Minggu, 02 Januari 2011

CLIQUERS UNGU BONDOWOSO BERIKAN BANTUAN BERAS DAN BAJU LAYAK PAKAI

Bondowoso.prosa.com)

Community CLIQUERS UNGU BONDOWOSO yang merupakan gabungan para pelajar tingkat SMP dan SMA di Bondowoso dengan 10 orang sebagai perwakilan,berikan bantuan beras dan baju layak pakai kepada warga sangat miskin dsn.Krajan desa Kladi Kecamatan Cerme kabupaten Bondowoso,pada hari Minggu tgl.2 Januari 2011 dan diterima langsung oleh Kepala dan Sekdes Kladi dimana kegiatan yang akan selalu dilakukan tersebut bisa menjadi bukti bahwa sebagai pelajar merekapun bisa berbuat yang lebih baik dan mau berbagi dengan sesama.

Pada waktu sebelumnya perwakilan CLIQUERS UNGU Bondowoso, telah menghadap dan bertemu langsung dengan Bapak Bupati Bondowoso di Pendopo, dimana Bupati sangat mendukung serta berharap agar Kegiatan seperti ini dapat lebih dikembangkan dan dapat menjadi contoh bagi yang lainnya, apalagi baru kali ini Gabungan Kelompok pelajar sudah mempunyai pola pikiran yang sangat berwawasan luas kedepan,dan Diharapkan para Guru bisa pula memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini.demikian Cip melaporkan dari Kladi Cerme.(Cip)

Sabtu, 01 Januari 2011

TAHUN BARU 2011 LALU LINTAS JALAN PASIR -PUTIH MACET

Arus Laulu Lintas Sepanjang jalan Pemandangan PASIR-PUTIH Situbondo Jawa Timur mengalami kemacetan, hal itu disebabkan membludaknya masyarakat baik yang berasal dari Situbondo itu sendiri maupun dari luar situbondo yang akan dan sedang menikmati Tahun baru 2011.

Sementara itu beberapa personil yang dikerahkan untuk mengatur arus lalu lintas maupun untuk menjaga keamanan wilayah setempat bukan hanya dari pihak aparat Polri dan TNI namun terlihat pula sejumlah relawan dari Pramuka turut pula membantu pelaksanaan tersebut meskipun hujan terus mengguyur.

Dari Informasi yang diterima, bahwa sejauh ini tidak ada kecelakaan lalu-lintas yang terjadi mengingat beberapa Aparat telah bekerja dengan optimal. Dari Kawasan Wisata Pantai Pasir putih, Cipto Haryono melaporkan(Cip)

KADES SUKODONO TABRAK UU NO.40'1999, HAMBAT PEKERJAAN WARTAWAN?



Bondowoso.Prosa.com)

Arogansinya seorang Kepala Desa Sukodono Kecamatan Pujer Kab Bondowoso kepada dua wartawan Mingguan, Kirmanto (Xpose) dan Azis (Surabaya Minggu) benar-benar merupakan tindakan yang tidak menunjukkan sikap seorang pemimpin dimana sikap yang ditunjukkan kepada ke-dua wartawan tersebut layaknya sikap seorang Preman kampungan, atau karena dangkalnya SDM yang dimiliki atau pula karena jabatannya sebagai kepala Desa yang dianggap segala-galanya meskipun merebak kabar burung jika Kepala Desa mengalami tekanan kejiwaan.

Kejadian tersebut bermula pada saat kedua wartawan tersebut melakukan liputan terkait dugaan penyimpangan Program BKD Desa Sukodono berupa pengerasan jalan poros tanpa adanya pasir serta buruknya bahan material yang sedang dikerjakan, bahkan beberapa warga setempat juga memberikan informasi kepada kepada ke-dua wartawan tersebut jika hasil yang sudah rampung dikerjakan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat,salah satu pemberi Informasi tersebut masih dari keluarga kepala Desa itu sendiri.

Tiba-tiba dari arah belakang dengan mengendarai Motor trill dan dengan kecepatan penuh Kepala Desa Sukodono, Fathor terkesan ada rencana untuk mencelakai ke dua wartawan tersebut namun berhasil menyelamatkan diri, saat itu juga dengan tetap bertutur kata santun Kepala Desa dikonfirmasi terkait informasi masyarakat serta hasil pekerjaan yang diduga kuat menyimpang namun dengan jawaban arogan bahwa jalan tersebut adalah urusannya bukan urusan wartawan sehingga jawaban layaknya anak TK dan mengejutkan tersebut tetap diterima dan dicatat dalam ingatan. 

Menurut Camat Pujer bahwa ia sangat menyayangkan jika ini terjadi karena Wartawan adalah Mitra kerjanya juga Mitra Kepala Desa dan akan memberikan pembinaan khusus, selain itu Ketua SKAK, Napi dengan bijak meminta maaf atas kejadian tersebut, Namun ada pertanyaan yang masih belum terjawab " Jika sudah tidak mampu membina dirinya sendiri, apakah mampu membina masyarakatnya dan masih pantaskah Kepala Desa Sukodono menjabat sebagai Kepala Desa dalam jangka panjang?".(Cip)

With a card! PICNIC

With a card!

Jalan Sucipto, Situbondo Banjir Lagi

Hujan yang mengguyur sejak sore kemarin hingga kini, Sabtu (01/01/2011) telah membuat sejumlah jalan-jalan di Kabupaten Situbondo, Jawa  Timur (Jatim) banjir akibat sistem saluran drainase buruk. Akibatnya, air hujan yang mengalir masuk ke seloka-selokan mampet yang akhirnya meluber ke jalan-jalan terutama di sepanjang jalan Sucipto (depan Kantor Catatan Sipil) hingga sebelah utara Kantor Dinas Koperasi & UKM. Dan ketika sepanjang jalan Sucipto banjir akibat air hujan yang tak menemukan jalan di selokan-selokan, banyak sepeda motor maupun mobil yang macet akibat mati mesin kemasukan air di jalan tersebut.


Hal itu terbukti dengan adanya dua pengendara sepeda motor yang mesinnya mati akibat kemasukan air karena jalan yang dilalluinya, tingginya air nyaris menyentuh mesin.
"Saya dari arah selatan mau ke Desa Olean, tapi berhubung sepeda motor saya macet, ya terpaksa saya mendorong sepeda saya ini, mas," ujarnya kepada PROSA ONLINE, Sabtu, (01/01/2011). (ANS)

Jumat, 31 Desember 2010

PROSA

Dilarang Menyanyi Di Kamar Mandi

(Oleh: Seno Gumira Ajidarma)

                                                                             
“Sabar Pak, sebentar lagi,” kata hansip.
”Waktunya selalu tepat pak, tak pernah meleset, ” sambung warga yang lain.
Pak RT manggut-manggut dengan bijak. Ia melihat arloji.
”Masih satu menit lagi,” ujarnya.
Satu menit segera lewat. Terdengar derit pintu kamar mandi. Serentak orang-orang yang mengiringi Pak RT mengarahkan telinganya ke lobang angin, seperti mengarahkan antena parabola ke Amerika seraya mengacungkan telunjuk di depan mulut.
”Ssssstttt!”
Pak RT melihat wajah-wajah yang bergairah, bagaikan siap dan tak sabar lagi mengikuti permainan yang seolah-olah paling mengasyikkan di dunia.
Lantas segalanya jadi begitu hening. Bunyi pintu yang ditutup terdengar jelas. Begitu pula bunyi resluiting itu, bunyi gesekan kain-kain busana itu, dendang-dendang kecil itu, yang jelas suara wanita. Lantas byar-byur-byar-byur. Wanita itu rupa-ruapnya mandi dengan dahsyat sekali. Bunyi gayung menghajar bak mandi terdengar mantab dan penuh semangat. Namun yang dinanti-natikan Pak RT bukan itu. Bukan pula bunyi gesekan sabun ke tubuh yang basah, yang sangat terbuka untuk ditafsirkan sebebas-bebasnya.
Yang ditunggu Pak RT adalah suara wanita itu. Dan memang dendang kecil itu segera menjadi nyanyian yang mungkin tidak teralu merdu tapi ternyata merangsang khayalan menggairahkan. Suara wanita itu serak-serk basah, entah apa pula yang dibayangkan orang-orang dibalik tembok dengan suara yang serak-serak basah itu. Wajah mereka seperti orang lupa dengan keadaan sekelilingnya. Agaknya nyanyian wanita itu telah menciptakan sebuah dunia di kepala mereka dan mereka sungguh-sungguh senang berada disana.
Hanya hansip yang masih sadar.
”Benar kan Pak?”
Pak RT tertegun. Suara wanita itu sangat merangsang dan menimbulkan daya khayal yang meyakinkan seperti kenyataan.
Pak RT memejamkan mata. Memang segera tergambar suatu keadaan yang mendebarkan. Bunyi air mengguyur badan jelas hanya mengarah tubuh yang telanjang. Bunyi sabu menggosok kulit boleh ditafsirkan untuk suatu bentuk tubuh yang sempurna. Dan akhirnya ya suara serak-serak basah itu, segera saja membayangkan suatu bentuk bibir, suatu gerakan mulut, leher yang jenjang, dan tenggorokan yang panjang—astaga, pikir Pak RT, alangkah sensualnya, alangkah erotisnya, alangkah sexy!
Ketika Pak RT membuka mata, keningnya sudah berkeringat. Dengan terkejut dilihatnya warga masyarakat yang tenggelam dalam ekstase itu mengalami orgasme.
”Aaaaaaahhhhh!”
Dalam perjalanan pulang, hansip memberondongnya dengan pertanyaan.
”Betul kan pak, suaranya sexy sekali ?”
”ya.”
’Betul kan Pak, suaranya menimbulkan imajinasi yang tidak-tidak?”
”Ya.”
”Betul kan Pak nyanyian di kamar mandi itu meresahkan masyarakat?”
”Boleh jadi.”
”Lho, ini sudah bukan boleh jadi lagi Pak, sudah terjadi! Apa kejadian kemarin belum cukup?”
***
Kemarin sore, ibu-ibu warga sepanjang gang itu memang memenuhi rumahnya. Mereka mengadu kepada Pak RT, bahwa semenjak terdengar Nyanyian dari kamar mandi rumah Ibu Saleha pada jam-jam tertentu, kebahagiaan rumah tangga warga sepenjang gang itu terganggu.
”Kok Bisa?” Pak RT bertanya.
”Aduh, Pak RT belum dengar sendiri sih! Suaranya sexy sekali!”
”Saya bilang Sexy sekali, bukan hanya sexy. Kalau mendengar suaranya, orang langsung membayangkan adegan-adegan erotis Pak!”
”Sampai begitu?”
”Ya, sampai begitu! Bapak kan tahu sendiri, suaranya yang serak-serak basah itu disebabkan karena apa!”
”Karena apa? Saya tidak tahu.”
”Karena sering di pakai dong!”
”Dipakai makan maksudnya?”
”Pak RT ini bagaimana sih? Makanya jangan terlalu sibuk mengurusi kampung. Sesekali nonton BF kek, untuk selingan supaya tahu dunia luar.”
”Saya, Ketua RT, harus nonton BF, apa hubungannya?”
”Supaya Pak RT tahu, kenapa suara yang serak-serak basah itu sangat berbahaya untuk stabilitas spanjang Gang ini. Apa Pak RT tidak tahu apa yang dimaksud dengan adegan-adegan erotis? Apa Pak RT tidak tahu dampaknya bagi keidupan keluarga? Apa Pak RT selama ini buta kalau hampir semua suami di gang ini menjadi dingin di tempat tidur? Masak gara-gara nyanyian seorang wanita yang indekost di tempat ibu Saleha, kehidupan seksual warga masyarakat harus terganggu? Sampai kapan semua ini berlangsung? Kami ibu-ibu sepanjang gang ini sudah sepakat, dia harus diusir!”
”lho, lho, lho, sabar dulu. Semuanya harus dibicarakan baik-baik. Dengan musyawarah, dengan Mufakat, jangan main hakim sendiri. Dia kan tidak membuat kesalahan apa-apa? Dia hanya menyanyi di kamar mandi. Yang salah adalh imajinasi suami ibu-ibu sendiri, kenapa harus membayangkan adegan-adegan erotis? Banyak penyanyi Jazz suaranya serak-serak basah, tidak menimbulkan masalah. Padahal lagu-lagunya tersebar ke seluruh dunia.”
”Ooo itu lain sekali pak. Mereka tidak menyanyikannya di kamar mandi dengan iringan bunyi jebar-jebur. Tidak ada bunyi resluiting, tidak ada bunyi sabun menggosok kulit, tidak ada bunyi karet celana dalam. Nyanyian dikamar mandi yang ini berbahaya, karena ada unsur telanjangnya Pak! Porno! Pokoknya kalau Pak RT tidak mengambil tindakan, kami sendiri yang akan beramai-ramai melabraknya!”
Pak RT yang diserang dari segala penjuru mulai kewalahan. Ia telah menjelaskan bahwa wanita itu hanya menyanyi di kamar mandi, dan itu tidak bisa di sebut kesalahan, apalagi melanggar hukum. Namun ia tak bisa menghindari kenyataan bahwa ibu-ibu disepanang gang itu resah karena suami mereka menjadi dingin di tempat tidur. Ia tidak habis pikir, bagaimana suara yang serak-serak basah bisa membuat orang berkhayal begitu rupa, sehingga mempengaruhi kehidupan sexual sepasang suami istri. Apakah yang terjadi dengan kenyataan sehingga seseorang bisa bercinta dengan imajinasi? Yang juga membuatnya bingung, kenapa para suami ini bisa mempunyai imajinasi yang sama?
”Pasti ada yang salah dengan sistem imajinasi kita,” pikirnya.
Sekarang setelah mendengar sendiri suara yang serak-serak basah itu, Pak RT mesti mengakui suara itu memang bisa dianggap sexy dengan gambaran umum mengenai suara yang sexy. Meski begitu pak RT juga tahu bahwa seseorang tidak harus membayangkan pergumulan di ranjang mendengar nyanyian dari kamar mandi itu, walaupun ditambah dengan bunyi byar-byur-byar-byur, serta klst-klst-klst bunyi sabun menggosok kulit.
Karenanya, Pak RT berkeputusan tidak akan mengusir wanita itu, melainkan mengimbaunya agar jangan menyanyi di kamar mandi, demi kepentingan orang banyak.
Di temani Ibu Saleha yang juga sudah tau duduk perkaranya, Pak RT menghadapi wanita itu. Seorang wanita muda yang tidak begitu cantik juga tidak tergolong jelek. Seorang wanita muda yang hidup dengan sangat teratur. Pergi kantor dan pulang ke rumah pada waktu yang tepat. Bangun tidur pada jam yang telah di tentukan. Makan dan membaca buku pada saat yang selalu sama. Begitu pula ketika ia harus mandi, sambil menyanyi dengan suara serak-serak basah.
”Jadi suara saya terdengar sepanjang gang di belakang rumah? ”
”Betul, Zus”
”Dan ibu-ibu meminta saya agar tidak menyanyi supaya suami mereka tidak berpikir yang bukan-bukan?”
”ya, kira-kira begitu Zus.”
”Jadi selama ini ternyata para suami di sepanjang gang dibelakang rumah membayangkan tubuh saya telanjang ketika mandi, dan membayangkan bagaimana seandainya saya bergumul dengan mereka di ranjang, begitu?”
Pak RT sudah begitu malu. Saling memandang dengan Ibu Saleha yang wajahnya pun sama-sama sudah merah padam. Wanita yang parasnya polos itu membasahi bibinya dengan lidah. Mulutnya yang lebar bagaikan mengandung tenaga yang begitu dahsyat untuk memamah apa saja di depannya.
Pak RT melirik wanita itu dan terkesiap melihat wajah itu tersenyum penuh rasa maklum. Ia tidak menunggu jawaban Pak RT.
”Baiklah Pak RT, Saya usahakan untuk tidak menyanyi di kamar mandi,” Ujarnya dengan suara yang serak-serak basah itu, ”akan saya usahakan agar mulut saya tidak mengeluarkan suara sedikit pun, supaya para suami tidak membayangkan diri mereka bergumul dengan saya,  sehingga mengganggu kehidupan seksual keluarga sepanjang gang ini”.
”Aduh, terimakasih banyak Zus. Harap maklum Zus, saya Cuma tidak ingin masayrakat menjadi resah.”
Begitulah semenjak itu, tak terdengar lagi nyanyian bersuara serak-serak basah dari kamar mandi diujung gang itu. Pak RT merasa lega. ”semuanya akan berjalan lancar,” pikirnya. Kadang-kadang ia berpapasan dengan wanita yang penuh pengertian itu. Masih terbayang di benak Pak RT betapa lidah wanita itu bergerak-gerak membasahi bibirnya yang sungguh-sungguh merah.
***
Tapi Pak RT rupanya masih harus bekerja keras. Pada suatu sore hansip melapor.
”Kaum ibi sepanjang gang ternyata masih resah pak.”
”Ada apa lagi? Wanita itu sudah tidak menyanyi lagi kan?”
”Betul Pak, tpi menurut laporan ibu-ibu pada saya, setiap kali mendengar bunyi jebar-jebur dari kamar mandi itu, para suami membayangkan suaranya yang serak-serak basah. Dan karena membayangkan suaranya yang serak-serak basah yang sexy, lagi-lagi meraka membayangkan pergumulan di ranjang dengan wanita itu Pak. Akibatnya, kehidupan seksual warga kampung sepanjang gang ini masih belum harmonis. Para ibu mengeluh suami-suami mereka masih dingin ditempat tidur, pak!”
”Jangan-jangan khayalan para ibu tentang isi kepala suami mereka sendiri juga berlebihan! Kamu sendiri bagaimana? Apa kamu juga membayangkan yang tidak-tidak meski hanya mendengar jebar-jebur orang mandi saja?”
Hansip itu tersenyum malu.
”Saya belum kawin, pak.”
”Aku tahu, maksudku kamu membayangkan adegan-adegan erotis atau tidak kalu mendengar dia mandi?”
”Ehm! Ehm!”
”Apa itu Ehm-Ehm?”
”Iya, Pak”
”Nah, begitu dong terus terang. Jadi ibu-ibu maunya apa?”
”Mereka ingin minta wanita itu diusir Pak.”
Terbayang di mata Pak RT wajah ibu-ibu sepanjang gang itu. Wajah wanita-wanita yang sepanjang hari memakai daster, sibuk bergunjing, dan selalu ada gulungan keriting rambut dikepalanya. Wanita-wanita yang selalu menggendong anak dan kalu teriak-teriak tidak kira-kira kerasnya, seperti di sawah saja. Wanita-wanita yang tidak tahu cara hidup selain mencuci baju dan berharap-harap suatu hari bisa membeli mebel yang besar-besar untuk ruang tamu mereka yang sempit.
”Tidak mungkin, wanita itu tidak bersalah. Bahkan melarangnya nyanyi saja sudah keterlaluan.”
”Tapi imajinasi porno itu tidak bisa dibendung Pak.”
“Bukan salah wanita itu dong! Salahnya sendiri kenapa mesti membayangkan yang tidak-tidak? Apa tidak ada pekerjaan lain?”
“Salah atau tidak, menurut ibu-ibu adalah wanita itu penyebabnya Pak. Ibu-ibu tidak mau tahu. Mereka menganggab bunyi jebar-jebur itu masih mengingatkan bahwa itu selalu diiringi nyanyian bersuara serak-serak basah yang sexy, sehingga para suami masih membayangkan suatu pergumulan di ranjang yang seru.”
Pak RT memijit-mijit keningnya.
”Terlalu,” batinnya, ”pikiran sendiri kemana-mana, orang lain disalahkan.”
Pengalamannya yang panjang sebagai ketua RT membuatnya hafal, segala sesuatu bisa disebut kebenaran hanya jika dianut orang banyak. Sudah berapa maling digebuk sampai mati dikampung itu dan tak ada seorangpun yang dituntut ke pengadilan, karena dianggap memang sudah seharusnya.
”Begitulah Zus, ” Pak RT sudah berada dihadapan wanita itu lagi. ”Saya harap Zus berbesar hati menghadapi semua ini. Maklumlah orang kampung Zus, kalau sedang emosi semaunya sendiri. ”
Wanita itu lagi-lagi tersenyum penuh pengertian. Lagi-lagi ia menjilati bibirnya sendiri sebelum bicara.
“Sudahlah Pak, jangan dipikir, saya mau pindah ke kondominium saja, supaya tidak mengganggu orang lain.”
Maka hilanglah bunyi jebar-jebur pada jam yang sudah bisa di pastika itu. Ibu-ibu yang sepanjang hari cuma mengenakan daster merasa puas, duri dalam daging telah pergi. Selama ini alangkah tersiksanya mereka, karena ulah suami mereka yang menjadi dingin di tempat tidur, gara-gara membayangkan adegan ranjang seru dengan wanita bersuara serak-serak basah itu.
***
Pada suatu sore, disebuah teras, sepasang suami istri bercakap-cakap.
”Biasanya jam segini dia mandi,” kata suaminya.
”Sudah. Jangan diingat-ingat” sahut istrinya cepat-cepat.
”Biasanya dia mandi dengan bunyi jebar-jebur dan menyanyi dengan suara serak-serak basah.”
”Sudahlah. Kok malah diingat-ingat sih?”
”Kalau dia menyanyi suaranya sexy sekali. Mulut wanita itu hebat sekali, bibirnya merah dan basah. Setiap kali mendengar bunyi sabun menggosok kulit aku tidak bisa tidak membayangkan tubuh yang begitu penuh dan berisi. Seandainya tubuh itu ku peluk dan kubanting ke tempat tidur. Seandainya ..”
Belum habis kalimat suami itu, ketika istrinya berteriak keras sekali, sehingga terdengar sepanjang gang.
”Tolongngngngng! Suami saya berkhayal lagi! Tolongngngngng!”
Ternyata teriakan itu bersambut. Dari setiap teras rumah, terdengar teriakan para ibu melolong-lolong.
”Tolongngngngng! Suami saya membayangkan adgan ranjang lagi dengan wanita itu! Tolongngngngng!”
Suasana jadi geger. Hansip berlari kian kemari menenangkan ibu-ibu. Rupa-rupanya tanpa suara nyanyian dan bunyi byar-byur-byar-byur orang mandi, para suami tetap bisa membayangkan adgan ranjang dengan wanita bersuara serak-serak basah yang sexy itu. Sehingga bisa dipastikan kebahagiaan rumah tangga warga sepanjang gang itu akan terganggu.
Pak RT pusing tujuh keliling. Bagaimana caranya menertibkan imajinasi? Tapi sebagai ketua RT yang berpengalaman, iasegera mengambil tindakan. Dalam rapat besar esok harinya ia memutuskan, agar di kampung itu didirikan fitness centre. Pak RT memutusakan bahwa di fitness centre itu akan diajarkan Senam Kebahagiaan Rumah Tangga yang wajib diikuti ibu-ibu, supaya bisa membahagiakan suaminya di tempat tidur. Pak RT juga sudah berpikir-pikir, pembukaan fitness center itu kelak, kalau bisa dihadiri Jane Fonda.
Kemudian, disepanjang gang itu juga berlaku peraturan baru:
DILARANG MENYANYI DI KAMAR MANDI
                                              
Taman Manggu, 29 Desember 1990

Sumber: Majalah SASTRA "HORISON"

Kamis, 30 Desember 2010

Segel Kantor Demokrat

Puluhan kader Partai Demokrat (PD) dari 18 PAC (Pengurus Anak Cabang) yang ada di Kabupaten Jombang menyegel kantor DPC yang ada di Jalan WR Supratman, Kamis (30/12/2010). Mereka menuntut Ketua DPC PD Jombang, Suharto, turun dari jabatan.

Rabu, 29 Desember 2010

JALAN MENUJU WISATA KAWAH IJEN RUSAK BERAT

Bondowoso, www.tabloidprosa.blogspot.com

Sepanjang radius kiloan meter, jalan menuju obyek wisata Kawah Ijen mengalami kerusakan yang cukup parah bahkan kondisis itu sudah berlangsung selama sekian tahun tanpa ada upaya perbaikan dari Dinas terkait sehingga arus transpotasi mengalami hambatan bahkan rawan kecelakaan dan selain itu upaya untuk memberikan perawatan di sekitar jalan tidak pernah dilakukan

Sejumlah masyarakat di wilayah Sempol kepada wartawan, sangat berharap agar pemerintah Pusat segera memperhatikannya mengingat jalan yang mengalami kerusakan cukup parah tersebut, merupakan jalan sentral menuju lokasi wisata Kawah Ijen dimana Kawah Ijen merupakan wisata yang sudah Go Internasional, jadi apabila tidak ada upaya perbaikan maka sejumlah wisartawan Domistik maupun mancanegara akan enggan melihat  untuk datang ke lokasi wisata.

Semakin enggan para wisatawan datang, maka semakin berkurangnya Devisa bagi Bondowoso, sebab selama ini salah satu pendapatan diperoleh dari  Obbyek wisata Kawah Ijen sehingga sangat disayangkan apabila jalan yang cukup parah tersebut tidak segera diperbaiki dengan tujuan untuk meperlancar arus lintas kendaraan, baik Roda empat maupun roda dua.(cip)

MUNCULNYA DEKORASI ALA KUDUS DI BONDOWOSO

Bondowoso,(www.tabloidprosa.blogspot.com)

Dekorasi SINAR MUDA yang beralamtakan di Jl.Kironggo No.88 Sekarputih-Bondowoso dengan gebyok sindennya menjadi lirikan khusus oleh tim wartawan, mengingat bentuk desainnya cukup arsitektur serta Natural dengan mengandalkan ukiran yang bernafaskan Budaya Kudus dan sedikit bernuansa Madura sehingga jelas terlihat jika paduan dekorasi yang ditampilkan cukup mewah meskipun tarif yang diberikan dibawah tarif Dekorasi pada umumnya dan mudah dijangkau.
Saat dikonfirmasi di kediamannya, P. Moelyoto selaku pemilik SINAR MUDA Decoration kepada wartawan bahwa hal yang paling diutamakan adalah memberikan kepuasan bagi para konsumen meskipun Dekorasi yang ditampilkan terbilang langka, baik di Kabupaten Bondowoso sendiri maupun di beberapa Kabupaten lainnya seperti Kab.Jember, Situbondo, banyuwangi dan Kabupaten lainnya apalagi saat ini Desain rancangan terbaru sudah mulai ditawarkan kepada Masyarakat di sejumlah Kabupaten yang pada akhirnya Dekorasi yang baru mulai diminati, bahkan salah satu hasil Dekorasi sudah terjual kepada orang bali dan harganyapun relatif.

Usaha Dekorasi ini sudah digeluti sejak tahun 1988 dimana pada waktu itu Dekorasi yang ditampilkan masih berwarna keemasan, namun dengan ketekunan serta usaha yang cukup keras, akhirnya membuahkan hasil sehingga beberapa order mulai mebanjiri meskipun Desainnya yang diperoleh adalah hasil karya sendiri namun menurut P. Moelyoto bahwa harga 1 paket yang ditawarkan cukup relatif mengingat hal yang paling utama adalah bagaimana agar konsumennya merasa cukup puas.(Tim/REDAKSI)

Senin, 27 Desember 2010

Wisatawan Bromo Check Out, Uang Hotel Dikembalikan

Sejak hari Selasa minggu lalu hingga sore tadi, Senin (27/12/2010), hujan abu dan pasir di sekitar Gunung Bromo masih saja berlangsung. Sehingga ketebalan abu yang jatuh di atap rumah maupun hotel-hotel yang ada di sekitar Dusun Cemoro Lawang, Kecamatan Sukopuro menjadi 25 cm, dan para karyawan hotel serta penginapan di sekitar tempat wisata gunung berapi tersebut harus membersihkan abu vulkanik yang menempel di atap-atap hotell itu. Seperti situasi di hotel "Bromo Permai", misalnya, di sana tampak para karyawan bukannya sibuk menerima tamu hotel, melainkan sibuk membersihkan abu dan pasir vulkanik.
"Sudah 3 hari ke sekarang (SEnin,red) saya bersama karyawan yang lainnya membersihkan abu vulkanik Gunung Bromo yang menempel di atap-atap hotel, bahkan, saking tebalnya abu tersebut, salah satu atap ruangan hotel ini ada yang ambruk, mas," ujar Setyawan salah satu karyawan hotel "Bromo Permai" kepada onemediastyle.com, Senin, (27/12/2010). Selain para karyawan hotel itu, tampak juga menejer "Bromo Permai" hotel juga sedang membersihkan kotoran abu vulkanik dengan memakai masker dan kacamata hitam sebagai pengaman dari abu yang hingga tadi sore masih beterbangan.
"Ya terpaksa tamu-tamu hotel tadi kami pulangkan sedangkan uang hotel yang telah terlanjur dibayar telah kami kembalikan, dan mereka pulang ada yan g memakai mobil pribadi ada juga yang pakai mobil travel, mas," ujar karyawan hotel yang lain kepada onemediastyle.com, sore tadi, Senin (27/12/2010). (ANS)

Minggu, 26 Desember 2010

Drum Band Kejurkab ke IX di Banyuwangi

Kejuaraan drum band bupati cup ke- IXtelah berlangsung di Pemkab Banyuwangi.

Drum Band Kejurkab ke IX di Banyuwangi

Kejuaran drum band bupati cup ke - IX telah berlangsung lancar di depan kantor Pemkab Banyuwangi Jawa Timur (Jatim).

Drum Band Kejurkab ke IX di Banyuwangi

Hujan Abu, Warga Situbondo Gunakan Masker

Hujan abu vulkanik dari aktivitas gunung Bromo yang mengguyur sejak pagi tadi di Situbondo, Jawa Timur (Jatim) tepat pukul 06.00 WIB telah membuat lingkungan sekitar kabupaten tersebut gelap dan menyebabkan jarak pandang agak kabur dan menyebabkan saluran p[encernaan terkontaminasi oleh abu. Akhirnya warga Kabupaten Situbondo memilih memakai masker pengaman agar tidak kemasukan abu vulkanik tersebut.
Hal itu sempat dialami salah satu warga Situbondo, Hidayat (37) yang tengah mengendarai sepeda motor bersama istri dan anaknya terpaksa harus menggunakan masker pengaman.
"Saya dari rumah saudara saya di Panarukan terpaksa mesti pakai masker pengaman agar tidak kemasukan debu, mas," ujarnya kepada onemediastyle.com, Minggu (26/12/2010). (ANS)

Harga Bawang di Probolinggo Anjlok, Petani Mengeluh

Harga bawang di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur (jatim) dalam seminggu terakhir menjaditurun. Terutama harga bawang basah. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun tribunnews.com di lapangan menyebutkan bahwa harga bawang basah dalam per kilo gramnya yakni berkisar antara Rp 5 hingga Rp 7 ribu sedangkan harga sebelumnya yakni berkisar antara Rp 6 hingga Rp 8 ribu.
"Harga bawang merah basah sebulan lalu masih berkisar Rp 8 ribu lebih, dan sekarang turun harganya menjadi Rp 5 ribu, anjlok dan tekor saya, akibat cuaca buruk ini, mas," ujar Nico Affandy, petani dan pedagang bawang di Probolinggo kepada PROSA ONLINE.com, Minggu (26/12/2010). (ANS)

Abu Vulkanik Bromo Landa Sejumlah Kecamatan di Situbondo & Bondowoso

Aktivitas gunung berapi Bromo di Probolionggo, Jawa Timur (Jatim) hingga detik ini masih berlangsung. Dan hal tersebut terbukti dengan jatuhnya hujan abu di dua kabupaten yakni Situbondo dan BOndowoso. Terjadinya turunnya hujan abu itu berlangsung sejak pagi tadi pada pukul 06.00 WIB tepat, Minggu (26/12/2010). Sedangkan hujan abu yang melanda Kabupaten itu yakni tepatnya jatu di Kecamatan Panji, Kota Besuki Mlandingan, Bungatan, Kendit, Sumbermalang dan juga Jatibanteng. Dan untuk kabupaten Bondowoso, hujan abu jatuh di Kecamatan Prajekan dan Wonosari tepatnya di desa Taman Krocok. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun onemediastyle.com menyebutkan bahwa, abu vulkanin bromo telah sempat mengotori rumah-rumah warga dan termasuk kendaraan roda dua yang sedang melintas di jalan. Sedangkan keberadaan awan tampak hitam pekat yang sebelumnya mendung agak kemerah-merahan.
"Hujan abu vulkanik Bromo mulai tadi pagi jam -06.00 WIB, saya sempat kewalahan membersihkan rumah dan perabotan rumah serta sadel sepeda motor saya yang dihinggapi abu vulkanik itu, bahkan setiap 5 menit sekali saya harus membersihkan abu vulkanik tersebut," ujar Nur Hidayati (45) kepada onemediastyle.com di rumahnya di Jalan A. Yani, Situbondo, Jawa Timur (Jatim). Seementra itu di desa Taman Krocok, Bondowoso, juga telah terjadi hujan abu dan awan mendung pekat agak kemerah-merahan.
"Sejak tadi pagi tampak di rumah saya awan mendung hitam agak kemerahan, mas, namun sekarang sudah agak hitam," ujar warga Taman Krocok, Cipto Haryono kepada onemediastyle.com, Minggu (26/12/2010). (ANS)

Sabtu, 25 Desember 2010

Guru Minta Maaf di Facebook, Setelah Pamer Porno di Kelas

Guru dituduh mempublikasikan gambar porno di ruang kelas Sekolah Menengah di Roanoke Rapids, Amerika Serikat. Guru ini kemudian meminta maaf lewat tulisan di Facebook.
Dia sempat mengucapkan terima kasih kepada teman-temannya yang mendukung dirinya menghadapi masa sulit itu.
Archie Sheldon McLeod, 51 tahun, ditangkap dengan 11 tuduhan kejahatan karena menyebarkan materi cabul ke anak di bawah usia 16 tahun, serta 11 tuduhan karena berkontribusi bagi kenakalan anak di bawah umur.
Di Facebook McLeod menulis, “Kepada seluruh keluarga Facebook saya, terima kasih atas semua dukungan yang diberikan selama masa terberat sepanjang hidup saya. Untuk semua murid dan teman. Kalian tahu apa yang saya lakukan di hidup saya.”
“Kalian tahu nilai-nilai positif yang saya ajarkan kepada kalian selama proses pengajaran saya. Hal itu tertanam di hati Anda. Saya memiliki kepercayaan kepada Tuhan dan tahu bahwa Dia akan membantu kita melewati semuanya. Tuhan selalu memberikan kemenangan,” ujarnya lagi di Facebook.[ito]

SLOT

<script>
/** BACA PROSA ONLINE **/
var sitti_pub_id = "BC0003452";
var sitti_ad_width = "336";
var sitti_ad_height = "280";
var sitti_ad_type = "2";
var sitti_ad_number = "3";
var sitti_ad_name = "BACA PROSA ONLINE";
var sitti_dep_id = "4184";
</script>
<script src="http://202.52.131.5/delivery/sittiad.b1.js"></script>

Melongok sejarah Kota malang

Even "Malang Kembali" yang merupakan event tahunan untuk mengenal lebih dekat tentang sejarah Kota Malang dan pembelajaran sejarah secara utuh yang nantinya dapat di turunkan kepada anak cucu kita.

seperti diketahui event ini telah berlangsung tiga kali dan tiap tahunnya "Malang Kembali"akan menceritakan sejarah yang berbeda-beda,tahun pertama penyelenggaraannya pada M.K I 2006 di sana menceritakan tentang kelahiran Kota Malang (1914-1945), MK II 2007 bercerita tentang perjuangan Kota Malang dalam merebut kembali kota Malang dari tangan penjajah (1942-1947), dan yang di laksanakan saat ini MK III menceritakan peta pembahasan mengenai kaitan Kota Malang sebagai unsur cikal bakal dataran tinggi Malang, seperti berdirinya beberapa kerajaan di Kota Malang yaitu Kerajaan Kanjuruhan, Kerajaan Majapahit, Islamik klasik dan kolonial Belanda.

Acara yang di prakarsai Pemkot Malang,oleh Dinas Pariwisata Pemkot Malang dibuka secara resmi oleh Plt Wali Kota Malang B.D.H Suyono yang di dampingi oleh beberapa pejabat Pemkot Malang serta tak ketinggalan Tokoh Masyarakat Kota Malang Drs Peni Suparto, yang pada acara "Malang Kembali" ini ikut ambil bagian dengan menjadi dalang dalam pagelaran wayang kulit.

Pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Pariwisata Pemkot Malang Drs. P.A. Wiyono, SH mengatakan,dengan diadakannya event Malang Kembali Ini kita bisa mengambil makna dari sebuah sejarah berdirinya Kota Malang ini dan bisa menjadi daya tarik sendiri untuk tujuan wisata di Kota Malang.

Berbagai acara yang sangat menarik tersaji rapi dalam acara tersebut namun untuk mengulas lebih jauh tentang semua acara di "Malang Kembali III ini akan bersambung di bagian ke II.

Truk Asal Mataram Nyaris Terbalik di Pinggir Hutan Baluran

Sebuah truk engkel yang melaju dari arah Surabaya menuju pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, harus menurunkan barang-barang muatannya akibat muatannya terlalu berat (over load). Truk yang memuat barang-barang berupa suku cadang sepeda motor dan mobil tersebut harus mengimbal barang-barang ke truk lainnya yang melintas dan tujuannya sama menuju pelabuhan penyeberangan Ketapang. Sopir truk yang bernomor polisi Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan huruf DR tersebut menuturkan bahwa truk yang dikemudikannya sempat mundur dan nyaris oleng akibat muatannya terlalu berat, sore tadi, Sabtu (25/12).
"Sore tadi truk saya udah gak kuat lagi untuk melaju akibat muatan terlalu berat dan terpaksa saya menurunkan barang-barang yang saya bawa dan saya pindah ke truk lain yang juga akan menuju pelabuhan penyeberangan Ketapang," ujar sopir truk tadi kepada onemediastyle.com, sore, 03.00 WIB.