi Sembilan) “.  dalam kerjasamanya dengan PT. IDS menurut kabid....khusus wilayah tkec. Tumpang  mencoba sistem jenis tembakau diperam , kegiatan sosialisai dilaksanakan mulai awal april 2010. Ditahun 2010 ini Dinas pertanian mendapatkan kucuran DAC sebesar Rp. 1.513.789.000,- Milyar turun dari alokasi awal sebesar 2,5 Milyar dikarenakan  adanya revisi untuk kelengkapan alat citiscane RSUD Kanjuruhan. Dalam pelaksanaan dilapangan PT. Sadana dan IDS mempunyai kesepakatan dengan para petani tembakau dalam segi hasil panen nantinya hasil panen para petani dinilai dengan gread dan ada petugas lapanga di masing-masing lokasi baik dari IDS maupun Sadana. Sementara Kendala yang dihadapi dilapangan untuk saat ini adalah fakor hujan yang tak kunjung selesai.
 

Senin, 13 Desember 2010

Bermain Bola di Atas Tanah Bekas Terjangan Banjir

Anaka-anak yang bermain bola di atas tanaah bekas terjangan banjir ini selalu ceria melewati sore hari yang bergelayut mendung, dan hujan tengah mengintip para penghubi bantaran/stren kali Ardirejo yang pernah dua kali diterjang bencana alam banjir pada tahun 2002 dan 2008 lalu. /ANS